Rumahweb Blog
Banner Artikel - Apa itu Assessment Adalah

Assessment: Pengertian, Jenis dan Tujuannya Bagi Perusahaan

Assessment adalah istilah yang cukup sering didengar dalam dunia kerja. Lalu, apa itu assessment ? Singkatnya, assessment adalah rangkaian tes yang diberikan perusahaan kepada karyawan atau calon karyawan untuk mengukur kemampuannya terhadap skill/pekerjaan tertentu.

Pada artikel berikut ini, Rumahweb Indonesia telah merangkum berbagai informasi terkait assessment yang penting untuk diketahui, terutama bagi para pencari kerja. Simak, ya!

Apa itu Assessment 

Assessment adalah penilaian yang dilakukan suatu perusahaan dalam jangka waktu tertentu, untuk mengukur kemampuan karyawan atau calon karyawan. Penilaian ini akan menentukan apakah mereka layak menduduki posisi tertentu atau tidak.

Assessment sering dijumpai dalam dunia pekerjaan, misalnya saat rekrutmen karyawan baru atau saat ada promosi kenaikan jabatan.

Meskipun demikian, assessment juga dapat ditemui dalam dunia pendidikan. Biasanya assessment dilakukan pihak sekolah kepada peserta didik maupun pada tenaga pengajar dan staf. Bentuknya bisa beragam, ada yang berupa tes tertulis, lisan, maupun aktivitas fisik.

BACA JUGA: Apa itu Outsourcing? Definisi, Sistem, dan Undang-undang

Fungsi Assessment 

Setelah mengetahui apa itu assessment, selanjutnya Anda perlu memahami tentang manfaat dan fungsi dari assessment. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, assessment adalah upaya penilaian perusahaan untuk mengukur kemampuan karyawan. Ada sejumlah fungsi dan manfaat assessment bagi perusahaan, di antaranya:

1. Fungsi Formatif

Assessment memiliki berbagai fungsi, salah satunya fungsi normatif. Pada fungsi ini, assessment berguna untuk memberi feedback guna memperbaiki atau meningkatkan kinerjanya.

Dalam konteks perusahaan, assessment dapat dilakukan jika perusahaan ingin mengetahui sejauh mana kinerja pimpinan atau karyawan.

2. Fungsi Sumatif

Fungsi sumatif pada assessment dilakukan untuk mengevaluasi pencapaian akhir keseluruhan dari kinerja karyawan. Assessment biasanya dilakukan pada akhir periode atau tahap pekerjaan tertentu.

3. Fungsi Diagnosis

Pada fungsi diagnosis, assessment dilakukan dengan tujuan mengetahui kelebihan dan kelemahan yang dimiliki oleh karyawan. Dengan begitu, perusahaan dapat mencari solusi untuk mengatasi kelemahan yang dimiliki.

4. Fungsi Penempatan

Fungsi penempatan pada assessment dilakukan untuk membantu karyawan menentukan wilayah atau lokasi penempatan kerja agar pekerjaannya lebih produktif.

5. Fungsi Penilaian Keberhasilan

Terakhir adalah fungsi penilaian keberhasilan. Dalam fungsi ini, assessment berguna untuk menentukan sejauh mana tujuan atau standar yang diterapkan telah tercapai oleh individu atau kelompok yang dinilai.

Jenis Assessment

Agar lebih mudah dalam memahami assessment, berikut ini adalah jenis-jenis assessment yang penting diketahui:

1. Asesmen Kinerja

Asesmen kinerja atau performance assessment adalah asesmen yang dilakukan untuk menilai kinerja karyawan dalam tugas sehari-hari mereka.

Hal ini mencakup penilaian terhadap bagaimana karyawan menjalankan tanggung jawab mereka, dan apakah mereka mampu mencapai target serta berkontribusi terhadap tujuan perusahaan.

2. Asesmen Kompetensi

Asesmen ini mengukur sejauh mana karyawan memiliki keterampilan dan kompetensi yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan dengan efektif. Kompetensi dapat mencakup keterampilan teknis, keterampilan interpersonal, kepemimpinan, serta berbagai kemampuan lain yang relevan dengan peran pekerjaan.

3. Asesmen Kognitif

Cognitive assessment adalah asesmen yang dilakukan untuk mengukur kemampuan karyawan dalam memecahkan masalah, berpikir kritis, mengambil keputusan, dan menganalisis informasi secara efektif.

4. Asesmen Kepribadian

Personality assessment adalah asesmen yang bertujuan untuk memahami karakteristik kepribadian karyawan seperti tingkat ekstroversi, penyesuaian diri, ketekunan, dan lain-lain.

5. Asesmen Fisik

Physical assessment adalah asesmen yang berguna untuk mengukur kemampuan fisik karyawan dalam melakukan pekerjaannya. Asesmen jenis ini biasanya dilakukan kepada karyawan yang bekerja di lapangan yang mengharuskannya memiliki kondisi fisik prima.

6. Asesmen Pengembangan

Terakhir, assessment ini dirancang untuk mengidentifikasi area pengembangan potensial bagi karyawan. Asesmen pengembangan dapat membantu dalam merancang rencana pengembangan pribadi yang sesuai untuk meningkatkan keterampilan atau kompetensi tertentu.

BACA JUGA: Apa itu Software Engineering? Pengertian, Skill, dan Karir

Perbedaan KPI dan Assessment 

Dalam konteks pengukuran kinerja dan evaluasi, Key Performance Indicators (KPI) dan assessment adalah dua konsep yang berbeda. Perbedaan keduanya dapat dilihat dari sejumlah aspek berikut:

1. Definisi

Berdasarkan definisinya, KPI adalah metrik atau indikator kuantitatif yang digunakan untuk mengukur sejauh mana suatu organisasi, proyek, atau individu telah mencapai tujuan atau target tertentu.

Definisi ini cukup berbeda dengan assesment, di mana assessment adalah proses evaluasi yang lebih umum dan luas.

2. Tujuan

KPI digunakan untuk mengukur kinerja dan kesuksesan dalam mencapai tujuan bisnis atau proyek.

Tujuan assessment adalah untuk mengukur kinerja individu atau kelompok dalam konteks tertentu. Konteks ini bisa dalam bidang pendidikan, pekerjaan, atau self-development.

3. Fokus

Jika KPI lebih fokus pada hasil dan dampak, assessment berfokus pada evaluasi holistik.

4. Pengukuran

Untuk pengukurannya, KPI biasanya menggunakan angka/persentase dan diukur secara kuantitatif. Hal ini berbeda dengan assessment, yang dapat melibatkan berbagai bentuk metode, termasuk tes, tugas, observasi, dan feedback dari berbagai sumber.

5. Frekuensi

KPI biasanya diukur secara berkala, sedangkan assessment dapat dilakukan secara periodik atau acak, tergantung kebutuhan.

BACA JUGA: Lima Contoh Budaya Perusahaan yang Unik

Tujuan Assessment bagi Perusahaan

Tujuan utama dari assessment tentu adalah untuk menentukan apakah seorang karyawan layak menduduki posisi tertentu atau tidak. Selain itu, beberapa tujuan lain dari assessment adalah sebagai berikut:

1. Mengevaluasi Kinerja Karyawan

Tujuan pertama dari assessment adalah membantu perusahaan menilai kinerja karyawan dalam mencapai tujuan bisnis dan standar yang ditetapkan.

2. Mengidentifikasi Potensi Karyawan

Assessment juga bertujuan untuk mengidentifikasi karyawan yang memiliki keterampilan atau kemampuan khusus. Karyawan ini nantinya dapat diarahkan untuk tanggung jawab yang lebih besar.

3. Menentukan Area Penempatan yang Sesuai

Tujuan lain dari assessment adalah menentukan penempatan yang sesuai bagi karyawan berdasarkan kemampuan, keterampilan, dan minat mereka.

4. Pengembangan dan Pelatihan

Assessment juga bertujuan mengidentifikasi area pengembangan potensial bagi karyawan dan membantu perusahaan merancang program pelatihan yang sesuai.

5. Membantu HRD Mengambil Keputusan

Assessment bertujuan untuk memberikan informasi dasar yang objektif kepada HRD untuk mengambil keputusan terkait SDM, seperti promosi, pemecatan, atau peningkatan tanggung jawab.

Kesimpulan

Assessment adalah proses yang krusial dan memiliki peran penting dalam mengukur kinerja, kualitas, dan potensi pengembangan individu atau kelompok di sebuah perusahaan. 

Assessment membuat perusahaan jadi lebih mudah dalam mengambil keputusan, terutama yang berkaitan dengan SDM dan goals dari perusahaan tersebut.

Demikian artikel kami tentang apa itu Assessment hingga manfaatnya. Sudah pernahkah Anda mengikuti atau bahkan mengadakan assesment?

Bermanfaatkah Artikel Ini?

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 0 / 5. Vote count: 0

Belum ada vote hingga saat ini!

Kami mohon maaf artikel ini kurang berguna untuk Anda!

Mari kita perbaiki artikel ini!

Beri tahu kami bagaimana kami dapat meningkatkan artikel ini?

Domain & Hosting Gratis di Rumahweb

Darin Rania

A mother who dedicate her time to write & create creative contents