Pernah melihat website kompetitor yang tampil profesional atau memiliki performa cepat, lalu penasaran teknologi apa yang digunakan? Cara cek CMS website menjadi langkah awal untuk menemukan jawabannya.
Dengan mengetahui apakah sebuah website dibangun menggunakan WordPress, Shopify, Joomla, atau CMS lainnya, Anda bisa memperoleh referensi sebelum mengembangkan website sendiri maupun menganalisis strategi kompetitor. Lalu, bagaimana cara mengetahuinya tanpa harus memiliki akses ke website tersebut? Simak artikel ini untuk mempelajari berbagai metode yang mudah, cepat, dan akurat.
Ringkasan Cepat
- CMS adalah sistem untuk mengelola konten website (artikel, halaman, media) tanpa harus coding dari nol.
- Cara mengetahui CMS website lain bisa dilakukan lewat: pola URL, source code, HTTP headers, dan tool deteksi (Wappalyzer/BuiltWith/WhatCMS).
- Hasil deteksi tidak selalu akurat karena banyak situs menyembunyikan tanda CMS atau memakai headless setup.
- Gunakan informasi ini untuk belajar dan benchmarking, bukan untuk eksploitasi.
Apa Itu CMS dan Kenapa Banyak Orang Ingin Mengetahuinya?
CMS (Content Management System) adalah platform yang memudahkan pembuatan, pengelolaan, dan publikasi konten website melalui dashboard admin. Dengan CMS, Anda tidak perlu menulis kode setiap kali ingin membuat halaman atau artikel baru.
Also Read
Lalu, kenapa banyak orang ingin mengetahui CMS yang digunakan sebuah website?
Alasannya cukup beragam, misalnya:
- Mencari referensi teknologi yang digunakan.
- Membandingkan fitur antar CMS.
- Memperkirakan biaya, kemudahan pengelolaan, dan kebutuhan pengembangan website.
Pada dasarnya, cara cek CMS pada sebuah website lebih sering dilakukan untuk belajar atau riset, bukan untuk tujuan yang negatif.
Cara Cek CMS Website Secara Manual
Salah satu cara paling sederhana adalah melihat beberapa jejak yang sering ditinggalkan oleh CMS pada struktur website. Meskipun hasilnya tidak selalu akurat, cara ini cukup membantu untuk mendapatkan gambaran awal.
1. Perhatikan Struktur URL
Beberapa CMS memiliki pola URL yang khas.
Contohnya:
/wp-admin/sering dikaitkan dengan WordPress./cartatau/checkoutsering ditemukan pada platform e-commerce.
Namun, pola ini hanya menjadi petunjuk, bukan bukti pasti.
2. Lihat Source Code Halaman
Buka menu View Source pada browser, lalu cari informasi yang berkaitan dengan platform website.
Beberapa petunjuk yang sering ditemukan antara lain:
- Meta generator.
- Nama file CSS atau JavaScript.
- Struktur script tertentu.
3. Periksa Lokasi File Asset
Alamat gambar, CSS, atau JavaScript juga bisa memberikan petunjuk.
Misalnya, pada WordPress sering ditemukan folder seperti:
/wp-content/
Meski demikian, banyak pemilik website yang mengubah struktur folder sehingga cara ini tidak selalu berhasil.
4. Cek HTTP Header
Beberapa server menampilkan informasi tambahan melalui HTTP Header, misalnya:
X-Powered-By
Namun, banyak website modern menyembunyikan informasi ini sebagai bagian dari praktik keamanan sehingga tidak selalu bisa digunakan sebagai acuan.
3 Tools untuk Mendeteksi CMS dengan Cepat
Jika tidak ingin memeriksa source code atau struktur website secara manual, Anda bisa memanfaatkan tools pendeteksi teknologi website. Tools ini bekerja dengan menganalisis berbagai informasi, seperti script, header, dan struktur halaman, untuk memperkirakan CMS maupun teknologi yang digunakan.
Beberapa tools yang paling populer antara lain:
1. Wappalyzer
Wappalyzer dapat mendeteksi berbagai teknologi yang digunakan sebuah website, mulai dari CMS, framework, layanan analitik, hingga platform e-commerce.
2. BuiltWith
BuiltWith memberikan informasi yang lebih lengkap mengenai teknologi sebuah website, termasuk CMS, hosting, layanan tracking, dan komponen pendukung lainnya.
3. WhatCMS
WhatCMS dirancang khusus untuk mengidentifikasi CMS yang digunakan oleh sebuah website dengan proses yang sederhana dan cepat.
Kelebihan menggunakan tools ini adalah prosesnya yang praktis dan tidak memerlukan pengetahuan teknis yang mendalam. Namun, hasilnya tetap berupa perkiraan dan tidak selalu 100% akurat.
Kenapa Hasil Deteksi CMS Bisa Berbeda?
Tidak semua website menampilkan informasi teknologinya secara terbuka. Banyak pemilik website yang sengaja menyembunyikan jejak tersebut sebagai bagian dari praktik keamanan.
Beberapa penyebab hasil deteksi bisa meleset antara lain:
1. Security Hardening
Administrator dapat menyembunyikan informasi seperti:
- Meta generator.
- HTTP header.
- Struktur folder standar.
2. Penggunaan CDN
Layanan CDN dan caching dapat mengubah respons website sehingga sebagian informasi teknis tidak lagi terlihat oleh tools pendeteksi.
3. Menggunakan Headless CMS
Pada arsitektur Headless CMS, tampilan website dibangun menggunakan framework seperti React atau Next.js, sementara CMS berjalan di belakang layar. Akibatnya, tools sering kali hanya mendeteksi framework, bukan CMS yang sebenarnya.
4. Website Dibangun Secara Custom
Tidak semua website menggunakan CMS populer. Sebagian dikembangkan secara khusus atau menggabungkan beberapa sistem sekaligus, sehingga lebih sulit dikenali.
Karena itu, hasil dari tools deteksi sebaiknya dijadikan sebagai referensi awal, bukan sebagai informasi yang pasti benar.
Cara Membaca Hasil Deteksi CMS dengan Benar
Hasil dari tools pendeteksi sebaiknya dianggap sebagai petunjuk awal, bukan kepastian. Untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat, lakukan pengecekan dari beberapa sumber sekaligus.
Langkah yang bisa Anda lakukan:
- Gunakan tools seperti Wappalyzer, BuiltWith, atau WhatCMS.
- Cocokkan hasilnya dengan pemeriksaan manual melalui source code atau struktur website.
- Jangan mengambil kesimpulan hanya dari satu indikator.
Semakin banyak sinyal yang mengarah ke CMS yang sama, semakin besar kemungkinan hasilnya benar.
Gunakan Informasi CMS Website Secara Etis
Mengetahui CMS yang digunakan sebuah website dapat menjadi referensi untuk belajar, membandingkan teknologi, atau membantu menentukan platform yang sesuai dengan kebutuhan. Namun, informasi tersebut sebaiknya digunakan secara etis dan tidak dimanfaatkan untuk mencoba mengeksploitasi maupun menyerang website milik pihak lain.
Bagi pemilik website, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keamanan, antara lain:
- Menggunakan Web Application Firewall (WAF) sebagai lapisan perlindungan tambahan.
- Menyembunyikan informasi teknis yang tidak perlu ditampilkan kepada publik.
- Selalu memperbarui CMS, tema, dan plugin agar tetap aman serta memperoleh pembaruan fitur dan perbaikan keamanan.
Tabel Perbandingan Metode Deteksi CMS Website
Tabel berikut merangkum beberapa metode yang umum digunakan untuk mendeteksi CMS sebuah website, mulai dari pemeriksaan secara manual hingga menggunakan tools khusus. Anda juga dapat melihat tingkat akurasi masing-masing metode serta kapan metode tersebut paling tepat digunakan sesuai kebutuhan.
| Metode | Akurasi | Kapan dipakai | Catatan |
|---|---|---|---|
| Pola URL | rendah | cek cepat | mudah dipalsukan |
| View-source | sedang | validasi sinyal | generator bisa disembunyikan |
| Path aset | sedang | sinyal tambahan | bisa diubah |
| Headers | rendah–sedang | sinyal tambahan | sering dihapus |
| Tools (Wappalyzer / BuiltWith / WhatCMS) | sedang–tinggi | start point | bisa false positive |
Hosting Andal untuk Mendukung Performa Website
Apa pun CMS yang digunakan, performa website tetap dipengaruhi oleh kualitas hosting yang digunakan. Hosting yang stabil, aman, dan didukung sistem backup yang andal akan membantu menjaga website tetap cepat, mudah diakses, serta meminimalkan risiko kehilangan data.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Hosting Murah dari Rumahweb menawarkan uptime yang terjaga, gratis SSL dan domain pada paket tertentu, serta berbagai fitur keamanan yang membantu website tetap berjalan secara optimal.
FAQ
Tidak selalu. Anda bisa memperkirakan dengan sinyal, tetapi situs bisa menyembunyikan jejak atau memakai headless CMS.
Wappalyzer, BuiltWith, dan WhatCMS adalah opsi populer.
Karena banyak instalasi memakai struktur default seperti /wp-content/, tetapi ini bisa disembunyikan.
Biasanya tidak, karena Anda hanya membaca informasi publik. Yang ilegal adalah jika digunakan untuk eksploitasi.
Anda bisa menghapus meta generator, menyembunyikan headers tertentu, dan mengubah path default. Namun ini bukan pengganti update keamanan.
CMS yang backend-nya mengelola konten, tetapi frontend memakai framework terpisah seperti React/Next.js sehingga jejak CMS tidak mudah terlihat.
Ya, CDN bisa mengubah respon dan membuat sinyal teknologi jadi kurang jelas.
Hosting memengaruhi performa dan stabilitas, tetapi CMS tetap ditentukan oleh platform/software yang dipakai.
Kesimpulan
Cara cek CMS website dapat membantu Anda mengenali teknologi yang digunakan sebuah website untuk keperluan belajar, benchmarking, maupun memilih platform yang tepat. Gunakan tools pendeteksi CMS sebagai langkah awal, lalu lakukan verifikasi secara manual agar hasilnya lebih akurat.
Perlu diingat, hasil deteksi tidak selalu 100% tepat karena beberapa website menerapkan konfigurasi yang dapat menyamarkan CMS yang digunakan. Oleh karena itu, manfaatkan informasi ini secara etis sebagai referensi untuk belajar dan mengembangkan website Anda.







