Rumahweb Blog
Banner - Arti Bridge adalah

Apa itu Bridge? Arti, Fungsi, hingga Contohnya

Jika diterjemahkan dari bahasa Inggris, bridge artinya jembatan. Dalam jaringan komputer, bridge adalah perangkat keras atau lunak yang menghubungkan dua atau lebih segmen jaringan. 

Jaringan komputer adalah kumpulan dua atau lebih komputer yang saling terhubung dan dapat berkomunikasi satu sama lain, baik melalui kabel, nirkabel, atau kombinasi dari keduanya.

Jaringan komputer memungkinkan pengguna untuk berbagi data, perangkat keras, dan sumber daya. Contohnya seperti printer, file, dan program, serta memungkinkan akses ke internet pada komputer tersebut.

Lalu, tahukah Anda bahwa selain berkomunikasi dengan komputer di jaringan yang sama, Anda juga dapat saling berkomunikasi dan saling bertukar data dengan komputer di jaringan lain? Agar dapat melakukannya, diperlukan alat penghubung antar segmen yang berbeda, yang dikenal dengan istilah bridge

Bagi para teknisi jaringan, tentu sudah tidak asing lagi dengan alat satu ini. Pada pengenalan jaringan komputer, bridge sering gunakan untuk menghubungkan perangkat dari segmen yang berbeda agar menjadi satu segmen jaringan yang lebih besar.

Bridge tidak sama dengan router, karena router berfungsi menghubungkan perangkat ke jaringan internet (ISP) secara langsung.

Promo Hosting Murah Rumahweb

Pada artikel kali ini, Rumahweb Indonesia akan membahas mengenai bridge artinya apa, fungsi, hingga contoh konfigurasi bridge untuk Anda. Simak sampai selesai, ya!

Apa itu Bridge

Pada jaringan komputer, arti bridge adalah perangkat keras atau lunak yang digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih segmen jaringan yang terpisah, sehingga terbentuk satu jaringan yang lebih besar.

Bridge beroperasi pada lapisan data-link (layer 2) dalam model OSI (Open Systems Interconnection) dan mampu membaca alamat MAC (Media Access Control) pada paket data untuk mengarahkan paket tersebut ke segmen jaringan yang tepat.

Bridge juga dapat membantu pengguna memperluas jangkauan jaringan, meningkatkan throughput, dan memperbaiki kinerja jaringan dengan mengurangi kongesti pada segmen jaringan yang sedang sibuk.

Selain itu, bridge juga dapat membantu mengoptimalkan penggunaan bandwidth pada jaringan, dengan membatasi lalu lintas jaringan pada segmen-segmen tertentu.

Jika disimpulkan, bridge artinya “jembatan” dalam Local Area Network (LAN) berupa perangkat jaringan yang menghubungkan dua atau lebih segmen jaringan bersama-sama. Sehingga perangkat dapat saling berkomunikasi seolah-olah mereka berada dalam satu segmen jaringan yang sama.

BACA JUGA : Kabel Cross: Pengertian, Urutan, dan Cara Membuatnya

Bridge akan meneruskan lalu lintas jaringan antar segmen dengan mempelajari alamat jaringan dari setiap perangkat yang terhubung ke segmen tersebut dan membuat IP tabel.

Jadi ketika bridge menerima lalu lintas jaringan, ia akan mencocokkan alamat tujuan dengan tabel alamat jaringan untuk menentukan di mana lalu lintas tersebut harus diteruskan. Dengan menggunakan bridge, administrator jaringan dapat memperluas jaringan mereka tanpa harus mengganti topologi fisik jaringan.

Fungsi Bridge

Setelah memahami arti bridge, selanjutnya Anda juga perlu mengetahui berbagai fungsi bridge. sebagai penghubung antar segmen jaringan. Apa saja?

  1. Meneruskan lalu lintas jaringan antar dua atau lebih segmen jaringan yang berbeda. Sehingga perangkat di segmen tersebut dapat berkomunikasi satu sama lain.
  2. Memisahkan lalu lintas jaringan antara segmen yang berbeda agar lalu lintas jaringan tidak bercampur dan memperburuk kinerja jaringan.
  3. Meningkatkan keamanan jaringan, dengan memisahkan segmen jaringan yang sensitif, seperti jaringan perusahaan dan jaringan publik, untuk mengurangi risiko kebocoran informasi.
  4. Memperbaiki performa jaringan, dengan mengurangi jumlah lalu lintas jaringan yang harus diteruskan ke segmen-segmen lain dengan harapan dapat mengurangi beban pada jaringan.
  5. Membantu administrator jaringan dalam mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah jaringan, dengan menyediakan informasi tentang alur lalu lintas jaringan dan mengidentifikasi perangkat yang menyebabkan masalah di jaringan.

Contoh Konfigurasi Bridge pada LAN

Dari pengertian dan fungsi bridge di atas, apakah Anda sudah memiliki bayangan mengenai konfigurasi bridge pada LAN? Berikut adalah contoh gambar konfigurasi bridge yang dapat Anda gunakan untuk lebih memahami konfigurasinya.

Contoh Konfigurasi Bridge pada LAN - artinya Bridge adalah

Berikut ini adalah contoh basic configuration bridge pada LAN dengan menggunakan perangkat jaringan mikrotik RouterOS:

  1. Pastikan mikrotik RouterOS sudah terhubung dengan jaringan LAN, dan sudah diatur IP address-nya.
  2. Buka menu Bridge pada mikrotik > klik tombol Add untuk menambahkan bridge baru.
  3. Beri nama bridge pada halaman General.
  4. Pastikan pilihan Auto-mac pada kolom MAC Address sudah diaktifkan.
  5. Tambahkan semua interface yang ingin dihubungkan dengan bridge tersebut pada halaman Ports.
  6. Klik tombol Apply untuk menyimpan konfigurasi.

Setelah konfigurasi disimpan, semua lalu lintas jaringan yang melewati interface tersebut akan dihubungkan dengan bridge, dan diteruskan ke segmen jaringan yang lain melalui bridge tersebut.

Selain itu, Anda juga dapat melakukan konfigurasi tambahan pada bridge, seperti mengatur filter jaringan (network filter) dan konfigurasi jaringan virtual (virtual network).

BACA JUGA : Cloud Computing: Pengertian, Contoh dan Manfaatnya

Konsep Bridge pada LAN

Bridge artinya perangkat jaringan pada Local Area Network (LAN) yang menghubungkan dua atau lebih segmen jaringan menjadi satu kesatuan. Sehingga perangkat dapat saling berkomunikasi seolah-olah mereka berada dalam satu segmen jaringan yang sama.

Bridge memiliki beberapa fungsi utama, seperti meneruskan lalu lintas jaringan, memisahkan lalu lintas jaringan, meningkatkan keamanan jaringan, meningkatkan performa jaringan, dan membantu administrator jaringan dalam mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah jaringan.

Konfigurasi bridge pada LAN bisa dilakukan menggunakan perangkat jaringan, seperti Cisco dan Mikrotik. Pada Cisco, konfigurasi bridge meliputi konfigurasi interface untuk segmen jaringan yang ingin dihubungkan, pembuatan bridge-group, penambahan interface ke dalam bridge-group, aktivasi bridge-group, dan penyimpanan konfigurasi.

Sedangkan pada Mikrotik, konfigurasi bridge meliputi pembuatan bridge baru, penambahan interface ke dalam bridge, aktivasi STP pada bridge, dan penyimpanan konfigurasi.

Selain memahami apa itu bridge hingga contoh konfigurasinya, Anda perlu mempertimbangkan kebutuhan jaringan dan spesifikasi perangkat jaringan yang digunakan sebelum akhirnya memilih dan mengkonfigurasi bridge pada jaringan komputer.

Kesimpulan

Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa bridge adalah sebuah jembatan yang memiliki peran penting dalam menjaga keamanan, performa, dan fungsi jaringan, untuk menciptakan jaringan komputer yang efisien dan andal.

Dengan menggunakan teknologi bridge, pengguna dapat mengintegrasikan dan memperluas jaringan mereka, meningkatkan konektivitas dan mengoptimalkan aliran data pada sebuah jaringan atau LAN.

Demikian artikel tentang apa itu bridge hingga contoh konfigurasinya pada LAN dari Rumahweb, semoga bermanfaat.

Bermanfaatkah Artikel Ini?

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 5 / 5. Vote count: 1

Belum ada vote hingga saat ini!

Kami mohon maaf artikel ini kurang berguna untuk Anda!

Mari kita perbaiki artikel ini!

Beri tahu kami bagaimana kami dapat meningkatkan artikel ini?

Dedicated Server

Fredric Lesomar