Rumahweb Blog
banner blog - Pengertian Cloud Computing-min

Cloud Computing: Pengertian, Contoh dan Manfaatnya

Pernahkah Anda mendengar istilah cloud computing? Istilah ini sudah sering didengar, namun tidak sedikit yang belum mengetahui pengertian cloud computing. Secara harfiah, cloud dapat diartikan sebagai awan, atau dalam hal ini adalah internet. Sedangkan computing artinya proses komputasi. Lalu, apa sebenarnya cloud computing itu?

Pada artikel ini, kami akan menjelaskan pengertian cloud computing secara sederhana, disertai dengan contoh dan manfaatnya. Baca sampai akhir, agar Anda lebih memahami arti dan contoh penerapan cloud computing di kehidupan kita sehari-hari.

Apa itu Cloud Computing?

Jika dahulu orang mencari berita terbaru melalui koran, televisi, atau radio, kini kita bisa mengetahui informasi terkini hanya dengan sentuhan jari, melalui aplikasi berita online. Selain itu, dahulu kita biasanya menggunakan flashdisk untuk membagikan file ke orang lain. Namun sekarang Anda dapat dengan mudah mengirimkan data melalui platform seperti Google Drive.

Lalu, apa hubungannya kedua kegiatan tersebut dengan pengertian cloud computing? Jika sebelumnya sudah dijelaskan pengertian secara harfiah dari kata cloud dan computing, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa cloud computing adalah proses pengolahan data komputasi yang dilakukan melalui internet, dengan tujuan menjalankan program atau aplikasi tertentu.

Sederhananya, pengertian cloud computing adalah proses komputasi yang dilakukan melalui perangkat komputer yang tidak berada di tempat yang sama dimana pengiriman data, pemrosesan, dan outputnya dikirimkan melalui internet. Proses komputasi bisa berarti sangat luas mulai dari penyimpanan dan pemrosesan database melalui remote database hingga aktivitas penyimpanan data melalui cloud storage seperti Google Drive.

Lebih lanjut, sebuah sistem dapat dikatakan sebagai cloud computing, apabila sistem tersebut dapat diakses kapan saja dan di mana saja, selama perangkat memiliki koneksi internet. Saat ini, cloud computing menjadi pilihan paling populer karena dinilai lebih cepat, hemat, dan efisien, serta dapat meningkatkan produktivitas.

Cara Kerja Cloud Computing

Cloud computing bekerja dengan cara menjadikan internet sebagai media atau jalur komunikasi  dalam mengelola data atau menjalankan aplikasi tertentu. Sehingga untuk mengakses aplikasi atau mengolah data yang diinginkan, Anda perlu memastikan ketersediaan jaringan internet pada perangkat yang digunakan.

Untuk dapat mengelola data, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengakses aplikasi atau website tempat data tersebut disimpan. Pengelolaan data, seperti menambah, mengurangi, atau mengubah data pada file ini akan dikerjakan oleh web server atau database server.

Setelah proses pengolahan data selesai, data akan secara otomatis tersimpan secara virtual, dan web server akan menampilkan data terbaru sesuai dengan perubahan yang Anda lakukan.

Sebagai contoh, ketika Anda ingin membuka dan mengedit file Google Docs pada layanan Google Workspace. Pertama, akses https://docs.google.com. Setelah login menggunakan akun Google, Anda sudah dapat mengelola dokumen secara online.

Jika Anda memilih ‘start a new document’, artinya Anda memerintahkan database untuk membuat sebuah dokumen baru di Google Docs. Request ini kemudian akan diolah melalui internet, dan data akan disimpan di  database Google secara virtual. Setelah itu, Google Docs akan menampilkan halaman kosong (blank page) atau template, sesuai dengan perintah.. 

Proses pengelolaan data, mulai dari login, membuat dokumen baru, hingga file tersimpan di database akun secara online inilah yang disebut dengan sistem cloud computing.

Ilustrasi Cloud Computing adalah

Keunggulan Cloud Computing

Platform cloud computing saat ini menjadi pilihan utama bagi perusahaan dan para pengembang aplikasi karena beberapa alasan berikut ini:

Tidak Memerlukan Investasi

Sebagai pengguna cloud computing, Anda tidak akan terlalu banyak mengeluarkan biaya untuk dapat menjalankan aplikasi yang dikembangkan secepat mungkin, hal ini karena Anda tidak perlu berinvestasi untuk membeli server, perangkat network, dan datacenter.

Dengan menggunakan layanan cloud computing, Anda cukup mengeluarkan biaya sesuai dengan resource yang digunakan. Istilah kerennya, tidak perlu lagi CAPEX (Capital Expenditure) karena model pengeluarannya akan berubah menjadi OPEX (Operational Expenditure).

On-Demand Menjadikan Deployment Lebih Cepat

Karena tidak perlu melakukan pembelian dan deployment perangkat, maka proses deployment aplikasi akan menjadi lebih cepat. Cloud computing bersifat on-demand, dimana ketika Anda membutuhkan layanan tertentu, Anda tinggal mengaktifkannya dari dashboard penyedia.

Scalable

Jika Anda menggunakan server fisik atau baremetal, ketika aplikasi meningkat penggunaannya dan menuntut resource CPU, RAM, atau storage yang lebih tinggi, maka Anda harus menaikkan spesifikasi server. Hal ini dapat berisiko pada terjadinya downtime karena server harus dimatikan saat memasang RAM, CPU, atau hardisk tambahan.

Dengan menggunakan cloud computing, Anda tidak perlu ke data center untuk memasang perangkat, cabling, dan pekerjaan-pekerjaan lain yang memakan waktu dan biaya, serta dapat menghindari risiko downtime ketika ingin meningkatkan resource server.

Pada cloud computing, Anda dapat menambah besar skala infrastruktur (scaling) dengan cara horizontal scaling, yaitu proses penambahan beberapa virtual machine dan pemasangan load balancer di bagian depan (front end) yang berfungsi untuk membagi beban dan menaikkan skalanya.

Handal

Penyedia cloud computing biasanya akan menawarkan fitur multi-region dan multi-zone, dimana Anda memiliki kebebasan untuk menyewa VM di berbagai lokasi data center. Mengapa multi-lokasi penting? Hal ini karena jika terjadi gangguan pada satu data center, maka aplikasi Anda tidak akan terpengaruh dan masih tetap online karena memiliki mirror atau cluster pada data center lainnya.

Penyedia cloud computing juga biasanya memiliki OS dan sistem yang merupakan proprietary atau hak milik mereka sendiri yang biasanya lebih andal dibandingkan sistem-sistem open source yang biasa digunakan untuk membangun server sendiri.

Distribusi Lokasi Lebih Luas

Penyedia cloud computing juga menawarkan POP (Point of Presence) di banyak lokasi, bahkan tersebar di berbagai negara. Salah satu tujuannya adalah untuk mendekatkan lokasi cloud dengan penggunanya. Selain itu, POP berguna untuk menjamin compliance atau kepatuhan terhadap regulasi, karena beberapa negara mewajibkan lokasi data center di dalam negeri untuk aplikasi yang menyangkut data-data penduduknya.

Jenis Cloud Computing

Ada 3 jenis cloud computing yang kita kenal. Apa saja? Mari kita simak penjelasan berikut ini:

Public Cloud

Public Cloud adalah model dari cloud computing yang paling banyak digunakan saat ini yang menawarkan banyak pilihan dan solusi, serta sumber daya computing untuk memenuhi kebutuhan Anda. Layanan di public cloud biasanya memiliki harga yang relatif terjangkau atau bahkan gratis, seperti pengguna Google Service yang dapat menyimpan email hingga data pada layanan Google Drive.

Intinya, terdapat dua hal yang ditawarkan oleh public cloud, yaitu skalabilitas yang tinggi dan biaya yang relatif terjangkau karena berbasis langganan. Ada beberapa keuntungan jika Anda menggunakan public cloud, di antaranya:

  1. Dalam Hal Teknis
    Pengguna public cloud akan memiliki skalabilitas dan fleksibilitas yang tinggi, atau dengan kata lain, Anda dapat mengakses layanan ini dari mana saja dan kapan saja. 

    Selain itu, biasanya penyedia public cloud memiliki beberapa data center  yang membuat public cloud cenderung lebih aman dan stabil, sehingga Anda tidak perlu khawatir bila terjadi kendala pada layanan yang digunakan.
  1. Dalam Hal Biaya
    Biaya yang dikeluarkan untuk berlangganan public cloud akan jauh lebih terjangkau dengan hg fleksibel, sesuai dengan jenis atau paket layanan yang Anda gunakan. Bila dihitung dari kacamata investasi, modal yang dikeluarkan sangatlah minim untuk berlangganan public cloud.
  1. Kemudahan Dalam Penggunaan
    Kendala pada masalah IT bisa diminimalisir karena maintenance public cloud dilakukan oleh vendor atau penyedia layanan tersebut. Dengan demikian, Anda dapat lebih fokus untuk mengurus masalah bisnis dan aplikasi yang sedang dikembangkan.

Private Cloud

Private cloud adalah salah satu jenis komputasi awan yang digunakan oleh 1 pengguna (private). Biasaya layanan ini digunakan oleh perusahaan atau organisasi tertentu untuk memenuhi kebutuhan IT infrastructure mereka.

Dengan mode private ini, hanya Anda yang dapat memiliki akses untuk mengelola cloud computing yang dibuat, sehingga data akan lebih aman. Namun, hal ini juga berarti Anda sepenuhnya bertanggung jawab untuk menjaga dan mengelola infrastruktur yang ada.

Terdapat beberapa keuntungan jika Anda menggunakan private cloud, di antaranya sebagai berikut:

  1. Dalam Hal Teknis
    Private cloud memiliki kelebihan seperti fleksibilitas, skalabilitas yang tinggi hingga performa yang efisien. Dianggap fleksibel, karena Anda dapat mengubah infrastruktur berdasarkan iklim bisnis yang lebih dinamis. Selain itu, Anda bisa menyesuaikan skalabilitas seperti kapasitas dengan menambah resource hardware seperti storage dan RAM sesuai yang dibutuhkan. 
  1. Dalam Hal Keamanan
    Layanan private cloud memiliki tingkat keamanan yang tinggi, karena layanan tidak dibagi atau digunakan oleh organisasi yang lain. Selain itu, management keamanan juga dapat diubah sesuai kebutuhan. Anda bisa meningkatkan protokol keamanan, konfigurasi keamanan, atau bahkan menyesuaikan tingkat keamanan berdasarkan prioritas yang dibutuhkan.

Hybrid Cloud

Hybrid Cloud merupakan gabungan antara public cloud dan private cloud. Contohnya adalah sebuah perusahaan penyedia jasa online storage. Perusahaan tersebut menggunakan private cloud untuk mengelola database user mereka, sedangkan untuk layanan yang dijual adalah public storage yang dapat mengakomodir kebutuhan pelanggan mereka. 

Ada beberapa keuntungan jika Anda menggunakan hybrid cloud, berikut penjelasannya.

  1. Dalam Hal Teknis
    Anda dapat mengatur skalabilitas, dalam penggunaan private dan public cloud. Private cloud bisa digunakan untuk data-data yang bersifat sensitif. Sedangkan public cloud dapat dimanfaatkan untuk mengakomodir traffic layanan yang Anda sediakan.
  1. Dalam Hal Biaya
    Kebijakan seperti private cloud digunakan untuk data sensitif, sementara sisanya bisa disebar ke public cloud akan berakibat pada pemangkasan biaya menjadi lebih hemat dan terjangkau. 

Pemilihan antara public cloud, private cloud, dan hybrid cloud ini tergantung pada beberapa faktor, seperti kebutuhan, strategi, dan penggunaan. Maka dari itu, Anda perlu mempertimbangkan beban kerja, jenis data, lalu lintas data, hingga skala prioritas berdasarkan kebutuhan perusahaan. 

Jenis Layanan Cloud Computing

Terdapat 4 jenis layanan dari cloud computing yaitu IaaS (Infrastructure as a Service), PaaS (Platform as a Service), Saas (Software as a Service), dan serverless. Lalu, seperti apa perbedaan masing-masing layanan? Mari kita simak penjelasan berikut ini.

IaaS

Infrastructure as a Service, atau yang disingkat menjadi IaaS, adalah jenis layanan cloud computing yang menyediakan sumber daya infrastruktur secara lengkap, mulai dari server, storage, jaringan hingga ruang di data center.

Secara sederhana, Anda seperti menyewa sebuah komputer virtual yang masih kosong, dimana Anda bisa menambah komponen seperti CPU, RAM, IP, hingga storage untuk membuat cloud computing sesuai yang Anda inginkan. 

Dengan IaaS, Anda tidak perlu lagi membeli perangkat komputer fisik. Selain itu konfigurasi dapat dilakukan secara virtual untuk menyesuaikan resource yang Anda butuhkan. Hal ini akan membuat konfigurasi menjadi lebih cepat, mudah dan praktis.

PaaS

PaaS merupakan kepanjangan dari Platform as a Service, yang merupakan jenis layanan cloud computing dalam bentuk platform untuk pembuatan aplikasi. Dengan layanan ini, Anda dapat membangun aplikasi dengan lebih mudah. Jika dianalogikan, layanan PaaS ini seperti Anda menyewa rumah yang telah memiliki berbagai fasilitas di dalamnya. 

Biasanya, layanan PaaS sudah dilengkapi seperti sistem operasi (OS), network, database, RAM, hingga framework aplikasi yang dapat membantu Anda untuk menjalankan aplikasi yang dibuat. Sehingga Anda hanya perlu menggunakannya saja, tanpa harus memikirkan maintenance dari komputer fisik yang digunakan. 

Serverless

Serverless adalah salah satu jenis cloud computing yang memungkinkan kita untuk menjalankan aplikasi, tanpa harus memahami cara melakukan konfigurasi pada sisi server. Kata –less pada serverless memiliki arti meminimalkan, dan bukannya tidak menggunakan server sama sekali. 

Contoh penerapan serverless computing ini adalah layanan hosting, dimana Anda tidak perlu mengetahui detail konfigurasi dari sisi server, Anda cukup memanfaatkan hosting untuk membuat website atau email sesuai keinginan Anda. 

SaaS

Software as a Service, atau yang biasa kita kenal dengan SaaS adalah jenis layanan cloud computing yang tersedia dalam bentuk software atau perangkat lunak. Beberapa contoh layanan SaaS ini adalah Google Workspace, yang didalamnya terdapat aplikasi seperti Google Docs, Spreadsheet, Google Form hingga Google Drive. 

Pada praktiknya, kita hanya perlu menggunakan aplikasi tersebut tanpa harus mengetahui dimana data tersimpan dan bagaimana cara kelola servernya. Selain itu, akses ke aplikasi-aplikasi tersebut juga dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja, karena menggunakan Internet sebagai penghubungnya.

Manfaat Cloud Computing

Teknologi cloud computing memberikan kemudahan dalam mengakses data dimana saja dan kapan saja dibutuhkan, namun tetap terkoneksi dengan internet. Saat ini, hampir semua website aplikasi hingga game telah menggunakan cloud sebagai pendukung infrastrukturnya.

Lebih dari itu, penggunaan cloud computing juga bisa dirasakan sehari-hari, dengan semakin mudahnya akses dalam mendapatkan berita hingga kemudahan dalam menyelesaikan pekerjaan kita.

Sebagai seorang pelajar atau staff di sebuah perusahaan, hadirnya layanan cloud seperti Google Workspace akan semakin memudahkan kita dalam mengerjakan suatu project atau tugas.

Selain itu, cloud computing memungkinkan kita untuk dapat berinteraksi dan berkomunikasi dengan lebih mudah. Bahkan kita juga dapat berbagi file dan data dengan lebih efektif dan efisien antara satu pengguna dengan yang lainnya.

Demikian artikel tentang cloud computing dari Rumahweb, semoga dapat menambah wawasan Anda.

Berikan Komentar

Bermanfaatkah Artikel Ini?

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 0 / 5. Vote count: 0

Belum ada vote hingga saat ini!

Kami mohon maaf artikel ini kurang berguna untuk Anda!

Mari kita perbaiki artikel ini!

Beri tahu kami bagaimana kami dapat meningkatkan artikel ini?

Lutfi Hanif

Tukang Komputer