Rumahweb Blog
Banner - Startup Unicorn Pengertian dan Contohnya

Startup Unicorn: Pengertian dan Contohnya

Sebagai sebuah fenomena yang baru meroket beberapa tahun terakhir, startup atau perusahaan rintisan tentu memiliki banyak istilah yang mungkin belum pernah didengar sebelumnya di bisnis mana pun. Sebut saja startup unicorn, decacorn, hingga hectocorn. Perlu anda ketahui bahwa tiga istilah tersebut mewakili tingkatan startup itu sendiri.

Startup unicorn adalah salah satu istilah yang sering kita dengar akhir-akhir ini. Karena unicorn merupakan tingkatan paling rendah dan menjadi target awal bisnis startup. Lantas apa itu startup unicorn?

Pengertian Startup Unicorn

Startup unicorn adalah perusahaan rintisan yang telah mengantongi valuasi lebih dari 1 miliar USD atau setara dengan Rp14,1 triliun. Istilah unicorn sendiri pertama kali diperkenalkan oleh investor asal Amerika Serikat yang mendirikan Cowboy Ventures, Aileen Lee di tahun 2013.

Awalnya Lee melakukan riset dan menemukan sekitar 0,07% dari perusahaan yang didanai ventura memiliki valuasi di atas 1 miliar USD. Ia pun mencoba mencari istilah yang tepat untuk membagikan temuannya tersebut. Ia ingin mencari istilah yang mudah dan gampang diingat. Hingga akhirnya, Lee tertarik dengan kata unicorn.

Siapa yang tidak pernah mendengar soal unicorn? Selama ini, unicorn dikenal di cerita-cerita fiksi sebagai hewan mitologi. Hewan tersebut digambarkan sebagai seekor kuda putih dengan sebuah tanduk di dahinya.

Bagi Lee, filosofi ini cocok untuk menggambarkan startup unicorn, karena saat itu sangat jarang ada perusahaan rintisan yang mencapai valuasi sebesar itu. Namun, seiring berjalannya waktu dan pesatnya pertumbuhan perusahaan rintisan, muncullah istilah lain di atas unicorn, yaitu decacorn, dan hectocorn.

Decacorn merupakan startup yang berada di tingkat sedang. Jika startup unicorn memiliki valuasi di atas 1 miliar USD, maka decacorn merupakan perusahaan rintisan yang telah mencapai valuasi 10 kali lipat, yaitu 10 miliar USD. Sejumlah startup diketahui telah berhasil menyandang status ini, di antaranya Grab, Pinterest, Dropbox, hingga Xiaomi.

Sedangkan tingkatan startup paling tinggi dinamai dengan hectocorn. Sebuah startup akan menyandang gelar ini ketika valuasinya telah mencapai angka 100 miliar USD atau 10 kali lipat dari decacorn. Namun dilihat dari valuasinya yang sangat tinggi, hingga saat ini belum ada perusahaan rintisan yang sanggup menyentuh tingkatan ini.

Contoh Startup Unicorn di Indonesia

Keberhasilan Indonesia di dunia startup tak hanya ditandai dengan menjamurnya perusahaan rintisan, tapi juga level yang telah berhasil mereka tapaki. Setidaknya ada 7 perusahaan yang berhasil menyandang status unicorn. Apa saja?

1. GOJEK

Contoh Startup Unicorn di Indonesia adalah Gojek

Di Indonesia, perusahaan yang pertama kali menyandang status sebagai startup unicorn adalah GOJEK, perusahaan yang bergerak di bidang transportasi online alias berbasis aplikasi.

Berdiri sejak tahun 2010, perusahaan yang diusung oleh Nadiem Makariem, Kevin Aluwi, dan Michaelangelo Moran ini bahkan berhasil menyabet gelar decacorn dalam waktu 2 tahun setelah menyandang status unicorn-nya.

Lebih dari 10 tahun berada di tengah-tengah masyarakat, GOJEK kini semakin melebarkan sayapnya dengan menyediakan berbagai layanan lain, seperti antar makanan, antar barang, beli pulsa, belanja online, dan lainnya. 

2. Tokopedia

Contoh Startup Unicorn di Indonesia adalah Tokopedia

Perusahaan rintisan berikutnya yang menjadi startup unicorn adalah Tokopedia. Startup ini bergerak di bidang e-commerce, yang mewadahi transaksi jual beli secara online.

Digawangi oleh William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison, Tokopedia berhasil meraih status unicorn di tahun 2017, tepatnya setelah 8 tahun sejak perusahaan ini berdiri. 

Pesatnya pertumbuhan startup satu ini membuat investor berbondong-bondong untuk mengucurkan dana untuk mereka. Salah satunya, investasi dari perusahaan e-commerce raksasa asal Cina, Alibaba.

Tak hanya itu, sejak Tokopedia melakukan merger dengan GOJEK yang dinamai GoTo, valuasi perusahaan startup ini pun semakin melambung tinggi.

Goto

 3. Traveloka

Contoh Startup Unicorn di Indonesia adalah Tokopedia

Tak hanya di bidang transportasi dan e-commerce, ada juga startup di bidang leisure yang berhasil meraih gelar unicorn. Perusahaan selanjutnya yang menjadi startup unicorn adalah Traveloka.

Didirikan oleh Ferry Unardi, Derianto Kusuma, dan Albert Zhang pada tahun 2012, Traveloka dinobatkan masuk dalam daftar unicorn di tahun 2017, sekitar 5 tahun setelah perusahaan didirikan.

Baca juga artikel : Cara Membuat Startup dan Cara Mengembangkannya

4. Bukalapak 

Contoh Startup Unicorn di Indonesia adalah Bukalapak

E-commerce lain yang berhasil menggelar status sebagai startup unicorn adalah Bukalapak.

Didirikan pada tahun 2010 oleh Achmad Zaky, Fajrin Rasyid, dan Nugroho Herucahyono, perusahaan rintisan ini berhasil masuk dalam jajaran unicorn di tahun 2017 dengan valuasi sebesar 1 miliar USD pada saat itu. 

5. OVO

Contoh Startup Unicorn di Indonesia adalah Ovo

Perusahaan rintisan kelima yang menjadi startup unicorn adalah OVO. Seperti yang diketahui, OVO merupakan aplikasi mobile dompet digital (e-wallet) yang digagas oleh Grup Lippo.

Startup satu ini meraih gelar unicorn di tahun 2019, dengan pertumbuhan pengguna hingga 400%. Kini, OVO menjadi salah satu e-wallet yang bermitra dengan banyak perusahaan startup lain seperti GRAB, Tokopedia, dan lainnya.

6. JD.id

JD.ID

Meski tak secara gamblang, JD.id telah berhasil meraih valuasi sebesar 1 miliar USD sejak tahun 2019. Artinya, perusahaan rintisan ini juga telah menyandang gelar sebagai startup unicorn.

Diprakarsai oleh perusahan e-commerce terbesar Cina, JD.com yang bermitra dengan Provident Capital, startup satu ini hadir di tengah-tengah masyarakat sejak tahun 2015.

7. J&T Express

J&T Express

Pendatang baru yang terbilang cepat menjadi startup unicorn adalah J&T Express. Perusahaan yang bergerak di bidang ekspedisi atau pengiriman barang ini baru saja meraih gelar unicorn-nya pada tahun 2021 ini.

Startup ini mulai beroperasi pada tahun 2015, setelah didirikan oleh Jet Lee dan Tony Chen. Ya, J&T merupakan singkatan dari founder-nya. Beberapa tahun terakhir, pertumbuhan J&T Express semakin pesat karena semakin meningkatnya transaksi jual beli online.

Sejumlah e-commerce juga diketahui bekerja sama dengan perusahaan startup ini, seperti Shopee, Tokopedia, Bukalapak, dan lainnya.

Itulah ulasan Rumahweb terkait pengertian dan daftar startup unicorn Indonesia. Melihat pesatnya perkembangan startup di Tanah Air, besar kemungkinan dalam beberapa waktu ke depan, sepertinya daftar ini akan semakin panjang. Kita tunggu saja!

Pelajari juga ulasan kami tentang 9 Bisnis Startup Indonesia terbaik di tahun 2021, agar pengetahuanmu tentang startup semakin meningkat.

Bermanfaatkah Artikel Ini?

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 5 / 5. Vote count: 1

Belum ada vote hingga saat ini!

Kami mohon maaf artikel ini kurang berguna untuk Anda!

Mari kita perbaiki artikel ini!

Beri tahu kami bagaimana kami dapat meningkatkan artikel ini?

VPS Alibaba

Hairum Fellayati

Scrolling, Writing and Editing