Egjs InfiniteGrid menjadi solusi menarik untuk membuat tampilan grid modern yang rapi, dinamis, dan tetap nyaman diakses saat konten terus bertambah. Untuk website seperti galeri gambar, katalog produk, feed artikel, atau layout bergaya Pinterest, kombinasi grid dan infinite scroll bisa membuat pengalaman pengguna terasa lebih mulus.
Namun, jika tidak diatur dengan baik, jumlah elemen yang terus bertambah justru bisa memperlambat performa website. Yuk, simak artikel ini untuk memahami fungsi egjs infinitegrid dan cara menggunakannya pada website modern.
Ringkasan Cepat
- egjs InfiniteGrid adalah library untuk membuat layout grid yang “mengalir” (masonry/justified dan variasinya) dan mendukung infinite scroll.
- Cocok untuk feed seperti galeri, katalog, portfolio, dan listing konten dengan banyak item.
- Implementasi yang benar harus memperhatikan: data loading bertahap, kontrol jumlah elemen DOM, dan trigger load yang aman.
- Intersection Observer adalah cara modern untuk memicu load saat user mendekati bawah halaman.
Apa Itu Egjs InfiniteGrid?
Pernah scroll feed Pinterest atau galeri foto yang terus mengisi konten baru tanpa halaman baru? Itulah konsep yang diimplementasikan egjs InfiniteGrid.
Also Read
Egjs InfiniteGrid adalah library JavaScript untuk menyusun item dalam grid layout termasuk gaya masonry dengan dukungan penambahan item secara bertahap saat user scroll ke bawah, tanpa membuat tampilan berantakan.
Cara berpikirnya sederhana:
- Ketika user scroll, item baru ditambahkan dengan mulus tanpa reload halaman
- Kamu punya daftar item konten, foto, card, atau apapun
- Grid menata item sesuai layout yang kamu pilih secara otomatis
Jenis Layout yang Didukung dan Kapan Sebaiknya Digunakan
Memilih layout bukan hanya soal tampilan visual. Di baliknya, ada beberapa hal teknis yang perlu dipertimbangkan, seperti stabilitas layout, kecepatan render, dan risiko layout shift atau CLS yang bisa mengganggu pengalaman pengguna.
Agar lebih mudah menentukan pilihan, berikut beberapa jenis layout yang umum digunakan beserta kondisi penggunaannya.
Grid Biasa dengan Baris dan Kolom Seragam
Grid biasa cocok digunakan ketika ukuran konten relatif seragam dan mudah diprediksi. Format ini lebih sederhana, stabil, dan biasanya lebih mudah diimplementasikan.
Kelebihannya antara lain:
- Mudah diterapkan
- Layout lebih stabil dan terprediksi
- Risiko tampilan berubah tiba tiba lebih kecil
Namun, grid biasa kurang fleksibel untuk item dengan tinggi yang beragam. Jika digunakan untuk konten seperti foto, kartu produk, atau artikel dengan panjang deskripsi berbeda, tampilannya bisa terasa kaku.
Layout ini cocok untuk konten yang ukurannya seragam atau konsisten.
Masonry Layout
Masonry cocok untuk konten dengan tinggi yang berbeda beda, seperti foto, katalog produk, atau kartu artikel. Tampilan ini terasa lebih dinamis karena setiap item bisa tersusun mengikuti ruang kosong yang tersedia.
Kelebihannya antara lain:
- Efisien untuk item dengan tinggi yang bervariasi
- Cocok untuk foto atau kartu produk
- Tampilan terasa lebih natural dan tidak terlalu kaku
Kekurangannya, perhitungan layout lebih kompleks. Selain itu, masonry juga lebih rawan mengalami layout shift jika gambar belum selesai dimuat.
Layout ini cocok untuk feed foto, katalog produk, atau konten dengan deskripsi yang panjang pendeknya bervariasi.
Justified Layout untuk Galeri
Justified layout biasanya populer untuk galeri foto karena setiap baris terlihat rapi, penuh, dan seimbang. Format ini membantu tampilan galeri terasa lebih profesional tanpa membuat komposisi visual terlihat terlalu acak.
Layout ini cocok untuk:
- Galeri foto
- Portofolio visual
- Dokumentasi event
- Kumpulan aset gambar dengan rasio yang beragam
Dengan memahami karakter tiap layout, pemilihan egjs InfiniteGrid bisa disesuaikan dengan kebutuhan konten. Hasilnya, tampilan website tidak hanya terlihat menarik, tetapi juga tetap nyaman digunakan dan lebih stabil saat pengguna melakukan scroll.
Konsep infinite scroll yang “sehat”
Infinite scroll yang sehat tetap punya kontrol: batching, state loading, dan end state.
Tiga prinsip:
- Batching: Ambil data per halaman (misalnya 12–30 item). Jangan load 200 item sekaligus.
- Loading state: Tampilkan loader (skeleton/placeholder), supaya user paham sistem sedang bekerja.
- End state: Kalau konten habis, tampilkan “Anda sudah sampai akhir” atau tombol “Load more”.
Tombol “Load more” kadang lebih baik daripada scroll tanpa ujung, terutama untuk aksesibilitas dan SEO.
Trigger Loading: Intersection Observer vs Scroll Event
Untuk membuat infinite scroll, sistem perlu mendeteksi kapan pengguna sudah mendekati bagian bawah konten. Secara umum, ada dua pendekatan yang bisa digunakan, yaitu Intersection Observer dan scroll event. Namun, keduanya tidak selalu memiliki performa dan cara kerja yang sama.
Intersection Observer biasanya menjadi pilihan yang lebih bersih dan efisien. Sementara itu, scroll event lebih cocok digunakan sebagai fallback untuk kondisi tertentu.
Cara Kerja Intersection Observer
Konsep Intersection Observer cukup sederhana. Sistem hanya perlu memantau elemen penanda di bagian bawah grid, lalu menjalankan proses loading saat elemen tersebut mulai terlihat di layar.
Alurnya bisa seperti ini:
- Tambahkan sebuah elemen kosong atau sentinel di bawah grid
- Observer memantau kapan sentinel mendekati atau masuk ke viewport
- Saat sentinel terlihat, sistem melakukan fetch data baru
- Data baru kemudian ditambahkan ke grid
Keuntungan menggunakan Intersection Observer antara lain:
- Lebih hemat resource karena tidak aktif terus menerus seperti scroll listener
- Lebih fleksibel karena threshold dan rootMargin bisa diatur sesuai kebutuhan
- Lebih bersih karena tidak perlu menambahkan throttle atau debounce manual
Kapan Menggunakan Scroll Event?
Scroll event masih relevan jika digunakan sebagai fallback, terutama untuk browser lama yang belum mendukung Intersection Observer. Namun, pendekatan ini perlu diterapkan dengan hati hati agar tidak membebani performa halaman.
Jika menggunakan scroll event, pastikan selalu memasang throttle atau debounce. Tanpa mekanisme ini, event bisa dipanggil ratusan kali dalam satu detik dan membuat halaman terasa berat, terutama saat jumlah item dalam grid terus bertambah.
Contoh Implementasi egjs InfiniteGrid pada Website
Implementasi egjs InfiniteGrid pada website biasanya terdiri dari tiga bagian utama, yaitu render awal, penambahan data baru secara bertahap, dan trigger load saat pengguna mendekati bagian bawah konten.
Agar alurnya lebih mudah dipahami, berikut struktur umum yang bisa digunakan.
1. Render Batch Pertama
Tahap awal digunakan untuk menampilkan konten pertama sebelum pengguna mulai melakukan scroll. Pada tahap ini, sistem biasanya akan:
- Melakukan fetch data halaman pertama
- Melakukan render item ke dalam grid
- Menginisialisasi egjs InfiniteGrid
2. Append Data Saat Scroll
Setelah grid awal tampil, sistem perlu menambahkan konten baru ketika pengguna mendekati bagian bawah halaman. Proses ini biasanya berjalan melalui trigger load, misalnya menggunakan Intersection Observer.
Alurnya meliputi:
- Menjalankan trigger load
- Melakukan fetch data halaman berikutnya
- Menambahkan item baru ke grid
- Menjalankan re-layout agar susunan item tetap rapi
3. Siapkan UX State
Selain menampilkan item, penting juga untuk menyiapkan kondisi tampilan agar pengalaman pengguna tetap jelas. Beberapa UX state yang sebaiknya disediakan antara lain:
- Loader saat data sedang dimuat
- Error state jika proses pengambilan data gagal
- End state saat tidak ada data tambahan
Pro tip dari tim: selalu siapkan error state. Infinite scroll tanpa error handling ibarat lift tanpa tombol darurat, terlihat bekerja normal sampai ada masalah yang membuat pengguna tidak tahu harus melakukan apa.
Masalah Performa pada Infinite Grid dan Cara Mengatasinya
Masalah performa pada infinite grid biasanya bukan hanya berasal dari library yang digunakan. Dalam banyak kasus, penyebab utamanya justru ada pada gambar yang terlalu berat dan jumlah elemen DOM yang tidak dikontrol dengan baik.
Beberapa masalah umum yang sering terjadi antara lain:
1. DOM Terlalu Banyak
Ketika item yang dirender terus bertambah tanpa batas, halaman bisa terasa semakin berat.
- Efek: scroll jank, penggunaan memori meningkat, dan halaman terasa tidak responsif
- Solusi: batasi total item yang dirender atau gunakan virtualisasi jika jumlah konten sangat besar
2. Gambar Terlalu Berat
Gambar berukuran besar dapat memperlambat waktu muat dan membuat pengalaman pengguna terasa kurang nyaman.
- Efek: halaman lambat, gambar terlambat muncul, dan risiko layout shift meningkat
- Solusi: gunakan lazy load, ukuran gambar yang sesuai, serta placeholder sebelum gambar selesai dimuat
3. CLS atau Layout yang Loncat
CLS terjadi ketika posisi elemen berubah tiba tiba saat halaman sedang dimuat, biasanya karena gambar belum memiliki ukuran yang jelas.
- Efek: pengguna merasa terganggu karena tampilan halaman bergeser saat sedang dibaca atau di-scroll
- Solusi: tetapkan width, height, atau aspect ratio pada gambar dan elemen visual sejak awal
4. Reflow Berlebihan
Reflow berlebihan terjadi saat browser terlalu sering menghitung ulang posisi elemen, terutama ketika item ditambahkan satu per satu.
- Efek: penggunaan CPU meningkat dan halaman terasa kurang halus saat digunakan
- Solusi: tambahkan item per batch, bukan per item, agar proses layouting lebih efisien
Dengan mengontrol jumlah DOM, ukuran gambar, CLS, dan cara penambahan item, egjs InfiniteGrid bisa berjalan lebih stabil. Hasilnya, pengalaman scroll tetap terasa ringan meskipun konten terus bertambah.
SEO dan Aksesibilitas untuk Halaman Infinite Scroll
Infinite scroll yang tidak dirancang dengan baik bisa berdampak pada dua hal sekaligus, yaitu performa SEO dan pengalaman pengguna yang membutuhkan aksesibilitas. Crawler mesin pencari dan screen reader tidak berinteraksi dengan halaman seperti manusia yang bisa terus melakukan scroll. Keduanya membutuhkan struktur yang jelas agar konten tetap mudah ditemukan, dibaca, dan dinavigasi.
Beberapa rekomendasi praktis yang bisa diterapkan antara lain:
- Sediakan pagination berbasis URL agar konten tetap mudah diakses crawler dan bisa dibagikan
- Gunakan tombol “Load more” sebagai alternatif bagi pengguna yang tidak nyaman dengan infinite scroll
- Pastikan keyboard navigation bisa menjangkau item baru yang muncul
- Gunakan struktur heading dan markup yang jelas agar konten mudah dipahami oleh assistive technology
Pendekatan Paling Aman: Hybrid
Daripada memilih salah satu, pendekatan yang lebih aman adalah menggabungkan infinite scroll dan pagination.
- Infinite scroll digunakan untuk memberikan pengalaman menjelajah konten yang lebih mulus bagi pengguna
- Pagination berbasis URL digunakan untuk membantu SEO, crawler, dan assistive technology memahami struktur konten dengan lebih jelas
Dengan pendekatan hybrid, halaman tetap terasa modern dan nyaman digunakan, tetapi tidak mengorbankan kebutuhan teknis seperti SEO, aksesibilitas, dan kemudahan navigasi.
Tabel: kebutuhan UI → rekomendasi layout + strategi loading
| Kebutuhan | Layout | Strategi loading |
|---|---|---|
| Galeri foto | Justified/Masonry | batch kecil + lazy image |
| Katalog produk | Masonry/Grid | sentinel IO + load more |
| Blog cards | Grid biasa | pagination/hybrid |
| Portfolio | Masonry | placeholder aspect ratio |
Checklist sebelum Deploy ke Production
Sebelum deploy ke production, pastikan halaman infinite scroll sudah diuji di kondisi yang mendekati penggunaan nyata. Pengujian di perangkat mobile dan jaringan lambat sangat penting, karena di kondisi seperti inilah infinite scroll paling sering bermasalah.
Beberapa checklist yang perlu dilakukan antara lain:
- Uji di Android kelas menengah
- Uji menggunakan jaringan slow 3G
- Cek penggunaan memori setelah scroll panjang
- Cek CLS saat gambar dimuat
- Pastikan error handling berjalan dengan baik
Pro tip dari tim: simulasikan scroll nonstop selama 5 menit. Jika pada menit ketiga halaman sudah terasa patah patah, berarti jumlah DOM, ukuran gambar, atau cara loading konten masih perlu dibenahi sebelum benar benar dirilis.
Hosting/app Backend Butuh Server Stabil
Fitur infinite grid yang mulus memerlukan dukungan backend yang sigap dalam menangani caching, data paging, hingga pemrosesan gambar secara real-time.
Pastikan performa API dan database Anda tetap responsif untuk pengalaman pengguna tanpa jeda dengan VPS murah dari Rumahweb. Dengan kontrol penuh dan infrastruktur yang stabil, Anda bisa menjalankan worker pemrosesan data dengan andal dan efisien.
FAQ
Tidak. Untuk SEO dan navigasi, pagination bisa lebih aman. Banyak website memakai hybrid.
Biasanya karena gambar tidak punya ukuran/aspect ratio yang jelas sebelum load.
Gunakan Intersection Observer dengan sentinel element.
Kesimpulan
Egjs InfiniteGrid membantu Anda membangun feed grid modern seperti masonry dan infinite scroll. Tetapi pengalaman terbaik tetap bergantung pada strategi, seperti load bertahap, kontrol DOM, lazy loading gambar, dan fallback untuk SEO serta aksesibilitas.
Kalau Anda menggabungkan InfiniteGrid dengan Intersection Observer dan disiplin performa, Anda bisa mendapat UI yang mulus tanpa membuat halaman jadi berat.







