June 11, 2026

Apa Itu Splash Page? Pengertian, Fungsi, dan Cara Membuatnya

Banner Artikel - Apa Itu Splash Page adalah

Ada satu jenis halaman web yang sering memicu pro dan kontra, yaitu splash page. Splash page adalah layar pembuka yang muncul sebelum pengguna masuk ke halaman utama website, dan biasanya digunakan untuk hal seperti memilih bahasa, menampilkan pengumuman, atau verifikasi usia.

Di satu sisi, halaman ini memang punya fungsi penting, tetapi di sisi lain sering dianggap mengganggu karena menambah langkah sebelum konten utama bisa diakses. Jika tidak digunakan dengan tepat, splash page bisa berdampak pada pengalaman pengguna hingga SEO. Untuk memahami fungsi, kapan sebaiknya digunakan, dan cara membuatnya tetap efektif, baca artikel ini sampai selesai.

Ringkasan Cepat

  • Splash page adalah halaman singkat atau overlay sebagai “layar pembuka” sebelum pengunjung masuk ke homepage atau konten utama.
  • Bedanya dengan landing page: landing page fokus konversi, biasanya panjang, dan dibuat untuk kampanye.
  • Splash page harus ringkas, jelas, dan selalu memberi jalan masuk (skip/continue) agar tidak menaikkan bounce.
  • Aksesibilitas penting. web.dev menjelaskan fokus keyboard harus logis dan selaras dengan urutan visual, dan focus management adalah kunci aksesibilitas.

Apa Itu Splash Page?

Splash Page adalah halaman pembuka singkat yang muncul sebelum pengguna masuk ke konten utama sebuah website. Bentuknya bisa berupa halaman penuh atau overlay, tergantung desain yang digunakan.

Berbeda dengan halaman utama yang berisi banyak informasi, splash page biasanya hanya fokus pada satu tujuan spesifik. Tujuannya adalah mengarahkan pengguna sebelum mereka mulai menjelajahi website lebih jauh.

Beberapa contoh tujuan splash page:

  • memilih bahasa
  • memilih lokasi
  • verifikasi usia
  • menampilkan pengumuman seperti maintenance atau jam layanan

Jangan Tertukar: Splash Page vs. Landing Page vs. Homepage

Splash Page, Landing Page, dan homepage sering terlihat mirip, padahal fungsinya berbeda cukup jauh. Cara paling mudah membedakannya adalah dari tujuan dan konteks penggunaannya. Berikut penjelasan lengkapnya:

1. Splash Page (si gerbang)

Halaman singkat yang muncul sebelum pengguna masuk ke website utama. Biasanya hanya satu aksi cepat, seperti:

  • pilih bahasa
  • pilih lokasi
  • verifikasi usia
  • pengumuman singkat

2. Landing Page (si mesin konversi)

Halaman yang dirancang khusus untuk satu tujuan konversi. Ciri utamanya:

  • fokus pada satu CTA
  • penjelasan lebih detail
  • sering digunakan untuk kampanye iklan

3. Homepage (si peta utama)

Halaman utama website yang menjadi pusat navigasi. Biasanya berisi:

  • gambaran brand
  • menu lengkap
  • akses ke berbagai bagian website

Pro tip:
Kalau tujuan utama Anda adalah jualan atau konversi, lebih baik langsung gunakan landing page bukan splash page.

Kapan Harus Menggunakan Splash Page?

Gunakan splash page hanya jika ada informasi atau pilihan yang wajib diketahui sebelum pengunjung masuk. Berikut adalah skenario yang masuk akal:

  • Promo Musiman Singkat: Misalnya diskon kilat, tapi pastikan ada tombol “masuk ke website” yang jelas.
  • Verifikasi Usia: Penting untuk produk seperti alkohol, rokok, atau konten dewasa.
  • Pemilihan Bahasa/Lokasi: Jika website Anda melayani audiens global dengan konten yang berbeda tiap wilayah.
  • Pengumuman Krusial: Kabar mendesak seperti jadwal maintenance atau perubahan layanan besar.

Kapan Harus Menghindarinya?

Jangan pakai splash page jika manfaatnya tidak jelas. Anda hanya menambah satu langkah ekstra sebelum pengunjung mendapatkan nilai (value) dari website Anda. Hindari jika:

  • Website masih kecil dengan trafik organik.
  • Tujuan utama Anda adalah konversi cepat.
  • Konten utama sudah cukup jelas tanpa perlu “gerbang”.

Cara Membuat Splash Page yang Efektif

Splash Page yang baik itu sederhana, yaitu satu pesan, satu aksi, dan satu jalan keluar. Semakin fokus, semakin mudah pengguna memahami apa yang harus dilakukan. Berikut cara membuatnya agar lebih efektif:

1. Tentukan Satu Tujuan (CTA Tunggal)

Gunakan instruksi yang sehat, seperti:

  • “Masuk ke Website”
  • “Pilih Bahasa”
  • “Saya Berusia 18+”

2. Tulis Copy yang Singkat

Struktur yang paling aman:

  • 1 kalimat konteks
  • 1 kalimat instruksi
  • 1 tombol aksi

3. Visual Ringan

Gunakan desain sederhana agar tidak mengganggu pengalaman awal. Pilihan aman:

  • satu ilustrasi atau gambar utama
  • blok warna sederhana

Hindari penggunaan video berat karena bisa memperlambat loading halaman pertama.

4. Beri “Jalan Keluar”

Ini bagian penting yang sering dilupakan. Selalu sediakan opsi seperti:

  • “Skip”
  • “Masuk”

Tujuannya agar pengguna tidak merasa terjebak di halaman awal.

Checklist elemen splash page yang efektif

Jika splash page Anda lebih panjang dari satu layar HP, itu tandanya sudah terlalu berlebihan.

Gunakan checklist ini untuk evaluasi cepat:

  • Judul jelas dan langsung ke inti
  • Teks singkat dan mudah dipahami
  • Hanya satu CTA utama
  • Ada tombol masuk/skip
  • Loading cepat
  • Mobile-friendly

Optimasi splash page untuk UX dan SEO

Splash Page sebaiknya dioptimalkan agar tidak menjadi penghalang, tetapi justru membantu pengalaman pengguna tanpa mengganggu performa maupun aksesibilitas.

Tujuan utamanya sederhana, yaitu mengurangi hambatan sebelum pengguna masuk ke konten utama. Berikut beberapa praktik yang bisa diterapkan:

  • Gunakan Cookie: Jangan tampilkan splash page di setiap kunjungan. Cukup sekali saja untuk pengunjung yang sama.
  • Aksesibilitas: Pastikan pengguna yang menggunakan keyboard atau screen reader tetap bisa menavigasi halaman. Menurut standar aksesibilitas , urutan fokus keyboard harus logis biasanya langsung ke tombol utama.
  • Jangan Blokir Konten: Pastikan internal link ke halaman utama tetap terbaca agar tidak merusak navigasi bagi pengguna.

Aksesibilitas: fokus keyboard dan urutan navigasi

Jika splash page berbentuk overlay atau modal, pastikan tetap ramah untuk semua pengguna.

Agar pengalaman tetap nyaman, beberapa praktik penting yang sebaiknya diterapkan:

  • Fokus awal langsung ke tombol utama (misalnya “Masuk”)
  • Urutan navigasi (tab) yang sederhana dan logis
  • Pastikan tombol close/skip mudah diakses

Jika hal-hal ini diabaikan, splash page bisa mengunci pengguna keyboard atau screen reader, yang berdampak serius pada aksesibilitas dan pengalaman pengguna secara keseluruhan

Tabel: tujuan splash page dan contoh konten

TujuanIsi singkatCTARisiko
Pilih bahasa“Pilih Bahasa”“Indonesia / English”friksi jika dipaksa tiap visit
Verifikasi usia“Konfirmasi usia”“Saya 18+”bounce jika copy tidak jelas
Pengumuman“Maintenance 22:00–23:00”“Masuk”mengganggu jika terlalu sering

Bikin splash page cepat tanpa ribet teknis

Membuat splash page untuk promo musiman atau pengumuman penting tidak seharusnya memakan waktu lama. Kuncinya adalah kepraktisan agar informasi krusial Anda tersampaikan tepat waktu tanpa harus tertahan kendala teknis yang rumit.

Untuk solusi yang cepat dan profesional, Anda bisa menggunakan AI Website Builder dari Rumahweb Indonesia. Dengan bantuan teknologi AI, Anda bisa merancang splash page yang estetis dan responsif hanya dalam hitungan menit, sehingga fokus Anda tetap pada pesan yang ingin disampaikan.

FAQ

1. Splash page harus selalu muncul ?

Tidak. Idealnya hanya muncul ketika diperlukan, atau cukup sekali per periode tertentu.

2. Apa pengaruh splash page ke SEO ?

Jika splash page menghalangi akses konten utama atau membuat user cepat bounce, itu bisa berdampak buruk. Pastikan konten utama tetap mudah diakses.

3. Apa splash page sama dengan pop-up ?

Bentuknya bisa mirip (overlay), tetapi tujuan splash page biasanya “gerbang masuk” sebelum konten utama.

Kesimpulan

Splash Page adalah alat yang bisa membantu pengalaman pengguna, tetapi juga mudah menjadi penghalang jika digunakan tanpa tujuan yang jelas.

Penggunaannya sebaiknya dibatasi hanya untuk kebutuhan tertentu seperti:

  • verifikasi usia
  • pemilihan bahasa
  • pengumuman penting seperti maintenance

Kuncinya adalah menjaga agar halaman tetap singkat, cepat diakses, dan ramah dari sisi aksesibilitas.

Jika tujuan utama adalah konversi atau penjualan, maka pendekatan yang lebih tepat adalah menggunakan Landing Page, bukan splash page.

Referensi

Bermanfaatkah Artikel Ini?

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 0 / 5. Vote count: 0

Belum ada vote hingga saat ini!

Kami mohon maaf artikel ini kurang berguna untuk Anda!

Mari kita perbaiki artikel ini!

Beri tahu kami bagaimana kami dapat meningkatkan artikel ini?

Related Post

banner Pop Up - Hosting 99K