Infografis menjadi salah satu cara efektif untuk menyampaikan informasi yang kompleks agar lebih ringkas dan mudah dipahami. Kini, membuat infografis dengan AI juga semakin mudah, mulai dari mencari ide, menyusun struktur, hingga membuat copy singkat untuk melengkapi desain.
Namun, infografis yang baik bukan hanya soal visual yang menarik. Informasi yang terlalu padat atau tidak tersusun dengan jelas justru dapat membuat pembaca kesulitan memahami pesan yang ingin disampaikan.
AI dapat membantu mempercepat proses tersebut, tetapi tetap membutuhkan arahan dan penyuntingan agar hasilnya sesuai dengan tujuan konten. Pada artikel ini, kita akan membahas cara membuat infografis dengan AI, mulai dari menentukan brief, memilih jenis infografis, menyusun struktur konten, hingga menggunakan checklist desain agar hasilnya informatif dan mudah dipahami.
Also Read
Ringkasan Cepat
- Infografis yang bagus biasanya menang di 3 hal: headline kuat, alur baca jelas, data ringkas.
- AI paling berguna untuk: merangkum, membuat outline, menyederhanakan copy, dan menyiapkan versi alternatif.
- Jangan mulai dari desain. Mulai dari brief.
- Selalu catat sumber data jika Anda memakai angka/statistik.
Apa Itu Infografis?
Infografis adalah cara menyajikan informasi dalam bentuk visual yang menggabungkan teks singkat, ikon, ilustrasi, atau grafik agar sebuah topik lebih mudah dipahami. Dibandingkan artikel panjang, infografis membantu pembaca menangkap inti informasi hanya dalam beberapa menit.
Namun, tidak semua jenis konten cocok disajikan dalam bentuk infografis. Agar hasilnya efektif, Anda perlu mengetahui kapan format ini sebaiknya digunakan.
Infografis cocok digunakan untuk:
- Menjelaskan proses atau langkah-langkah secara bertahap.
- Membandingkan dua atau lebih pilihan.
- Merangkum poin-poin penting dari sebuah artikel atau laporan.
- Membuat konten yang mudah dibagikan di media sosial.
Sebaliknya, infografis kurang efektif jika:
- Topiknya terlalu abstrak tanpa contoh yang jelas.
- Informasi yang dimasukkan terlalu banyak sehingga tampilannya berubah seperti poster penuh tulisan.
Kenapa Menggunakan AI untuk Membuat Infografis?
AI bukan pengganti desainer, tetapi dapat membantu mempercepat proses penyusunan konten. Bagian yang biasanya memakan waktu, seperti merangkum informasi dan membuat struktur, dapat diselesaikan lebih cepat sehingga Anda bisa lebih fokus pada desain visual.
Beberapa hal yang dapat dibantu AI antara lain:
- Menyusun outline infografis.
- Membuat headline dan subheadline.
- Mengubah artikel panjang menjadi poin-poin penting.
- Membuat beberapa variasi copy dengan gaya bahasa yang berbeda.
Cara Membuat Infografis dengan AI
Dengan bantuan AI, proses pembuatan infografis menjadi lebih efisien tanpa mengurangi kualitas isi. Berikut step by step yang dapat Anda ikuti untuk membuat Infografis dengan bantuan AI.
Step 1. Buat Brief Infografis
Sebelum mulai mendesain, pastikan Anda memiliki brief yang jelas. Brief berfungsi sebagai panduan agar isi dan desain tetap fokus pada tujuan utama.
Berikut informasi yang sebaiknya disiapkan:
- Tujuan: edukasi, awareness, atau menghasilkan lead.
- Target audiens: pemula, menengah, atau profesional.
- Platform: Instagram Feed, Stories, LinkedIn, blog, atau media lainnya.
- Pesan utama: satu kalimat yang ingin disampaikan.
- Poin pendukung: tiga hingga lima poin penting.
- Data atau angka: jika ada informasi statistik yang wajib ditampilkan.
- Call to Action (CTA): misalnya ajakan untuk menyimpan, membagikan, atau mengunjungi website.
Satu infografis sebaiknya hanya memiliki satu pesan utama. Informasi lainnya berfungsi sebagai pendukung agar pembaca tidak kehilangan fokus.
Step 2. Pilih Jenis Infografis
Setelah brief selesai, tentukan jenis infografis yang paling sesuai dengan materi. Jenis infografis akan memengaruhi layout sekaligus alur membaca.
Beberapa format yang paling sering digunakan adalah:
- List atau Checklist untuk merangkum poin-poin penting.
- Timeline untuk menjelaskan urutan waktu atau perkembangan suatu peristiwa.
- Process atau Flowchart untuk menjelaskan langkah demi langkah.
- Comparison untuk membandingkan dua pilihan atau lebih.
- Statistik atau Data Chart untuk menyajikan angka dan hasil survei.
- Do & Don’t untuk menunjukkan praktik yang benar dan yang sebaiknya dihindari.
Memilih format yang tepat akan membuat informasi lebih mudah dipahami oleh pembaca.
step 3. Susun Struktur Konten
Infografis yang baik memiliki alur baca yang jelas sehingga pembaca dapat mengikuti informasi tanpa merasa kewalahan.
Struktur yang paling aman biasanya terdiri dari:
- Headline yang singkat dan menarik perhatian.
- Subheadline sebagai penjelasan singkat mengenai topik.
- Isi utama berupa tiga hingga tujuh poin penting.
- Ringkasan atau takeaway yang menegaskan pesan utama.
- Call to Action (CTA) untuk mengarahkan pembaca melakukan tindakan tertentu.
- Sumber data jika infografis memuat statistik atau informasi berbasis riset.
Dengan struktur seperti ini, informasi akan terasa lebih ringan, mudah dipindai, dan lebih nyaman dibaca, baik di perangkat desktop maupun ponsel.
Step 4. Gunakan AI untuk Membuat Outline dan Copy
AI dapat membantu mempercepat proses pembuatan infografis, terutama saat menyusun struktur konten dan menulis copy. Agar hasilnya lebih rapi, buatlah outline terlebih dahulu sebelum mengembangkan isi setiap bagian.
Berikut beberapa contoh prompt yang bisa Anda gunakan.
1. Membuat Outline Infografis
Gunakan prompt ini untuk menyusun kerangka infografis sebelum mulai mendesain.
Prompt:
Persona: Kamu adalah content strategist.
Task: Buat outline infografis.
Context: Topik: [TOPIK]. Audiens: [AUDIENS]. Tujuan: [TUJUAN]. Platform: [PLATFORM].
Format: Headline, subheadline, 5 poin utama, CTA, serta saran visual untuk setiap poin.
Tambahan: Buat versi yang muat dalam satu halaman.
2. Merangkum Artikel Menjadi Poin Infografis
Jika Anda sudah memiliki artikel, AI dapat mengubahnya menjadi poin-poin singkat yang lebih mudah divisualisasikan.
Prompt:
Persona: Kamu adalah editor.
Task: Ringkas artikel menjadi poin infografis.
Context: Teks: [PASTE].
Format: 1 headline, 1 subheadline, dan maksimal 6 poin dengan panjang tidak lebih dari 12 kata per poin.
3. Membuat Beberapa Pilihan Headline
Judul yang menarik dapat meningkatkan kemungkinan infografis dibaca dan dibagikan.
Prompt:
Buat 10 pilihan headline infografis untuk topik [TOPIK].
Panjang setiap headline 5–10 kata, jelas, informatif, dan tidak berlebihan.
4. Menyesuaikan Copy untuk Berbagai Platform
Setiap media sosial memiliki gaya komunikasi yang berbeda. AI dapat membantu menyesuaikan isi infografis agar lebih relevan dengan platform tujuan.
Prompt:
Tulis ulang copy infografis berikut untuk:
A. Instagram: lebih singkat dan mudah dipahami.
B. LinkedIn: lebih profesional dan informatif.
Copy: [PASTE]
5. Memeriksa Kebutuhan Sumber Data
Jika infografis memuat angka atau klaim tertentu, pastikan informasi tersebut memiliki referensi yang jelas.
Prompt:
Dari poin-poin berikut, tandai mana yang membutuhkan sumber data dan rekomendasikan jenis referensi yang paling sesuai.
Poin: [PASTE]
Step 5. Checklist Desain Infografis
Desain infografis yang baik bukan sekadar terlihat menarik, tetapi juga membuat informasi mudah dipahami dalam waktu singkat. Sebelum dipublikasikan, pastikan beberapa hal berikut sudah terpenuhi.
- Headline dapat dipahami dalam 2–3 detik.
- Gunakan maksimal dua jenis font agar tampilan tetap konsisten.
- Terapkan hierarki visual yang jelas antara judul, subjudul, dan isi.
- Pastikan kontras warna cukup sehingga teks mudah dibaca.
- Berikan ruang kosong (white space) agar desain tidak terasa penuh.
- Gunakan ikon atau ilustrasi yang mendukung isi, bukan sekadar dekorasi.
- Tampilkan angka atau statistik secara lengkap beserta satuannya.
- Cantumkan sumber data jika menggunakan informasi berbasis angka.
Jika Anda harus mengecilkan ukuran font agar semua teks muat dalam satu desain, kemungkinan isi infografis terlalu banyak. Lebih baik pecah menjadi dua infografis atau sederhanakan pesannya agar tetap nyaman dibaca.
Tabel Platform, Ukuran, dan Karakter Konten
Tabel berikut merangkum beberapa platform yang umum digunakan untuk membagikan infografis, ukuran yang dapat digunakan, serta karakter konten yang sebaiknya disesuaikan dengan masing-masing platform.
| Platform | Format umum | Karakter konten |
|---|---|---|
| IG feed | 1080Ă—1080 / 1080Ă—1350 | ringkas, visual kuat |
| IG story | 1080Ă—1920 | 1 ide per slide |
| 1080Ă—1080 / dokumen | lebih informatif | |
| Blog | lebar 1200px+ | bisa lebih detail |
Kesalahan umum saat bikin infografis dengan AI
Jawaban langsung: AI sering menghasilkan copy yang kebanyakan, jadi Anda perlu mengunci batasan.
Kesalahan umum:
- tidak menentukan batas kata per poin
- meminta AI “buat infografis” tanpa format
- tidak menyiapkan data/sumber
- terlalu banyak warna/ikon
Workflow Konten Lebih Rapi dengan VPS
Jika workflow desain dan konten Anda semakin kompleks, menggunakan server yang stabil dapat membantu pengelolaan file, dashboard, hingga berbagai tools pendukung dalam satu tempat. Dengan VPS Murah dari Rumahweb, Anda mendapatkan resource terisolasi, SSD storage, perlindungan DDoS, serta dukungan teknis 24/7 yang siap menunjang kebutuhan proyek Anda.
FAQ
AI bisa membantu menyusun konten dan struktur. Untuk desain visual final, Anda tetap butuh tool desain (Canva/Figma) atau template.
Umumnya 3–7 poin. Lebih dari itu sering membuat layout penuh dan sulit dibaca.
Tidak wajib, tetapi data bisa memperkuat kredibilitas. Jika pakai data, sertakan sumber.
Tunjukkan manfaat dan konteks, misalnya “Checklist…” atau “Perbandingan…” tanpa clickbait.
Untuk pemula, Canva. Untuk tim desain, Figma.
Terlalu banyak teks dan tidak ada hierarki visual.
Cocok untuk platform visual seperti IG, tetapi juga efektif di LinkedIn dan blog jika rapi.
Brief: tujuan, audiens, platform, pesan utama, poin pendukung, data, dan CTA.
Kesimpulan
Infografis yang efektif dan menarik lahir dari perencanaan yang matang, mulai dari panduan kerja (brief) yang jelas, struktur konten yang rapi, hingga desain visual yang memudahkan audiens dalam membaca informasi. Dengan memanfaatkan bantuan kecerdasan buatan (AI), proses produksinya dapat dipermudah melalui alur kerja yang praktis: menentukan tipe infografis, menyusun alur baca yang logis, menggunakan AI untuk membuat kerangka dan teks, serta melakukan pemeriksaan akhir agar visual tidak padat oleh teks.
Jika Anda ingin menghasilkan kualitas konten yang konsisten, kuncinya adalah menyimpan templat brief dan perintah (prompt) terbaik Anda. Sistem dokumentasi inilah yang membuat proses produksi konten menjadi jauh lebih cepat dan teratur, bukan sekadar asal menggunakan teknologi AI.







