Rumahweb Blog
Banner - Apa Itu Core Web Vitals Pengertian, Tujuan dan Optimasinya

Apa Itu Core Web Vitals? Pengertian, Tujuan dan Optimasinya

Apakah Anda sedang mengembangkan bisnis melalui website, atau sedang mengembangkan website agar bisa muncul di mesin pencarian Google? Jika ya, maka core web vitals adalah metrik yang perlu Anda perhatikan.

Pada artikel ini, Rumahweb akan memberikan informasi lengkap tentang apa itu core web vitals dengan lengkap. Simak, ya!

Apa itu Core Web Vitals

Core web vitals mungkin masih terdengar asing bagi sebagian orang. Meskipun asing, web vitals rupanya mampu memberikan pengaruh besar bagi pengembangan website. Core web vitals adalah salah satu metrik yang perlu dipahami, baik oleh developer website maupun pemilik bisnis. Mengapa demikian?

Core web vitals adalah salah satu metrik atau indikator yang diberikan oleh Google Page Experience yang akan memengaruhi pengalaman dan kenyamanan pengunjung saat mengakses suatu website, yang nantinya akan mempengaruhi peringkat website Anda di pencarian Google. 

Dengan kata lain, core web vitals adalah faktor khusus yang dianggap penting oleh Google untuk meningkatkan experience pengunjung ketika mengunjungi website Anda. 

Google menilai bahwa pengalaman pengunjung lebih berarti daripada konten yang menarik. Namun, bukan berarti sebuah konten tidak penting untuk diperhatikan, karena kualitas konten pun juga akan menentukan kenyamanan pengunjung. 

Tinggi rendahnya nilai core web vitals yang ada pada website ditentukan oleh beberapa indikator atau faktor berikut:

  • Kecepatan loading (site speed).
  • Respon elemen pada website (interactivity).
  • Visual atau layout yang stabil (visual stability).

Semakin cepat loading website dan responnya, tentu semakin tinggi nilai website tersebut. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Anda perlu memperhatikan sisi resources (CPU dan RAM) hosting agar website bisa memberi kecepatan akses loading yang baik. 

Tujuan Core Web Vital Pada Website

Tanpa adanya skor atau nilai kualitas website, tentu Anda akan kesulitan untuk bisa mengembangkan kualitas konten website yang dimiliki. Hal tersebut adalah salah satu tujuan dari web vitals sebagai metrik dari Google. 

Selain juga memberikan kenyamanan dan good experience kepada pengunjung, core web vitals juga memiliki tujuan lain, di antaranya:

  • Meningkatkan dan mengoptimalkan kerja SEO.
  • Memastikan kestabilan website yang dimiliki tetap terstruktur.
  • Mampu meningkatkan jumlah pengunjung.

Hal ini karena jika skor website menurun atau berada pada ambang minimal, ada kemungkinan website kehilangan pengunjung hingga 24%.

Baca juga artikel: Update Algoritma Google Tahun 2022

Indikator Core Web Vitals

Seperti yang disampaikan pada poin sebelumnya bahwa web vitals memiliki tiga indikator yang perlu diperhatikan untuk memberikan kenyamanan atau experience yang baik bagi pengunjung.

Adapun ketiga indikator core web vitals adalah sebagai berikut:

1. LCP (Largest Contentful Paint)

Indikator yang pertama ini berkaitan erat dengan kecepatan website. LCP adalah waktu yang diperlukan untuk sebuah elemen terbesar dimuat pada suatu halaman website.

Elemen terbesar yang dimaksud pada LCP point ini bukan hanya gambar atau video yang kita ketahui memiliki muatan besar, namun  juga tulisan panjang yang mempengaruhi kecepatan load sebuah website. 

Pada metrik ini, Google akan mengevaluasi kinerja website saat pengunjung pertama kali mengakses website tersebut. Load website yang dinilai optimal harus terjadi maksimal 2,5 detik sejak pengunjung mengakses website pertama kali, dengan tujuan memberikan pengalaman baik kepada pengunjung. 

2. FID (First Input Delay)

Indikator yang kedua yakni First Input Delay atau FDI. Indikator ini akan menilai interaksi melalui kecepatan respon yang terjadi di website, antara pengunjung dengan elemen-elemen yang ada pada website Anda. 

FID akan mulai bekerja memberikan skor ketika pengunjung mengakses salah satu halaman website, klik link yang tersedia, membuka foto atau video, dan lain sebagainya. Sehingga, FID lebih menilai pada kecepatan respon pada “klik pertama” dari pengunjung, namun bukan dari sisi scrolling dan zoom

Nilai ideal untuk indikator FDI ini adalah <100 milidetik, untuk mempertahankan pengalaman pengunjung. Jika respon website lama, maka akan menurunkan kualitas pengalaman pengunjung.

3. CLS (Cumulative Layout Shift)

Cumulative Layout Shift menilai kestabilan konten website, mulai dari layout (tata letak), gambar, iklan, hingga artikel. Indikator ini akan menilai apakah ada pergeseran yang tidak terduga yang terjadi pada website saat proses loading

Singkatnya, indikator ini digunakan untuk mengukur perubahan yang terjadi pada website ketika diakses. Pengukuran ideal CLS untuk perpindahan layout adalah 0,1 detik setelah input dari pengunjung.   

Bayangkan jika ketika Anda mengakses suatu website, kemudian terdapat gambar yang bergerak, atau ketika sedang proses loading, tiba-tiba gambar atau iklan bergeser ke bawah. Tentunya hal ini akan menurunkan kualitas kenyamanan pengunjung.

Cek Skor Core Web Vitals

Setelah memahami pengertian dan tujuan penting core web vitals untuk website Anda, sekarang saatnya Anda mencoba melakukan pengecekan skor web vitals dengan dua tools berikut.

1. Google Search Console

Agar website dapat dikenali oleh Google dan akhirnya bisa muncul pada halaman pencarian Google, Anda perlu mendaftarkan website ke Google Search Console terlebih dahulu.

Tools ini juga dapat digunakan untuk mengecek skor indikator core web vitals website Anda. Simak cara mendaftarkan website ke Google Search Console pada panduan berikut: Cara menambahkan website di Google.

2. PageSpeed Insight

PageSpeed Insight juga dapat menjadi salah satu tools yang bisa digunakan untuk mengecek skor indikator core web vitals. Tools ini akan melaporkan nilai web vitals yang ada pada perangkat seluler maupun desktop dengan cara sebagai berikut:

  1. Akses URL PageSpeed Insights 
  2. Masukan nama domain atau alamat website pada kolom yang tersedia > Analyze.
PageSpeed Insight
  1. Selanjutnya akan tampil hasil analisis seperti berikut. Pada panduan ini, kami memilih desktop untuk mengecek skor core web vitals
Hasil test mobile core web vital di PageSpeed Insight
  1. Anda juga bisa langsung mengetahui hasil skor dan analisis dari indikator web vitals website Anda dengan cepat. 
Hasil test dekstop core web vital di PageSpeed Insight

Baca juga artikel : Cara Menggunakan Google Pagespeed Insights Terlengkap

Cara Mengoptimalkan Skor Core Web Vitals

Mengoptimalkan core web vitals tentu menjadi hal yang perlu diperhatikan. Selain itu, dibutuhkan juga kerja sama yang baik antar tim developer website. Berikut kami rangkum beberapa hal yang bisa dilakukan untuk optimalisasi masing-masing indikator web vitals

1. Optimalisasi LCP 

Agar LCP bisa berjalan maksimal, Anda perlu mengoptimalkan beberapa hal berikut:

  • Cek kembali elemen besar yang ada di website. Anda dapat melakukan pengecekan elemen yang membuat LCP lambat melalui tools pengecekan web vitals seperti PageSpeed Insight.
  • Pastikan layanan hosting memadai kebutuhan website. Selain memulai dengan menentukan resources hosting, Anda juga bisa memilih lokasi server hosting yang sama dengan mayoritas pengunjung website Anda,
  • Hapus skrip yang tidak diperlukan.
  • Optimalkan ukuran file website. Hal ini bisa dilakukan dengan kompres file gambar, PDF, atau file dengan format lainnya yang akan diunggah ke halaman website. 

2. Optimalisasi FID

Biasanya, skor buruk pada indikator FID terjadi apabila website memuat banyak skrip berukuran besar. Dampaknya, website akan cenderung lebih lama dalam merespon perintah dari pengunjung secara langsung. 

Lakukan beberapa hal berikut untuk mengoptimalkan FID:

  • Menggunakan cache browser.
  • Meningkatkan atau mengoptimalkan efisiensi kinerja file JavaScript untuk membantu meningkatkan loading time.

JavaScript dipilih karena merupakan bahasa pemrograman yang bisa membuat tampilan dan performa website lebih dinamis. Namun Anda juga tetap harus memperhatikan banyaknya file JavaScript yang dibuat dalam satu halaman, karena banyaknya file juga akan mempengaruhi kinerja website.  

3. Optimalisasi CLS

Karena indikator satu ini akan menilai kestabilan seluruh elemen yang ada dalam website Anda, pastikan bahwa setiap elemen seperti gambar, video, terutama iklan memiliki ruang khusus sehingga tidak akan mempengaruhi layout website yang membuat konten bergeser ke atas atau ke bawah.

Kesimpulan

Saat ini Google tidak hanya memerhatikan isi konten dalam mengoptimalkan kinerja SEO. Google juga mengutamakan pengalaman pengunjung ketika mengunjungi sebuah website –dengan memperhatikan nilai core web vitals website Anda. 

Melalui core web vitals, Anda juga bisa mengevaluasi tampilan website agar menjadi lebih baik, dengan memperhatikan setiap indikator yang ada pada metrik ini, seperti:

  • LCP (Largest Contentful Paint), berkaitan dengan kecepatan load website,.
  • FID (First Input Delay), berkaitan dengan interaksi pengunjung dengan melihat kecepatan website merespon perintah pertama kali.
  • CLS (Cumulative Layout Shift), melihat kestabilan konten website saat loading

Tingginya skor pada masing-masing indikator akan meningkatkan kualitas pengunjung, yang juga akan berdampak baik pada peringkat website di Google.

Demikian artikel kami tentang apa itu core web vitals, semoga artikel ini bisa membantu untuk meningkatkan hasil pencarian website Anda di Google.

Bermanfaatkah Artikel Ini?

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 5 / 5. Vote count: 1

Belum ada vote hingga saat ini!

Kami mohon maaf artikel ini kurang berguna untuk Anda!

Mari kita perbaiki artikel ini!

Beri tahu kami bagaimana kami dapat meningkatkan artikel ini?

SSL Murah

Bernadetta Azalia

Halo, saya Berta! Saya OrangRumah yang memiliki hobi fotografi dan menulis. Semoga artikel di Rumahweb yang saya tulis bisa membantu Anda lebih mudah memahami beberapa hal tentang teknologi : )

banner Pop Up - Hosting 99K
banner pop up - Pindah Hosting ke Rumahweb