Rumahweb Blog
banner - Apa itu Infografis adalah dan cara membuatnya

Apa itu Infografis? Pengertian dan Cara Membuatnya

Di tengah ketatnya persaingan content marketing, salah satu cara untuk meningkatkan traffic adalah dengan membuat konten dalam format infografis. Belakangan ini, infografis terbukti mampu menarik perhatian audiens secara lebih luas karena sifatnya yang ringkas dan mudah dibagikan.

Mengingat sifat manusia yang cenderung lebih mudah tertarik dengan informasi yang dikemas dalam bentuk visual, infografis sangat bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan brand awareness sebuah perusahaan.

Lalu, bagaimana cara membuat infografis yang menarik, benar, sekaligus mudah? Simak artikel ini, untuk mengetahui seluk beluknya, mulai dari pengertian, jenis, hingga langkah-langkah membuat infografis.

Apa Itu Infografis?

Infografis adalah sebuah jenis media informasi yang disajikan dalam bentuk teks, serta dipadukan dengan beberapa elemen visual seperti gambar, ilustrasi, grafik, dan tipografi.

Infografis identik dengan penyajian data dalam bentuk angka yang dikemas dalam berbagai paduan warna desain yang menarik. Selain membuat konten Anda jadi lebih beragam, dengan membuat infografik konten Anda akan menjadi lebih interaktif dan atraktif bagi pembaca.

Manfaat Infografis

Manfaat infografik adalah

1. Meningkatkan Brand Awareness

Manfaat yang pertama dan utama adalah mampu secara efektif meningkatkan brand awareness bisnis Anda. Dengan mencantumkan logo brand perusahaan di dalam infografis yang menarik dan informatif, akan membantu brand Anda untuk lebih diingat oleh audiens, terlebih jika konten infografik yang Anda buat memiliki nilai plus yang memicu audiens untuk secara sukarela membagikannya di platform media sosial mereka

2. Meningkatkan Optimasi SEO

Setelah berhasil menjangkau audiens yang lebih luas, infografis juga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan SEO. Tambahan backlink yang relevan untuk mendukung performa dari SEO, dan susun strategi untuk mempromosikan konten infografik agar lebih banyak orang yang melihatnya.

3. Shareability Tinggi

Karena formatnya yang ringkas, infografis bisa dengan mudah dibagikan. Selain bisa disematkan pada konten blog atau artikel, infografik juga bisa diunggah langsung ke media sosial. Dengan demikian, jika memang infografis yang Anda buat menarik dan bermanfaat, kemungkinan audiens membagikannya secara organik juga tinggi.

4.  Media Promosi yang Efektif

Audiens cenderung lebih tertarik pada konten yang sederhana dan mudah dikonsumsi, namun tetap mampu menyampaikan value yang mereka butuhkan dengan baik. Dengan adanya infografis, sangat membuka peluang dalam meningkatkan keefektifan promosi.

Jenis-Jenis Infografis

jenis-Jenis Infografik

Berdasarkan konten yang disajikan, infografis dapat digolongkan ke dalam beberapa jenis, antara lain:

1. Statis

Infografis statis adalah infografis yang disajikan dalam bentuk yang sederhana tanpa menggunakan audio dan animasi bergerak. Format visual infografis statis hanya hanya berupa gambar atau ilustrasi untuk menjelaskan informasi atau topik yang sedang dibahas.

Infografis jenis statis ini biasanya digunakan dalam sebuah konferensi untuk memaparkan hasil penelitian maupun presentasi untuk memberikan informasi secara jelas dan efektif kepada audiens. Infografis statis mampu menyajikan data agar lebih mudah diterima tanpa berbelit-belit.

2. Animasi

Infografis animasi adalah infografis yang memuat dua elemen vital, yaitu audio dan visual. Keduanya digabungkan dengan konsep yang sesuai dengan kebutuhan konten yang akan Anda buat.

Infografis animasi terbagi lagi menjadi dua, yaitu yang bersifat dua dimensi dan tiga dimensi. Contoh infografis jenis animasi banyak ditemukan di YouTube. Saat ini sudah banyak content creator yang memanfaatkan platform Youtube untuk mengembangkan infografik jenis ini. Di media sosial pun infografik jenis ini sudah banyak lalu lalang, kebanyakan bersifat edukatif, tapi tak sedikit pula yang murni untuk promosi bisnis.

3. Interaktif

Infografis interaktif adalah jenis infografis yang lebih kompleks bila dibandingkan dengan jenis statis dan animasi. Perbedaan mendasarnya terletak pada sasaran informasi, dimana audiens bisa melakukan interaksi langsung dengan data yang tersaji. 

Untuk membuat infografis interaktif Anda harus belajar mengenai bahasa pemrograman atau bekerja sama dan menggunakan jasa programmer atau developer

Dalam infografik interaktif, informasi disajikan dengan bantuan beberapa elemen, contohnya seperti tombol atau button. Audiens memiliki otonomi untuk menelusuri informasi yang disajikan, dan ketika audiens memberikan stimulan (dalam bentuk menekan tombol), maka infografis akan memberikan informasi yang lebih banyak.

Cara Membuat Infografis

cara Membuat Infografis sebagai berikut

1. Menentukan Topik

Langkah pertama untuk membuat infografis yang menarik adalah dengan terlebih dahulu menentukan topik atau tujuan konten sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. Sebelum membuat desain atau layout, Anda harus mempersiapkan dan mematangkan idenya terlebih dahulu.

Pastikan untuk melakukan riset mengenai target user yang akan disasar. Buatlah infografik yang memiliki tingkat relevansi tinggi, baik untuk sekarang dan kalau bisa di masa mendatang. Hal tersebut sangat berpengaruh pada traffic yang akan Anda dapatkan nantinya.

2. Cari Referensi dan Mengumpulkan Data

Setelah menentukan topik, selanjutnya adalah mengumpulkan sumber informasi dan referensi sebagai acuan pembuatan konten. Memanfaatkan berbagai media dan platform seperti internet, buku, atau artikel untuk mencari sumber informasi dan insight..

3. Memvisualisasikan Data dan Informasi

Setelah menghimpun data yang hendak disajikan, waktunya menerjemahkannya dalam bentuk visual sehingga membentuk susunan infografik yang terstruktur. Dalam tahap ini, implementasikan metode ICCORE (Inform, Compare, Change, Organize, Relationship, dan Explore) untuk memvisualisasikan data Anda.

  • Inform: Pastikan data dapat menyampaikan pesan penting dari konsep dan ide yang telah dikembangkan
  • Compare: Pastikan suatu data dapat dibandingkan antara konteks satu dengan konteks yang lain, dapat berupa diagram batang, garis, dan lain sebagainya
  • Change: Konten dapat berisi perubahan data, kronologi, hingga cerita mengenai produk, perusahaan atau personal brand dari waktu ke waktu
  • Organize: Kategori ini digunakan untuk menunjukkan informasi seputar ranking, pola, atau siklus yang saling berurutan. Anda dapat menggunakan diagram flowchart, tabel, maupun mind mapping.
  • Relationship: Data juga dapat menunjukkan hubungan yang lebih kompleks pada suatu konteks. Contohnya, penggunaanya dapat berupa scatter plot maupun multi-series plot
  • Explore:  Pastikan pengguna dapat mengeksplorasi atau menjelajahi infografis anda secara lebih detail untuk menambah wawasan yang lebih mendalam

4. Mendesain Layout

Langkah selanjutnya adalah menentukan rancangan grid layout. Tujuan dari pembuatan sebuah grid adalah untuk menyeimbangkan tata letak dalam setiap elemen, seperti, teks, gambar, ilustrasi, dan elemen yang lain.

Dalam melakukan layouting, pastikan untuk menyesuaikannya dengan perilaku dan kebiasaan user dalam membaca informasi Anda. Gunakan struktur grid untuk membantu penyusunan elemen agar audiens lebih mudah dalam membaca dan memahami konten yang disajikan.

5. Menggunakan Template

Membuat sebuah desain infografis mulai dari nol hingga tahap akhir akan membutuhkan waktu yang cukup lama dan sumber daya yang besar. Namun, hal tersebut dapat diatasi dengan menggunakan template gratis yang sudah banyak tersedia di berbagai platform website design template.

Dengan adanya template, membuat desain menjadi lebih cepat dan setiap elemen yang ingin ditampilkan juga bisa diatur dengan mudah. Setelah template ditentukan, pastikan untuk memiliki keselarasan dengan struktur grid yang telah dibuat sebelumnya.

Rekomendasi Website Gratis untuk Membuat Infografis

rekomendasi Website Gratis untuk Membuat Infografis

Berikut ini adalah beberapa rekomendasi platform website yang bisa dipakkai dalam proses perancangan desain infografis yang menarik.

1. Canva

Merupakan tools online yang sering digunakan untuk membuat brosur hingga slide presentasi. Anda dapat menggunakan Canva untuk membuat infografis dengan lebih cepat dan mudah. Tools ini dapat anda gunakan secara gratis dengan mendaftarkan akun  terlebih dahulu.

2. Piktochart

Piktochart adalah pilihan terbaik untuk membuat berbagai macam infografis dengan format yang berbeda-beda, mulai dari ukuran poster, powerpoint, hingga laporan.

3. Infogram

Infogram bisa digunakan dengan mudah untuk membuat template infografik sederhana. website ini merupakan pilihan yang tepat untuk membuat data statistik.

4. Visualize

Visualize merupakan platform website untuk mengolah dan merancang infografik dengan tipe yang berbeda. Selain itu, website ini juga mempunyai fitur untuk membuat resume atau CV dengan format yang lebih advanced dan kreatif.

5. Visme

Kendati tergolong sebagai tool online yang masih baru, Visme memiliki berbagai fitur yang lengkap seperti presentasi, mockup, banner, poster, infographic dan lain sebagainya. Beberapa template telah tersedia dalam Visme, baik pada akun gratis, maupun premium.

Demikian artikel apa itu Infografis dan cara membuatnya dari Rumahweb, semoga bermanfaat.

Bermanfaatkah Artikel Ini?

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 3.5 / 5. Vote count: 4

Belum ada vote hingga saat ini!

Kami mohon maaf artikel ini kurang berguna untuk Anda!

Mari kita perbaiki artikel ini!

Beri tahu kami bagaimana kami dapat meningkatkan artikel ini?

Pindah Hosting ke Rumahweb Gratis

Catra Wardhana