Rumahweb Blog
banner blog - B2B Marketing dengan LinkedIn

B2B Marketing dengan LinkedIn

Social media activation adalah salah satu aspek penting yang harus Anda lakukan sebagai salah satu strategi marketing. Biasanya, media sosial yang digunakan oleh perusahaan meliputi Facebook, Instagram, dan Twitter.

Namun, pernahkah Anda mempertimbangkan Linkedin sebagai salah satu senjata marketing Anda?

LinkedIn biasanya digunakan untuk branding personal dan mencari pekerjaan. Namun Anda juga dapat memaksimalkan akun LinkedIn perusahaan sebagai salah satu cara untuk berkomunikasi dengan bisnis lainnya.

Dilansir dari halaman LinkedIn, berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh Foundationinc.co, sebanyak 80% B2B leads berasal dari LinkedIn, 13% dari Twitter, dan 7% dari Facebook.

Untuk memaksimalkan fungsi B2B Marketing LinkedIn ini, terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan, antara lain:

1. Memperbaiki Tampilan Company Page

Dengan tampilan yang menarik, Anda akan meninggalkan kesan pertama yang baik di mata pengunjung. Terdapat dua poin yang dapat Anda perhatikan dalam membuat profil menarik, di antaranya:

  • Foto Profil

Pastikan untuk mengubah foto profil agar profil perusahaan terlihat lebih kredibel. Anda dapat menggunakan logo perusahaan sebagai foto profil. Pastikan kembali tata letaknya agar logo tidak terpotong ataupun terlalu kecil.

Selain itu, Anda dapat menggunakan foto cover yang dapat menarik perhatian audiens.

  • Deskripsi

Selain menuliskan tahun berdirinya perusahaan, lokasi perusahaan, jumlah kantor cabang, maupun jumlah karyawan, pastikan Anda juga menuliskan kalimat jargon yang menarik.

Hal ini bertujuan agar calon konsumen yang membaca deskripsi perusahaan menjadi semakin tertarik untuk mencari tahu lebih lanjut.

2. Unggah Konten di LinkedIn

Tidak hanya berhenti pada pembuatan profil di LinkedIn, Anda juga harus melakukan optimalisasi dan memperbarui profil perusahaan. Caranya dapat dengan mengunggah informasi atau artikel terkait perusahaan.

Beberapa konten yang dapat dibagikan di LinkedIn misalnya, lowongan pekerjaan, capaian perusahaan, infografis, artikel blog, dan sebagainya. 

3. Buat Showcase Page

Showcase page adalah ekstensi yang dapat ditambahkan ke profil perusahaan. Showcase page bertujuan untuk menyorot unit bisnis atau brand individual. Showcase page akan tampil dengan judul “Affiliated Pages” pada halaman profil perusahaan.

Showcase page dapat membantu Anda mempromosikan unit bisnis dari perusahaan Anda. Contohnya, halaman LinkedIn Adobe berikut:

B2B Marketing dengan LinkedIn

Pada bagian Affiliated Page, Adobe menyematkan halaman Adobe Creative Cloud, Adobe Experience Cloud, dan Adobe Document Cloud. Dengan cara ini, Adobe dapat menunjukkan unit bisnis apa saja yang dimiliki, serta audiens dapat langsung mengunjungi unit bisnis tersebut.

4. Beriklan di LinkedIn

Jika Anda telah melakukan optimalisasi pada halaman LinkedIn serta telah memiliki konten LinkedIn yang berkualitas, maka selanjutnya Anda dapat mempertimbangkan untuk beriklan di LinkedIn.

Pada LinkedIn, Anda dapat memilih target audiensnya berdasarkan professional attributes seperti pekerjaan, skill, perusahaan, industri, dan lainnya.

5. Monitor LinkedIn Analytics

Cek LinkedIn Analytics secara berkala untuk dapat me-review strategi marketing yang Anda gunakan. Dengan menggunakan LinkedIn Analytics, Anda dapat memonitor dari mana pengunjung menemukan halaman bisnis Anda.

LinkedIn adalah media sosial yang agak berbeda dari media sosial lain seperti Facebook, Instagram, dan lainnya. Pada LinkedIn, pencapaian tidak terdefinisikan oleh jumlah followers yang didapatkan, melainkan dari kualitas konten dan informasi yang diberikan. 

Oleh karena itu, poin utama yang harus diperhatikan dalam melakukan pemasaran melalui LinkedIn adalah kualitas kontennya. Dengan memiliki konten yang berkualitas, maka calon konsumen akan mendapatkan informasi berkualitas mengenai produk atau layanan bisnis Anda.

Demikian artikel B2B Marketing LinkedIn dari Rumahweb, semoga bermanfaat.

Berikan Komentar

Agnes Sony Tianinda