Rumahweb Blog
banner blog - menjalani new normal di lingkungan kerja

Menjalani The New Normal di Lingkungan Kerja

Pandemi Covid-19 masih berlangsung dan para ilmuwan belum bersepakat untuk memberikan spekulasi, tentang kapan wabah ini diperkirakan akan berakhir. Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia sedang mempertimbangkan prosedur standar the new normal untuk mempercepat penanganan wabah Covid-19, ditinjau dari aspek kesehatan dan juga sosio-ekonomi.

Definisi The New Normal

Secara tata bahasa the new normal bisa diterjemahkan sebagai kenormalan yang baru, yang bisa didefinisikan sebagai sebuah kondisi di mana manusia harus beradaptasi dengan perubahan yang bersifat radikal atau drastis.

Dalam konteks wabah Covid-19, the new normal berarti kita harus hidup dengan cara dan rutinitas yang baru supaya tetap produktif, dengan secara ketat mengindahkan protokol keamanan untuk menanggulangi penyebaran Covid-19.

Urgensi The New Normal

Covid-19 telah secara tiba-tiba membawa perubahan yang disruptif utamanya dalam aspek sosial-ekonomi. Demi menanggulangi masifnya penyebaran wabah Covid-19, diterapkan kebijakan penjarakan fisik atau physical distancing, yang secara langsung berdampak negatif terhadap beberapa bidang usaha. Transportasi dan pariwisata adalah dua bidang usaha yang terkena dampak paling fatal dengan adanya wabah Covid-19.

Dikarenakan belum ada kepastian tentang estimasi wabah Covid-19 berakhir, maka skenario the new normal disusun, supaya dampak negatif dari segi ekonomi ke depan tidak semakin serius, dan stabilitas sosial bisa terjaga.

The New Normal di Lingkungan Kerja

Artikel blog kali ini, Rumahweb Indonesia akan membahas tentang konsep the new normal  di dalam lingkungan kerja. 

  1. Physical Distancing

Aspek paling utama yang harus dijalankan dalam the new normal di lingkungan kerja adalah physical distancing. Jika sebelumnya karyawan duduk bersebalah dalam jarak yang dekat, sekarang diperlebar dengan mengikuti protokol keamanan menjadi minimal 3 meter. 

Apabila memungkinkan, Anda bisa mengoptimalkan ruang-ruang atau gedung-gedung lain yang sebelumnya tidak terpakai sebagai ruang kerja baru. Kalau memang terbatas, maka bisa diterapkan sistem rolling sebagian karyawan bekerja dari rumah dan sisanya bekerja di kantor.

  1. Masker

Masker adalah peralatan wajib yang harus selalu dikenakan oleh setiap karyawan ketika bekerja di kantor. Pastikan setiap karyawan memiliki stok masker yang mencukupi, sehingga bisa dipakai bergantian setiap hari sementara yang sudah terpakai dicuci.

  1. Work from Home

Bekerja dari rumah atau work from home (WFH) dalah konsekuensi yang harus dilakukan apabila lingkungan kerja yang ada benar-benar terbatas. Dengan menerapkan sistem rolling, karyawan bisa diatur bergantian untuk bekerja di kantor selama sekian waktu, dan sisanya bekerja dari rumah. Dengan demikian, produktivitas tetap terjaga secara optimal, dengan tetap mampu menjalankan protokol physical distancing.

  1. Kebersihan

Sabun, hand sanitizer dan tempat cuci tangan harus selalu tersedia dengan baik. Aktivitas mencuci tangan harus dibiasakan dan dibudayakan, untuk memastikan kebersihan terjaga, sehingga potensi penyebaran Covid-19 bisa diminimalisir secara optimal.

  1. Tidak Berjabat Tangan

Berjabat tangan adalah simbol keakraban dan penyambutan. Untuk mengindari potensi penyebaran Covid-19, budaya berjabat tangan ditiadakan dan cukup diganti dengan salam namaste. Kebiasaan ini dilakukan utamanya ketika harus menerima tamu, juga antar karyawan.

Penutup

Covid-19 adalah pandemi yang menginfeksi semua negara di dunia. Sementara para ilmuwan masih berjuang untuk menemukan vaksin, aktivitas perekonomian harus tetap berjalan demi menunjang kelangsungan hidup manusia. Konsep the new normal hadir sebagai solusi logis yang bisa mengakomodasi krisis kesehatan dan ekonomi karena Covid-19, sehingga eksistensi manusia bisa tetap berlanjut.

Berikan Komentar

Alwan Rosyidi