June 5, 2026

OpenAI Bangun Data Center Raksasa di Stargate Norwegia

Ketika kebanyakan perusahaan teknologi berlomba membangun data center di Amerika atau Asia, OpenAI justru memilih Norwegia Utara sebagai lokasi data center Eropa pertamanya. Bukan tanpa alasan, di sana ada sesuatu yang sangat langka dan sangat dibutuhkan oleh industri AI saat ini, yaitu energi bersih yang melimpah dengan harga yang jauh di bawah rata-rata Eropa.

Proyek ini disebut Stargate Norway, dan sejak diumumkan pada Juli 2025, ia langsung menjadi salah satu topik paling banyak dibicarakan. Di artikel ini, kita akan membahas apa itu Stargate Norway, kenapa Norwegia dipilih, dan bagaimana perkembangan terbarunya.

Apa Itu Stargate Norway?

Stargate Norway adalah proyek data center raksasa yang dibangun di Kvandal, tidak jauh dari kota Narvik di Norwegia Utara. Proyek ini merupakan bagian dari program infrastruktur global OpenAI yang disebut Stargate, sebuah platform komputasi besar-besaran yang dirancang untuk mendukung pengembangan dan operasional layanan AI seperti ChatGPT dalam skala yang belum pernah ada sebelumnya.

Stargate Norway direncanakan memiliki kapasitas awal 230 megawatt dengan target menghadirkan 100.000 GPU Nvidia pada akhir 2026. Tidak hanya itu, ada kemungkinan ekspansi hingga 520 megawatt di fase berikutnya. Ini menjadikannya salah satu investasi infrastruktur AI terbesar di Eropa.

Proyek ini juga menjadi bagian dari program “OpenAI for Countries”, inisiatif OpenAI untuk membangun infrastruktur AI yang berdaulat di berbagai negara, sehingga data dan komputasi tetap berada di wilayah hukum masing-masing negara.

Kenapa OpenAI Memilih Norwegia?

Pilihan Norwegia bukan kebetulan. Ada beberapa faktor strategis yang membuat Narvik menjadi lokasi ideal untuk data center AI skala besar.

1. Energi terbarukan yang melimpah

Norwegia menghasilkan lebih dari 90 persen listriknya dari tenaga air. Di wilayah Narvik, surplus energi hidroelektrik yang besar menghasilkan harga listrik yang jauh di bawah rata-rata Eropa. Bagi data center yang mengonsumsi listrik dalam jumlah masif, ini adalah keunggulan kompetitif yang sangat signifikan.

2. Iklim yang dingin secara alami

Data center menghasilkan panas yang luar biasa besar dan membutuhkan sistem pendingin yang bekerja terus-menerus. Suhu udara yang dingin di Norwegia Utara membantu mengurangi kebutuhan pendinginan secara drastis, sekaligus menurunkan biaya operasional dan jejak karbon fasilitas ini.

3. Kedaulatan data Eropa

Dengan membangun data center di dalam wilayah Eropa, OpenAI memastikan bahwa semua data yang diproses mengikuti regulasi privasi dan perlindungan data Eropa yang ketat. Hal ini sejalan dengan semangat digital sovereignty yang semakin menjadi prioritas di benua itu.

4. Infrastruktur industri yang sudah matang

Narvik memiliki sejarah panjang sebagai pusat industri berat, dengan infrastruktur kelistrikan, transportasi, dan logistik yang sudah mapan. Ini mempercepat proses konstruksi dibanding membangun dari nol di lokasi yang belum berkembang.

Siapa Saja yang Terlibat?

Proyek Stargate Norway bukan dibangun oleh OpenAI sendirian. Di baliknya ada kemitraan strategis antara beberapa perusahaan.

Nscale adalah perusahaan cloud AI asal Inggris yang bertindak sebagai pengembang utama data center. Aker adalah perusahaan investasi industri asal Norwegia yang membawa keahlian lokal dalam infrastruktur dan energi. Keduanya membangun Stargate Norway dalam struktur joint venture 50/50, dengan komitmen investasi awal sekitar 1 miliar dolar AS termasuk lebih dari 250 juta dolar ekuitas dari masing-masing pihak.

OpenAI sendiri berperan sebagai pembeli kapasitas utama atau initial offtaker, artinya mereka berkomitmen untuk menyewa kapasitas komputasi dari fasilitas ini untuk mendukung operasional layanan AI mereka di Eropa.

Nvidia menjadi pemasok utama perangkat keras. CEO Jensen Huang secara aktif mendorong pengembangan infrastruktur AI di Eropa, dan GPU Nvidia memang sudah menjadi standar industri untuk workload AI skala besar.

Teknologi di Balik Stargate Norway

Yang menarik dari Stargate Norway bukan hanya skalanya, tapi juga pendekatan teknisnya yang lebih hijau dibanding data center konvensional.

Fasilitas ini menggunakan sistem pendingin liquid cooling direct-to-chip dalam loop tertutup, dan panas berlebih dari GPU direncanakan akan dimanfaatkan kembali oleh industri lokal berdampak karbon rendah di sekitarnya. Ini adalah pendekatan circular economy yang jarang diterapkan pada data center AI skala besar.

Dengan 100.000 GPU Nvidia yang direncanakan beroperasi pada akhir 2026, fasilitas ini akan menjadi salah satu konsentrasi komputasi AI terbesar di luar Amerika Serikat.

Perkembangan Terbaru: OpenAI Mundur, Microsoft Masuk

Ini adalah bagian yang tidak banyak diberitakan di Indonesia. Sejak artikel-artikel awal tentang Stargate Norway beredar pada pertengahan 2025, situasinya sudah berubah secara signifikan.

Pada April 2026, OpenAI resmi menarik diri dari proyek Stargate Norway. Negosiasi offtake antara OpenAI dan Nscale tidak mencapai kesepakatan, dan Microsoft kemudian masuk untuk mengambil alih kapasitas yang sebelumnya direncanakan untuk OpenAI. Microsoft berencana menyewa sekitar 30.000 GPU Nvidia Vera Rubin terbaru di fasilitas tersebut.

OpenAI kini dalam pembicaraan untuk menyewa kapasitas komputasi dari Microsoft, bukan langsung dari Nscale. Penarikan diri dari Stargate Norway ini menjadi bagian dari serangkaian perubahan arah OpenAI, setelah sebelumnya juga membatalkan proyek Stargate di Texas dan Inggris.

Meski OpenAI mundur sebagai offtaker langsung, proyek konstruksi Stargate Norway sendiri tetap berjalan dengan Microsoft sebagai penyewa utama. Nscale dan Aker tetap melanjutkan pembangunan fasilitas yang sama.

Stargate Norway dalam Konteks yang Lebih Besar

Stargate Norway bukan proyek yang berdiri sendiri. Ia adalah bagian dari ambisi infrastruktur global OpenAI yang sangat masif.

Di Amerika Serikat, OpenAI bersama Oracle dan SoftBank mengembangkan jaringan data center Stargate yang tersebar di berbagai negara bagian. Di Timur Tengah, Stargate UAE direncanakan memiliki kapasitas hingga 1 gigawatt dan diklaim akan melayani hingga setengah populasi dunia dalam radius 2.000 mil.

Norwegia seharusnya menjadi titik masuk OpenAI ke Eropa. Meski OpenAI akhirnya mundur dari posisi offtaker langsung, keberadaan Stargate Norway tetap relevan. Fasilitas akan terus beroperasi dan melayani kebutuhan komputasi AI di kawasan Eropa, hanya saja kini di bawah naungan Microsoft.

Apa Artinya Ini untuk Industri AI Global?

Proyek seperti Stargate Norway mencerminkan satu tren besar yang sedang terjadi: perlombaan infrastruktur AI yang semakin intensif di tingkat global. Perusahaan AI sekelas OpenAI, Microsoft, Google, dan Amazon berlomba membangun kapasitas komputasi dalam skala yang belum pernah ada sebelumnya. Selain itu, ketersediaan energi bersih menjadi salah satu faktor penentu utama dalam memilih lokasi.

Bagi Eropa, proyek ini juga membawa dimensi strategis yang penting. Memiliki data center AI berskala besar di dalam wilayah Eropa berarti data warga Eropa diproses di bawah hukum Eropa. Sebuah pertimbangan yang semakin krusial di tengah meningkatnya kesadaran tentang kedaulatan digital.

Sementara itu, bagi industri lokal di Narvik, hadirnya fasilitas sebesar ini membuka peluang lapangan kerja, pengembangan ekosistem teknologi, dan kolaborasi dengan institusi akademik lokal untuk riset AI.

Penutup

OpenAI bangun data center bernama Stargate Norway di Kvandal, Narvik, yang diumumkan Juli 2025 sebagai data center Eropa pertamanya. Dengan kapasitas awal 230 megawatt dan target 100.000 GPU Nvidia pada akhir 2026, proyek ini menjadi salah satu investasi infrastruktur AI terbesar di benua Eropa.

Namun per April 2026, OpenAI memilih mundur dari posisi offtaker dan Microsoft mengambil alih kapasitas tersebut. Meski demikian, konstruksi tetap berjalan dan fasilitas ini akan tetap menjadi bagian penting dari peta infrastruktur AI global, dengan Norwegia membuktikan bahwa energi terbarukan dan kedaulatan data bisa menjadi daya tarik nyata di era kecerdasan buatan.

Perkembangan seperti ini mengingatkan kita bahwa di balik setiap layanan AI yang kita gunakan sehari-hari, ada infrastruktur fisik yang sangat masif, dan memastikan website dan layanan digital Anda siap menghadapi era AI dimulai dari fondasi hosting yang andal. Layanan cloud dan hosting Rumahweb Indonesia hadir untuk memastikan bisnis digital Anda berjalan optimal, didukung infrastruktur yang terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman.

Bermanfaatkah Artikel Ini?

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 5 / 5. Vote count: 1

Belum ada vote hingga saat ini!

Kami mohon maaf artikel ini kurang berguna untuk Anda!

Mari kita perbaiki artikel ini!

Beri tahu kami bagaimana kami dapat meningkatkan artikel ini?

Related Post

banner pop up - VPS Indonesia