Rumahweb Blog
banner blog - Update Algoritma Google 2021

Update Algoritma Google 2021

Tahun 2020 Google melakukan core algorithm update yang dibagi dalam tiga periode, dan beberapa update kecil lainnya. Pada Mei 2021,  Google berencana kembali melakukan core algorithm update berkaitan dengan page experience atau user experience. Update ini berarti Google akan menambahkan beberapa faktor baru yang akan menentukan peringkat website di Google. Lalu, apa saja update Algoritma Google ditahun 2021?

Ada beberapa faktor yang menjadi konsen update Algoritma Google di tahun ini, dan faktor baru ini disebut dengan Core Web Vitals (CWV). CWV akan mengukur berbagai aspek mengenai user experience yang kemudian akan menentukan nilai keseluruhan page performance dan speed score website Anda. CWV terdiri atas:

1. Largest Contentful Pain / LCP (Loading)

LCP mengukur seberapa cepat setengah dari elemen utama pada suatu halaman berhasil ditampilkan untuk pengunjung. Secara teknis, LCP akan mengukur render time dari gambar terbesar atau text block yang terlihat dalam viewport. Google merekomendasikan nilai LCP suatu situs di bawah 2.5 detik untuk 75% halaman.

2. First Input Delay / FID (Interaktivitas)

FID akan mengukur reaction time dari sebuah halaman yang pertama kali di-input oleh pengunjung (yang di-klik, tap, dsb). Dengan kata lain, jika sebuah website sudah selesai loading/memuat, namun ketika tombol pada halaman tersebut tidak responsif ketika di-klik, hal ini berarti halaman tersebut memiliki FID time yang tinggi. Google merekomendasikan FID di bawah 100 milidetik untuk 75% halaman.

3. Cumulative Layout Shift / CLS  (Kestabilan Visual)

CLS menjadi faktor yang paling sulit untuk dipahami secara langsung. Sebagai perumpamaan, ketika Anda mengakses sebuah halaman, kadang halaman terlihat sudah selesai loading di browser. Namun ketika Anda ingin mengklik sebuah tombol atau konten lain di halaman tersebut, halamannya justru bergerak dan tombol berpindah karena adanya error ketika proses loading

Hal ini tentu sangat mengganggu bagi pengunjung. Misalnya, sebuah toko online menampilkan tombol ‘Batalkan Pesanan’ yang berada tepat di bawah tombol ‘Beli Sekarang’. Bayangkan jika seorang konsumen ingin melakukan pembatalan pesanan lalu halaman tiba-tiba berpindah dan pelanggan justru mengklik tombol ‘Beli Sekarang’. 

Lebih sederhananya, CLS adalah metrik yang mengukur kestabilan visual. Google merekomendasikan skor CLS di bawah 0.1 untuk 75% halaman.

Kesimpulannya, Core Web Vitals (CWV) dapat digunakan sebagai patokan untuk mengukur user experience sebuah website. Lebih lanjut, setelah update algoritma Google 2021, CWV akan menjadi faktor yang berpengaruh terhadap ranking website. Meskipun demikian, jangan lupa untuk tetap menjaga kualitas konten yang diunggah ke website.

Berikan Komentar

Lutfi Hanif