Rumahweb Blog
banner artikel - Apa itu Retail Adalah

Apa itu Retail? Pengertian, Tujuan, dan Cara Kerjanya

Retail adalah istilah yang cukup familier dalam dunia bisnis dan seringkali dikaitkan dengan industri berskala besar. Namun, jika dilihat dari definisinya, industri retail juga bisa meliputi bisnis dalam skala kecil. Lalu, apa itu retail?

Singkatnya, retail adalah bentuk bisnis atau penjualan produk atau jasa kepada konsumen untuk digunakan maupun dikonsumsi sendiri. Oleh karena itu, bisnis retail juga seringkali disebut sebagai pengecer atau penjual eceran.

Dalam artikel kali ini, Rumahweb Indonesia telah merangkum informasi mengenai bisnis retail, mulai dari definisi hingga contoh retail. Jika Anda ingin membuka bisnis retail, simak artikel berikut ini!

Apa itu Retail?

Kata retail atau ritel berasal dari Bahasa Prancis “ritellier”, yang artinya membagi bagian menjadi lebih kecil.

Pengertian retail juga dijelaskan dalam buku Manajemen Ritel (Teori dan Strategi dalam Bisnis Ritel) yang ditulis oleh Ariefah Sundari dan Ahmad Yani Syaikhudin, yang memaknai retail sebagai kegiatan pemasaran barang kepada pelanggan untuk penggunaan pribadi.

Pengertian serupa juga disebutkan oleh Philip Kotler. Menurutnya, retail adalah proses penjualan eceran yang mencakup semua kegiatan penjualan barang dan jasa kepada konsumen tingkat akhir untuk dipakai sebagai keperluan pribadi.

Pada intinya, bisnis retail adalah praktik menjual barang dalam jumlah kecil atau satuan, sehingga konsumen biasanya membeli untuk digunakan sendiri, bukan untuk dijual kembali.

BACA JUGA: Supplier Adalah: Pengertian, Fungsi, Tugas, dan Caranya

Tujuan Retail

Segala sesuatu pasti memiliki tujuan, termasuk retail. Beberapa tujuan retail adalah sebagai berikut:

1. Membantu Pelanggan Memperoleh Produk yang Dibutuhkan

Tujuan utama dari bisnis retail adalah memudahkan konsumen akhir untuk mendapatkan produk yang mereka perlukan.

Tanpa bisnis retail, konsumen akhir akan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan mereka, karena harus membeli produk dari produsen atau grosir yang biasanya harus dalam jumlah besar.

2. Memberi Keuntungan Bagi Produsen dan Grosir

Tujuan selanjutnya dari retail adalah menguntungkan produsen maupun grosir, karena retailer biasanya akan membeli produk dalam jumlah besar untuk kemudian dijual kembali.

3. Memberi Keleluasaan Pebisnis dalam Menentukan Harga

Bisnis retail juga bertujuan untuk memberi keleluasaan bagi pemiliknya dalam menawarkan berbagai jenis barang dengan harga yang variatif. Hal ini dapat memberikan variasi pasar yang sejalan dengan meningkatnya kepuasan pembeli.

4.Dapat Mempromosikan Produk Secara Langsung

Dengan adanya bisnis retail, pebisnis juga dapat mempromosikan produk secara langsung kepada konsumen. Aktivitas tersebut akan memberikan manfaat yang signifikan dan dapat meningkatkan popularitas produk yang diproduksi oleh produsen.

BACA JUGA: Apa Itu Margin? Pengertian, Fungsi, hingga Cara Menghitungnya

Jenis-jenis Retail

Jenis-jenis retail dapat dibagi menjadi 3:

1. Berdasarkan Kepemilikan

Berdasarkan kepemilikannya, retail dapat dibagi menjadi tiga:

Retail Mandiri

Retail mandiri beroperasi secara independen tanpa ketergantungan pada pihak lain. Contoh retail mandiri seperti, toko kelontong, ruko, warung, dan lainnya. 

Retail Waralaba

Retail waralaba (franchise retail) adalah suatu bentuk bisnis di mana pemilik merek atau konsep bisnis (franchisor) memberikan hak kepada pihak lain (franchisee) untuk menjalankan usaha dengan menggunakan merek, produk, dan sistem operasional yang telah ditetapkan.

Dalam model ini, franchisee membayar biaya kepada franchisor untuk mendapatkan akses ke merek, pelatihan, dukungan operasional, dan manfaat lainnya.

Retail Kelompok Usaha

Retail kelompok usaha merupakan kumpulan perusahaan retail yang terhubung dalam satu manajemen, seperti swalayan dan department store.

2. Berdasarkan Produk yang Dijual

Hampir sama seperti sebelumnya, berdasarkan produk yang dijual, retail dibagi menjadi tiga jenis, yakni:

Retail Produk

Retail yang menyediakan produk atau barang misalnya, toko mainan atau toko elektronik. Bisnis retail produk melibatkan berbagai kegiatan, termasuk pembelian dan penyimpanan stok, pemberian harga, tata letak toko, pemasaran, dan layanan pelanggan.

Toko ritel produk dapat mencakup berbagai jenis produk, seperti pakaian, alas kaki, peralatan rumah tangga, barang elektronik, mainan, kosmetik, perhiasan, dan masih banyak lagi.

Retail Jasa

Retail yang menawarkan jasa contohnya seperti, jasa pembuatan taman, servis kendaraan, dan lain-lain.

Non-store Retail

Contoh dari jenis retail yang terakhir ini adalah vending machine, atau berbagai toko online yang tergabung dalam sistem e-commerce.

3. Berdasarkan Lokasi

Dilihat dari lokasi penjualan, ada bisnis retail yang memiliki kemampuan akses langsung ke jalan umum, seperti retail strip mall atau area komersial lainnya.

Selain itu, ada juga bisnis retail berupa pusat perbelanjaan yang terdiri atas sekelompok pengusaha retail yang menyediakan produk dan layanan di dalam satu bangunan dan wilayah yang sama.

BACA JUGA: Strategi Bisnis di Masa Liburan!

Cara Kerja Retail

Pada dasarnya, bisnis retail melibatkan sejumlah pihak. Rantai pasokan bisnis ini bermula dari produsen, lalu pihak grosir, retailer, barulah sampai ke konsumen akhir.

Produsen

Produsen merupakan pihak yang bertugas memproduksi barang dengan memanfaatkan mesin, tenaga kerja, dan bahan baku. 

Pihak Grosir

Barang yang diproduksi produsen akan oleh pedagang grosir dalam jumlah banyak, untuk kemudian dijual kembali kepada retailer atau pengecer. 

Retailer

Retailer atau pengecer adalah aktor yang akan menjual kembali barang-barang dari pedagang grosir kepada konsumen akhir. 

Konsumen Akhir

Terakhir, konsumen akhir adalah pihak yang membeli barang dari retailer untuk penggunaan pribadi, alias tidak diperjualbelikan kembali. Konsumen akhir juga merupakan rantai terakhir dari pasokan bisnis ini.

Contoh Retail

Ada berbagai contoh retail yang dapat Anda temui dengan mudah dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya adalah sebagai berikut:

Supermarket/Minimarket

Contoh paling umum dari retail adalah supermarket/minimarket. Bisnis retail ini menjual berbagai macam produk kebutuhan sehari-hari. seperti makanan, minuman, produk kebersihan, dan produk rumah tangga.

Perbedaan kedua toko retail ini adalah pada skala bisnisnya. Minimarket memiliki skala bisnis yang lebih kecil daripada supermarket.

Apotek

Contoh lain dari retail adalah apotek. Bisnis ini menyediakan berbagai macam obat dan produk kesehatan yang dapat dijangkau dengan mudah oleh masyarakat sebagai konsumen akhir.

Toko Alat Tulis dan Kebutuhan Kantor (ATK)

Contoh terakhir dari retail adalah toko yang menjual berbagai macam alat tulis, kertas, dan perlengkapan kantor, atau biasa disebut toko ATK. Dari toko ini, konsumen bisa membeli alat-alat tulis dan keperluan kantor secara satuan.

Kesimpulan

Apa itu retail? Retail adalah bentuk bisnis yang memudahkan masyarakat sebagai konsumen akhir dalam membeli berbagai jenis kebutuhan secara satuan atau eceran.

Ada beberapa tujuan retail seperti membantu pelanggan memperoleh produk yang dibutuhkan, memberi keuntungan bagi produsen dan Grosir. Selain itu, retail juga bisa memberi keleluasaan pebisnis dalam menentukan harga, serta dapat mempromosikan produk secara langsung.

Retail memiliki cara kerja mulai dari produsen, pihak grosir, retailer, dan konsumen akhir. Contoh-contoh retail yang sudah akrab dengan Anda di antaranya supermarket/minimarket, apotek, serta toko alat tulis dan kebutuhan kantor (ATK).

Demikian artikel kami tentang definisi apa itu retail, tujuan, hingga cara kerjanya. Semoga bermanfaat!

Bermanfaatkah Artikel Ini?

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 0 / 5. Vote count: 0

Belum ada vote hingga saat ini!

Kami mohon maaf artikel ini kurang berguna untuk Anda!

Mari kita perbaiki artikel ini!

Beri tahu kami bagaimana kami dapat meningkatkan artikel ini?

Jasa Pembuatan Website Rumahweb

Darin Rania

A mother who dedicate her time to write & create creative contents

banner pop up - Pindah Hosting ke Rumahweb