Pengaturan Cloudflare AI crawler rules membantu mengontrol akses AI crawler ke website. Namun, jika tidak dikonfigurasi dengan tepat, aturan tersebut juga dapat memengaruhi crawler lain yang penting untuk proses pengindeksan di mesin pencari.
Sekilas, memblokir AI crawler memang terlihat sebagai langkah yang aman. Namun, beberapa crawler memiliki fungsi yang berbeda atau termasuk dalam kategori multi-purpose crawler. Kesalahan konfigurasi dapat menyebabkan crawler penting, seperti Googlebot, ikut terdampak sehingga proses crawling terganggu dan performa SEO website menurun.
Pada artikel ini, Anda akan mempelajari perubahan pada Cloudflare AI crawler rules, alasan Googlebot bisa ikut terpengaruh, dampaknya terhadap SEO, serta langkah-langkah mitigasi agar website tetap aman tanpa menghambat proses pengindeksan.
Also Read
Ringkasan Cepat
- Cloudflare memperkenalkan kebijakan bot AI berdasarkan 3 perilaku Yaitu Search, Agent, Training.
- Menurut dokumentasi Cloudflare, mulai 15 September 2026 ada default baru, bot kategori Training dan Agent akan diblokir pada halaman yang menampilkan iklan, dan Search tetap diizinkan.
- Dok Cloudflare juga menjelaskan bahwa mixed-purpose crawlers yang menggabungkan Search dan Training bisa ikut diblokir oleh konfigurasi yang memblokir training, termasuk opsi lama “Block AI bots”.
- Artinya, memblokir training berisiko ikut memblokir crawler yang juga penting untuk search.
- Mitigasi terbaik: audit setting Cloudflare, pastikan Search tetap allowed, uji crawl, dan pantau Search Console.
Apa yang Berubah pada AI Crawler Rules di Cloudflare?
Cloudflare kini menerapkan pengelolaan AI crawler yang lebih detail. Jika sebelumnya Anda hanya bisa memblokir bot AI secara umum, kini pengaturannya dibagi berdasarkan perilaku crawler. Perubahan ini mulai menjadi default pada 15 September 2026.
Tiga kategori utama yang digunakan adalah:
- Search, yaitu crawler yang mengindeks konten untuk kebutuhan mesin pencari.
- Agent, yaitu bot yang menjalankan tugas secara real-time, seperti AI agent atau browser automation.
- Training, yaitu crawler yang mengambil data untuk melatih atau menyempurnakan model AI.
Perubahan yang Perlu Diperhatikan
Mulai 15 September 2026, Cloudflare akan menerapkan pengaturan baru secara otomatis. Pada konfigurasi tertentu, crawler yang termasuk kategori Training atau Agent dapat diblokir, sementara Search tetap diizinkan.
Yang perlu diwaspadai, beberapa crawler memiliki lebih dari satu fungsi. Artinya, satu crawler bisa digunakan untuk Search sekaligus Training. Jika Anda memblokir kategori Training, crawler tersebut berpotensi ikut terblokir meskipun juga berfungsi untuk pengindeksan.
Mengapa Googlebot Bisa Ikut Terblokir?
Risiko muncul karena tidak semua crawler hanya memiliki satu fungsi. Beberapa crawler digunakan untuk Search sekaligus Training. Jika Anda memblokir kategori Training, crawler tersebut bisa ikut diblokir meskipun juga berfungsi untuk mengindeks website di mesin pencari.
Cloudflare menyebut beberapa crawler, seperti Googlebot, Applebot, dan Bingbot, sebagai contoh crawler yang dapat memiliki lebih dari satu fungsi.
Aturan untuk Crawler Multi-Purpose
Cloudflare menerapkan aturan berdasarkan perilaku yang paling ketat. Artinya:
- Anda mengaktifkan pemblokiran Training.
- Crawler yang menjalankan fungsi Search dan Training ikut terkena aturan tersebut.
- Akibatnya, crawler tidak dapat mengakses website meskipun masih dibutuhkan untuk proses crawling.
Karena itu, sebelum mengaktifkan aturan pemblokiran, pastikan Anda memahami dampaknya terhadap crawler yang digunakan mesin pencari.
Perbedaan Cloudflare dan robots.txt
Pemblokiran melalui Cloudflare berbeda dengan aturan di robots.txt.
- robots.txt hanya memberikan instruksi kepada crawler dan masih bisa diabaikan oleh bot tertentu.
- Cloudflare/WAF memblokir akses langsung di level jaringan, sehingga permintaan crawler tidak akan sampai ke server dan biasanya berakhir dengan respons seperti 403 Forbidden.
Kesalahan konfigurasi di Cloudflare umumnya akan memberikan dampak lebih cepat dibandingkan robots.txt.
Dampaknya terhadap SEO
Jika Googlebot tidak dapat mengakses website, proses crawling dan pengindeksan akan terganggu. Dalam jangka panjang, hal ini dapat memengaruhi visibilitas website di hasil pencarian.
Beberapa dampak yang sering terjadi antara lain:
- Halaman baru lebih lambat terindeks.
- Perubahan atau pembaruan konten tidak segera dikenali Google.
- URL lebih lama berada pada status “Crawled, currently not indexed”.
- Trafik organik berpotensi menurun jika kondisi tersebut terus berlangsung.
Dampaknya memang tidak selalu terlihat dalam waktu singkat, tetapi jika dibiarkan, performa SEO website dapat menurun secara bertahap.
Tanda-Tanda Website Terblokir
Jika konfigurasi Cloudflare terlalu ketat, crawler mesin pencari bisa kehilangan akses ke website. Untungnya, ada beberapa indikator yang mudah dikenali.
1. Muncul Error di Google Search Console
Perhatikan jika Search Console mulai menampilkan error seperti:
- 403 (Forbidden)
- 401 (Unauthorized)
- 429 (Too Many Requests)
- 5xx (Server Error)
Error tersebut bisa menjadi tanda bahwa crawler mengalami kendala saat mengakses website.
2. Crawl Stats Menurun
Jika jumlah halaman yang dirayapi Google tiba-tiba turun drastis, padahal tidak ada perubahan besar pada website, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan.
3. Ada Pemblokiran di Cloudflare
Cek menu Security Events di Cloudflare untuk melihat apakah ada crawler atau verified bots yang ikut diblokir oleh aturan keamanan.
Jangan menunggu trafik organik turun. Biasanya masalah crawling muncul lebih dulu sebelum berdampak pada performa SEO.
Checklist Mitigasi Sebelum dan Sesudah 15 September
Agar website tetap aman tanpa mengganggu proses crawling, lakukan beberapa langkah berikut.
1. Periksa Pengaturan AI Bot Policies
Pastikan konfigurasi Cloudflare sudah sesuai kebutuhan.
- Izinkan (Allow) kategori Search.
- Atur kebijakan Training dan Agent sesuai kebijakan website Anda.
2. Cek Opsi Legacy “Block AI Bots”
Jika masih menggunakan fitur Block AI Bots versi lama, pertimbangkan untuk beralih ke pengaturan yang lebih granular agar crawler penting tidak ikut terblokir.
3. Uji Halaman Penting
Pastikan halaman utama, kategori, dan artikel penting masih dapat diakses crawler tanpa menghasilkan error seperti 403 Forbidden.
4. Lakukan Monitoring Setelah Perubahan
Setelah melakukan perubahan konfigurasi, pantau secara berkala:
- Google Search Console (Coverage dan Crawl Stats).
- Cloudflare Security Events.
- Log server (jika tersedia).
Dengan pemantauan rutin, Anda dapat mendeteksi masalah crawling lebih cepat sebelum berdampak pada indeks dan trafik organik website.
Tabel Rekomendasi Pengaturan Cloudflare AI Crawler Rules
Tabel berikut merangkum rekomendasi pengaturan Cloudflare AI Crawler Rules berdasarkan tujuan yang ingin dicapai. Anda juga dapat melihat konfigurasi yang lebih aman untuk diterapkan beserta risiko yang perlu dipertimbangkan sebelum memblokir atau mengizinkan crawler tertentu.
| Tujuan | Setting yang disarankan (garis besar) | Risiko jika salah |
|---|---|---|
| Tetap tampil di Google | Search: Allow | Crawl/indexing turun |
| Blok AI training | Training: Block (opsional: ads only) | Mixed-purpose bot bisa ikut terblokir |
| Izinkan agent tertentu | Agent: Allow untuk bot tertentu (jika ada kontrol granular) | Penyalahgunaan jika agent liar dibiarkan |
| Minim risiko cepat | Pakai testing/monitoring sebelum 15 Sept | Default baru bisa “mengubah diam-diam” |
Kontrol Server Lebih Fleksibel
Jika membutuhkan kontrol lebih terhadap konfigurasi server, seperti mengelola caching, memantau log, atau melakukan optimasi aplikasi, VPS bisa menjadi pilihan yang tepat. Dengan VPS KVM, Anda mendapatkan resource terisolasi, SSD berperforma tinggi, perlindungan DDoS, serta dukungan teknis 24/7 untuk membantu pengelolaan server Anda.
FAQ
Karena beberapa crawler bersifat mixed-purpose (dipakai untuk search dan training). Cloudflare dapat menerapkan aturan paling ketat jika Anda memblokir training.
robots.txt adalah arahan untuk crawler, sedangkan block Cloudflare terjadi di level jaringan sehingga request bisa ditolak (mis. 403) sebelum mencapai server.
Default baru berlaku 15 September 2026.
Lonjakan 4xx/5xx di Search Console dan penurunan crawl stats.
Tidak. Terutama berisiko untuk situs yang mengaktifkan blok training/legacy block AI bots tanpa audit sebelum 15 September.
Tidak harus. Yang penting, Anda paham perbedaan kategori, dan memastikan Search crawler yang Anda butuhkan tetap allowed.
Mulai dari tujuan bisnis Anda: SEO harus jalan, lalu tentukan seberapa ketat Anda ingin membatasi training/agent.
Applebot dan Bingbot sebagai contoh crawler multi-purpose, jadi prinsip risikonya mirip.
Kesimpulan
Perubahan kebijakan dari Cloudflare ini sebenarnya sangat bagus karena memberikan kita kendali yang jauh lebih detail (granular) untuk mengamankan website. Namun ingat, kendali yang detail tanpa pemeriksaan (audit) yang teliti bisa menjadi bumerang bagi Anda sendiri. Jika Anda memutuskan untuk memblokir bot AI Training demi melindungi konten agar tidak dicuri, pastikan Anda tetap mengizinkan bot Search agar website Anda tidak “menghilang” secara perlahan dari mesin pencari.
Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk segera melakukan audit pada pengaturan Cloudflare sekarang juga sebelum tanggal 15 September. Setelah melewati tanggal tersebut, pastikan untuk terus memantau pergerakan Google Search Console dan laporan event di Cloudflare secara berkala. Lebih baik kita repot sedikit melakukan pengecekan sekarang, daripada harus pusing tujuh keliling ketika trafik website terlanjur anjlok drastis nanti.







