Dunia periklanan digital mulai memasuki babak baru. Kehadiran iklan di ChatGPT menjadi sorotan setelah OpenAI membuka peluang bagi pengiklan dari kategori kesehatan dan finance. Langkah ini bukan sekadar memperluas ruang promosi, tetapi juga menandai munculnya AI search sebagai kanal baru untuk menjangkau audiens.
Namun, ketika iklan masuk ke ranah yang sensitif seperti kesehatan dan keuangan, pertanyaan tentang keamanan, transparansi, hingga batasan kebijakan pun ikut mencuat. Lantas, seperti apa perubahan ini dan apa dampaknya bagi brand yang ingin beriklan di ekosistem AI?
Ringkasan Cepat
- SEJ melaporkan riset SE Ranking menemukan ChatGPT menampilkan iklan pada 28,69% prompt komersial di kategori healthcare dalam studi mereka, jauh lebih tinggi daripada angka pembanding yang mereka catat pada Google AI Mode (2,64%).
- SEJ menulis OpenAI membuat aturan penempatan iklan lebih fleksibel, sehingga konteks medical, legal, dan financial advice tidak lagi diblokir secara default, meski konteks sensitif tertentu tetap dilarang.
- Kebijakan iklan disebut terus berubah, dan SEJ mencatat perubahan berkali-kali dalam beberapa bulan.
Bagaimana Aturan Iklan di ChatGPT Mulai Berubah?
Menurut laporan yang dibahas Search Engine Journal, aturan penempatan iklan di ChatGPT kini mulai mencakup sejumlah konteks yang berkaitan dengan kesehatan dan keuangan. Meski demikian, iklan tidak dapat ditampilkan secara bebas di semua percakapan. Penempatannya tetap mengikuti batasan tertentu, sementara pengiklan dari kategori tertentu mungkin perlu melalui proses persetujuan terlebih dahulu.
Also Read
Secara sederhana, terdapat dua lapisan aturan utama yang perlu diperhatikan:
- Advertiser eligibility menentukan pengiklan yang memenuhi syarat untuk beriklan, termasuk kemungkinan adanya persetujuan manual untuk kategori seperti finance dan healthcare.
- Placement rules menentukan konteks percakapan yang boleh atau tidak boleh menampilkan iklan.
Mengapa Perubahan Iklan di ChatGPT Penting?
Di mesin pencari, pengguna sudah terbiasa membedakan antara hasil organik dan iklan yang muncul di halaman pencarian. Namun, pengalaman berbasis chat menghadirkan situasi yang berbeda. Ketika jawaban diberikan dalam bentuk percakapan yang terasa lebih personal dan kontekstual, batas antara informasi dan iklan dapat terasa lebih menyatu.
Bagi bisnis, perubahan ini membuka peluang baru untuk menjangkau calon pelanggan melalui percakapan yang lebih relevan dengan kebutuhan mereka. Namun, di sisi pengguna, transparansi dan konteks penempatan iklan menjadi semakin penting. Hal ini terutama berlaku ketika iklan muncul dalam topik sensitif seperti kesehatan dan keuangan, yang membutuhkan informasi akurat serta tingkat kepercayaan yang tinggi.
Apa yang Diukur dalam Riset SE Ranking?
Riset SE Ranking yang dibahas dalam laporan tersebut menganalisis 50.006 prompt komersial dari 20 niche di Amerika Serikat.
Beberapa angka yang disebut:
- 50.006 prompt komersial dianalisis.
- 12.974 prompt menghasilkan iklan atau sekitar 25,94%.
- Pada niche healthcare, iklan muncul pada sekitar 28,69% prompt komersial.
Namun, angka tersebut perlu dibaca dengan konteks. Kategori healthcare dalam riset merupakan klasifikasi niche komersial, bukan berarti seluruh prompt tersebut merupakan percakapan pribadi mengenai kondisi kesehatan.
Dengan begitu, angka tersebut tidak otomatis menunjukkan bahwa sistem keamanan atau guardrail gagal.
Perbedaan Data Iklan di ChatGPT dan Google AI Mode
Perbandingan antara iklan di ChatGPT dan Google AI Mode perlu dilakukan dengan hati hati karena keduanya tidak sepenuhnya menggunakan kondisi pengujian yang sama. Data dikumpulkan pada waktu yang berbeda dan menggunakan metode yang berbeda pula, sehingga hasilnya belum dapat dianggap sebagai perbandingan langsung.
Beberapa perbedaan dalam pengumpulan data tersebut meliputi:
Keyword Google AI Mode: keyword yang digunakan secara khusus untuk memicu sistem iklan Google Ads.
Waktu pengumpulan data ChatGPT: 23 Juli.
Waktu pengumpulan data Google AI Mode: 30 Juni.
3 Hal yang Perlu Dipersiapkan Bisnis untuk Iklan di ChatGPT
Bagi bisnis yang bergerak di kategori sensitif, perubahan ini menunjukkan bahwa strategi iklan tidak cukup hanya mengandalkan creative dan budget. Compliance, transparansi, dan kualitas landing page juga semakin penting. Agar strategi tetap efektif sekaligus sesuai dengan kebijakan, ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian, yaitu:
1. Marketing Perlu Memperhatikan Kebijakan Iklan
Untuk kategori seperti kesehatan dan keuangan, bisnis perlu lebih berhati hati dalam menyusun campaign. Selain mempertimbangkan daya tarik iklan, setiap materi juga perlu disesuaikan dengan kebijakan yang berlaku.
Hal yang perlu diperhatikan:
- kemungkinan adanya proses approval.
- klaim dalam copy harus jelas dan tidak berlebihan.
- landing page perlu memiliki informasi yang transparan.
- disclaimer dan informasi legal perlu disiapkan sesuai kebutuhan.
2. Brand Safety Menjadi Semakin Penting
Dalam pengalaman berbasis percakapan, konteks menjadi bagian penting dari cara pengguna menerima sebuah iklan. Karena itu, brand safety tidak hanya berkaitan dengan materi iklan, tetapi juga dengan konteks tempat iklan tersebut muncul.
Untuk menjaga keamanan dan konsistensi brand, beberapa langkah yang dapat disiapkan antara lain:
- Menentukan konteks percakapan yang sesuai dan tidak sesuai dengan karakter brand.
- Melakukan monitoring terhadap placement iklan.
- Menetapkan standar internal untuk copy dan campaign.
- Mengevaluasi kualitas traffic dan lead yang dihasilkan.
3. AEO dan Iklan Mulai Saling Berkaitan
Perubahan pengalaman pencarian berbasis AI juga membuat batas antara konten informatif dan aktivitas periklanan semakin menarik untuk diperhatikan. Ketika jawaban AI dan iklan hadir dalam satu pengalaman, konten yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami menjadi semakin penting.
Konten yang terstruktur dapat membantu:
- Menyampaikan informasi dengan lebih jelas dan mudah dipahami.
- Membangun kepercayaan pengguna terhadap brand.
- Menjawab pertanyaan calon pelanggan sebelum mereka menghubungi customer service.
- Mendukung perjalanan pengguna dari tahap mencari informasi hingga mengambil keputusan.
Dengan kata lain, brand tidak cukup hanya berfokus pada bagaimana iklan dilihat. Kualitas informasi yang menyertai perjalanan pengguna juga perlu menjadi bagian dari strategi, terutama ketika AI mulai berperan dalam proses pencarian dan pengambilan keputusan.
Checklist Sebelum Mencoba Ads di Platform AI
Sebelum menjalankan campaign, pastikan beberapa hal berikut sudah siap:
- Produk memenuhi persyaratan kategori advertiser.
- Landing page memiliki informasi yang transparan.
- Terms, privacy policy, dan disclaimer sudah tersedia jika diperlukan.
- Tidak menggunakan klaim medis atau keuangan yang absolut.
- Ada proses approval internal sebelum campaign berjalan.
- Placement dan konteks iklan dapat dimonitor.
- Kualitas lead diukur, bukan hanya jumlah klik.
Intinya, peluang iklan di platform AI memang semakin menarik, tetapi kategori sensitif membutuhkan pendekatan yang lebih hati-hati. Brand yang mampu menggabungkan iklan, konten informatif, compliance, dan transparansi akan lebih siap menghadapi perubahan cara orang menemukan informasi.
Server Stabil untuk Mendukung Monitoring dan Otomasi
Monitoring, tracking, dan reporting lintas channel membutuhkan infrastruktur yang mampu menangani proses secara konsisten, terutama ketika volume data terus meningkat. Server yang stabil membantu workflow tetap berjalan lancar sehingga proses pemantauan dan otomasi tidak mudah terganggu.
Untuk kebutuhan tersebut, VPS Murah dari Rumahweb dapat menjadi salah satu pilihan. Dengan resource yang terisolasi, SSD storage, DDoS protection, dan uptime hingga 99,9%, VPS dapat mendukung kebutuhan monitoring, tracking, hingga otomasi secara lebih optimal.
FAQ
Benar. Iklan muncul pada sebagian prompt komersial dalam studi yang dilakukan oleh SE Ranking.
Kebijakan penempatan iklan tidak lagi memblokir konteks medis dan nasihat keuangan secara default, tetapi konteks sensitif tertentu tetap dilarang.
Belum tentu. Kategori niche dalam riset merupakan klasifikasi komersial, bukan percakapan personal terkait kesehatan.
Compliance (approval, klaim, disclosure) dan brand safety (konteks percakapan yang dekat topik sensitif).
Gunakan copy yang hati-hati, landing page transparan, dan monitoring placement secara rutin.
Kesimpulan
Penerapan iklan di platform ChatGPT berkembang dengan sangat cepat. Berdasarkan laporan Search Engine Journal (SEJ), iklan untuk sektor tertentu seperti kesehatan dan keuangan mulai berpeluang muncul pada pertanyaan pengguna (prompt) yang bernilai komersial, seiring dengan aturan platform yang terus disempurnakan.
Bagi para pemilik bisnis, kunci keberhasilannya bukan sekadar ikut-ikutan tren. Hal yang jauh lebih penting adalah memastikan kesiapan dalam mematuhi regulasi (compliance), menjaga reputasi merek (brand safety), serta memiliki metode pengukuran performa iklan yang tepat dan akurat.







