Rumahweb Blog
banner artikel - Apa itu Referensi Pengertian, Tujuan, dan Jenisnya

Apa itu Referensi? Pengertian, Tujuan, dan Jenisnya

Di dalam dunia kepenulisan, dikenal istilah referensi. Lalu apa itu referensi? Referensi adalah sumber yang dijadikan acuan penulis dalam membuat karya tulis. Bagi Anda yang pernah menulis skripsi, tesis, disertasi, esai, atau jenis teks lainnya, tentu tidak asing lagi dengan adanya referensi.

Bahkan, dalam beberapa jenis teks, seperti karya ilmiah, referensi menjadi sebuah poin yang harus disertakan oleh penulis.

Dalam artikel kali ini, Rumahweb Indonesia telah merangkum penjelasan lengkap mengenai referensi, mulai dari apa itu referensi, tujuan membuat referensi, hingga cara menulis referensi dengan benar. Simak bersama, ya!

Apa itu Referensi?

Merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), referensi adalah sumber acuan, rujukan, atau petunjuk. Secara etimologi, referensi berasal dari bahasa Inggris “refer to” yang artinya “mengacu pada” atau “merujuk pada” pernyataan seseorang.

Bagi penulis, referensi dapat berarti sesuatu yang digunakan untuk mendukung atau memperkuat pernyataannya. Dalam dunia akademis, referensi dapat ditemukan di daftar pustaka maupun catatan kaki di dalam teks. 

Referensi tidak hanya berbentuk teks atau dokumen fisik saja, seperti buku, laporan hasil penelitian, kamus, jurnal, teks berita, dan lain sebagainya. Referensi juga bisa berupa dokumen elektronik, seperti compact disc read-only memory (CD-ROM), digital video disc atau digital versatile disc (DVD), program aplikasi, data rekaman, atau media virtual jaringan (internet).

BACA JUGA: Tips Sukses Menjadi Penulis Freelance

Tujuan Membuat Referensi

Setelah mengetahui apa itu referensi, selanjutnya kami akan menjelaskan tentang tujuannya. Ada beberapa tujuan yang ingin dicapai ketika seseorang melampirkan atau membuat referensi pada karya tulisnya, mulai dari mendukung pernyataan, hingga bentuk penghargaan pada karya yang menginspirasi mereka.

1. Mendukung Pernyataan atau Argumen

Tujuan utama dari penggunaan referensi adalah untuk memperkuat atau mempertegas argumen suatu pernyataan. Dengan adanya referensi, pernyataan yang dituliskan penulis akan memiliki landasan kuat, sehingga lebih bisa dipercaya dan dipertanggungjawabkan.

2. Menghindari Plagiarisme

Tujuan lain dari referensi adalah untuk membuat penulis terhindar dari plagiarisme, yakni penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat itu milik sendiri.

Seseorang yang ingin menyertakan pernyataan atau argumen orang lain dalam karyanya wajib mencantumkan sumber atau referensi yang ia gunakan agar tidak dianggap plagiat.

3. Bentuk Penghargaan pada Karya Orang Lain

Untuk bisa menghasilkan sebuah karya, informasi, maupun gagasan yang valid dan bisa dipertanggungjawabkan, dibutuhkan waktu, pikiran, dan tenaga yang luar biasa dari sang penulis.

Karena itulah, sudah selayaknya bagi penulis atau orang lain yang menggunakan karya orang tersebut untuk menjelaskan dari mana sumber rujukannya, sebagai bentuk penghargaan pada si pemilik karya. 

4. Menambah Wawasan Pembaca

Tujuan selanjutnya dari pembuatan referensi adalah dapat digunakan untuk menambah atau memperluas wawasan pembaca mengenai topik tertentu. Dengan adanya referensi, pembaca dapat menggali lebih dalam informasi mengenai topik yang sedang dicari.

Jenis-jenis Referensi

Berdasarkan jenisnya, referensi dapat dibagi menjadi tiga, antara lain:

1. Kutipan

Jenis pertama dari referensi adalah kutipan. Kutipan biasanya ditandai dengan kalimat yang diapit oleh tanda petik dua (“). Kutipan digunakan dengan cara menyalin kalimat/perkataan orang lain, kemudian menuliskan nama orang tersebut sebagai rujukan.

2. Catatan Kaki

Selain kutipan, jenis lain dari referensi adalah catatan kaki, yakni keterangan yang diletakkan di bagian bawah halaman untuk memudahkan pembaca menemukan keterangan penjelas dari sebuah kalimat, paragraf, atau halaman.

3. Bibliografi

Lazim didengar bahwa bibliografi, atau biasa disebut sebagai daftar pustaka, merupakan daftar atau kumpulan sumber rujukan yang digunakan penulis dalam membuat suatu karya. Bibliografi mencakup informasi mengenai nama pengarang, tahun terbit, judul, edisi, cetakan, kota dan nama penerbit, serta jumlah halaman.

BACA JUGA: Apa itu Footnote? Pengertian, Contoh, dan Cara Membuatnya

Sumber-sumber Referensi

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, sumber referensi tidak hanya berasal dari buku atau karya tulis cetak, namun dapat juga berupa informasi yang Anda temukan di internet. 

1. Buku

Sebagaimana diketahui bahwa buku merupakan sumber referensi yang paling umum digunakan. Buku adalah sekumpulan kertas atau bahan lainnya yang berisi informasi yang tersaji dalam bentuk teks, gambar, tempelan, atau kombinasi di antaranya.

Sebuah buku tentu sudah melewati berbagai tahapan validasi, sehingga bisa digunakan sebagai rujukan.

2. Jurnal

Sumber lain referensi yang dapat digunakan adalah jurnal, yakni tulisan atau teks yang memuat artikel mengenai bidang tertentu . Jurnal biasanya ditulis oleh seseorang yang kompeten di bidang tersebut.

Jurnal umumnya merupakan hasil penelitian yang tentunya sudah melalui proses penyuntingan, sehingga dipandang memiliki tingkat akurasi dan validasi yang tinggi.

3. Surat Kabar atau Majalah

Jenis selanjutnya dari referensi adalah surat kabar atau majalah. Keduanya dapat digunakan sebagai referensi karena memuat informasi aktual mengenai suatu peristiwa. Informasi dalam surat kabar maupun majalah umumnya sudah terkurasi dan melalui proses penyuntingan, sehingga sudah tervalidasi.

4. Internet

Di era digital seperti saat ini, informasi juga bisa diperoleh melalui internet. Karena itulah, Internet juga dapat dijadikan sebagai sumber referensi. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua informasi yang ada di internet dapat dipercaya. 

Untuk mendapat informasi yang valid, carilah referensi dari sumber-sumber yang kredibel, seperti situs resmi, situs penyedia jurnal atau buku online, dan lain sebagainya.

BACA JUGA: Google Cendekia: Pengertian, Daftar, hingga Cara Menggunakan

Cara Menulis Referensi

Setelah memahami pengertian hingga sumber referensi, apakah Anda juga sudah mengetahui bagaimana cara menulis referensi? Sederhananya, penulisan referensi dapat dibedakan berdasarkan jenis referensinya, seperti berikut:

1. Kutipan

Pada bagian kutipan dibagi menjadi dua: kutipan langsung dan tidak langsung. Berikut ini penjelasan lengkapnya:

  • Kutipan Langsung

Cara menulis kutipan langsung untuk referensi adalah dengan menyalin sama persis teks yang tertulis di sumber rujukan. Selanjutnya, apit kalimat dengan tanda kutip, gunakan font italic/miring.

Terakhir, buat paragraf berisi kutipan tersebut menjorok ke dalam alinea utama paragraf.

  • Kutipan Tidak Langsung

Menulis kutipan tidak langsung berarti Anda dapat menggunakan bahasa sendiri, meski ide utama berasal dari sumber rujukan. Selanjutnya, Anda dapat menuliskan nama penulis dan tahun terbit karya penulis tersebut di akhir kalimat.

2. Catatan Kaki

Berikut langkah menulis referensi catatan kaki:

  • Pisahkan catatan kaki dari naskah halaman yang sama dengan memberi jarak 3 spasi.
  • Tulis nama pengarang tanpa membalik urutannya, atau sesuai dengan nama yang tertulis.
  • Jika nama pengarang ditulis lengkap dengan gelar akademik, tulis secara lengkap pula di catatan kaki

3. Bibliografi

Ada beragam cara menulis referensi berbentuk bibliografi. Berikut beberapa di antaranya:

  • Buku

Format: Pengarang [atau editor]. Tahun. Judul. Ed ke-n (untuk edisi ke-2 dan seterusnya). Tempat publikasi: Nama penerbit.

  • Artikel Jurnal Bentuk Cetak

Format: Nama penulis. Tahun terbit. Judul Artikel. Nama Jurnal Ilmiah. Volume (edisi): halaman.

  • Artikel Jurnal online

Format: Nama penulis. Tahun terbit. Judul artikel. Nama Jurnal Ilmiah [Internet]. Volume (edisi): halaman. Tersedia pada: URL. Nomor DOI.

Jika jurnal tidak memiliki DOI, cantumkan tautan yang mengarahkan pada jurnal tersebut.

Itulah penjelasan lengkap dari Rumahweb tentang apa itu referensi beserta tujuan dan jenisnya. Referensi adalah sumber acuan yang ditulis pada karya tulis. Sebenarnya, masih ada banyak cara menuliskan referensi, berdasarkan jenis maupun gayanya. Sebab setiap produk karya tulis biasanya menetapkan aturan masing-masing terkait cara menuliskan rujukan. Semoga artikel ini bermanfaat!

Bermanfaatkah Artikel Ini?

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 0 / 5. Vote count: 0

Belum ada vote hingga saat ini!

Kami mohon maaf artikel ini kurang berguna untuk Anda!

Mari kita perbaiki artikel ini!

Beri tahu kami bagaimana kami dapat meningkatkan artikel ini?

Hosting Murah

Darin Rania

A mother who dedicate her time to write & create creative contents