Rumahweb Blog
Banner Artikel - Apa itu Cross Site Scripting (XSS) Adalah

Apa itu Cross Site Scripting (XSS) dan Cara Mencegahnya

Perkembangan dalam bidang teknologi adalah kemajuan yang perlu disyukuri, meskipun dibarengi dengan cyber crime yang juga menggurita. Dari banyaknya kejahatan cyber, Cross Site Scripting atau XSS adalah salah satu serangan yang perlu Anda waspadai.

Bahkan, platform raksasa seperti Google, Facebook, sampai PayPal saja pernah mengalami serangan XSS ini. Bayangkan bagaimana nasib website-website kecil dan sederhana?

Pasca melakukan serangan, XSS akan membawa hasil rampasan berupa data-data penting dari platform yang diserang. Selanjutnya,  sesi pengguna akan dikendalikan, kode jahat dijalankan, atau melakukan phishing dari data yang diambil. Jadi, pantas saja jika XSS masuk ke dalam daftar OWASP (Open Web Application Security Project).

Mengingat besarnya bahaya yang mengintai inilah, penting bagi Anda untuk memahami tentang apa itu Cross Site Scripting (XSS) dan cara mencegahnya. Tidak hanya penting untuk mengatasi serangan, tetapi juga pencegahan sebelum terjadi. Simak selengkapnya!

Apa itu XSS?

Cross Site Scripting atau XSS adalah serangan yang mengambil celah keamanan website. Tujuan XSS adalah untuk menyiapkan dan menjalankan kode skrip berbahaya di dalam halaman website yang diakses oleh user lain.

Saat website tidak mengonfirmasi atau menghindari karakter khusus yang dimasukkan oleh user, pada saat itulah XSS akan melakukan serangan. Hal ini karena momen inilah yang memberi ruang kepada hacker untuk menyiapkan kode skrip yang dapat dieksekusi oleh browser user.

BACA JUGA: Ransomware: Pengertian, Jenis, dan Cara Menanganinya

Jenis XSS

Perlu Anda ketahui bahwa XSS dapat dibagi menjadi beberapa jenis. Pada bagian ini kami telah merangkum jenis XSS yang kerap melakukan serangan.

1. Reflected XSS

Reflected XSS adalah kode skrip berbahaya yang disisipkan input yang diterima oleh website, lalu ditampilkan lagi kepada user. Umumnya, serangan ini menggunakan input yang tidak divalidasi dengan benar oleh aplikasi web.

2. Stored XSS

Stored XSS atau XSS Persisten adalah jenis XSS berupa kode skrip berbahaya yang disimpan dalam basis data atau file yang dipakai oleh website. Setiap kali user mengakses halaman terkait, maka kode skrip ini akan dieksekusi. 

3. DOM-based XSS

Jenis terakhir dari XSS adalah DOM-based XSS, yakni jenis serangan yang terjadi pada sisi klien (client-side). Jenis XSS ini cukup menggunakan manipulasi JavaScript pada Document Object Model (DOM) untuk menjalankan kode skrip berbahaya.

Bahaya dan Dampak Serangan Cross Site Scripting

Tahukah Anda bahwa XSS dapat menyebabkan dampak yang cukup serius bagi website dan user? Beberapa bahaya dan dampak dari serangan XSS adalah sebagai berikut:

1. Pencurian Data Pribadi

Hal pertama yang paling dikhawatirkan dari serangan XSS adalah potensi pencurian informasi pribadi user. Data ini dapat berupa nama pengguna, alamat email, kata sandi, hingga data keuangan perusahaan atau instansi, dan lain sebagainya.

2. Penyusupan Akun Milik User

Selain pencurian data pribadi, besar kemungkinan hacker juga dapat mengubah kata sandi user. Lebih parahnya, akun milik user dapat dikendalikan sepenuhnya untuk hal-hal yang tidak bertanggung jawab, seperti penipuan.

3. Pengalihan User ke Website Palsu atau Berbahaya

Ketika serangan XSS terjadi, hacker dapat mengalihkan user ke website palsu yang berbahaya. Selanjutnya, website palsu ini dapat dipakai untuk melakukan serangan phising atau malware.

4. Manipulasi Tampilan Halaman Web

Hal terakhir yang juga perlu diwaspadai dari serangan XSS adalah bergantinya tampilan halaman website. Umumnya, konten yang ditampilkan ke user lah yang diubah. Meskipun tidak jarang juga ada penambahan elemen, seperti penyematan link berbahaya atau iklan.

BACA JUGA: Apa Itu Trojan? Pengertian, Cara Kerja, Hingga Pencegahannya

Cara Kerja XSS

Ada setidaknya tiga entitas dalam serangan XSS: hacker, website yang rentan, dan user yang jadi korban. Beberapa langkah umum dalam serangan XSS adalah sebagai berikut:

  • Hacker akan mencari website yang disinyalir memiliki kelemahan sebagai target.
  • Kelemahan ini dimanfaatkan oleh hacker untuk menyiapkan kode skrip berbahaya ke dalam website.
  • Halaman berisi kode skrip berbahaya di dalam website yang rentan siap menyambut user yang datang berkunjung.
  • Ketika user berselancar menggunakan browser, pada saat yang sama, kode skrip berbahaya telah dieksekusi. Akibatnya informasi pribadi dicuri, kemudian dilanjutkan dengan peretasan akun-akun milik user, dan tindakan-tindakan lain yang akan merugikan pemilik akun. 

Cara Mencegah XSS

Setelah mengetahui cara kerja XSS, ada baiknya Anda menyiapkan langkah-langkah mitigasi terhadap potensi serangan. Beberapa cara mencegah XSS adalah sebagai berikut:

1. Periksa Keamanan Situs

Pertama, pastikan halaman yang menyuburkan konten secara dinamis,\ tidak mendukung tag yang tidak diinginkan. Misalnya filtering, validasi, sampai encoding. Itu semua wajib dilakukan demi menjaga keamanan aplikasi website Anda.

Untuk menganalisis keamanan situs, Anda juga bisa memanfaatkan website vulnerability scanner, seperti Sucuri atau VirusTotal. Dengan cara ini, Anda dapat mengetahui secara lengkap kelemahan dan kerawanan keamanan dalam website.

2. Mengadopsi Crossing Boundaries Policy

Sebagai bentuk autentikasi, Anda dapat memasukkan data login. Di sinilah letak pentingnya mengadopsi Crossing Boundaries Policy. Sebagai pemilik website, Anda juga bisa mengatur ulang serta meminta user memasukkan kredensial pada halaman situs web tertentu.

3. Menambahkan SDL

Security Development Lifecycle atau SDL adalah proses pengembangan software yang tujuannya meminimalisasi anggaran pemeliharaan perangkat lunak dan mendongkrak kemampuan software demi keamanan.

Dengan SDL, software Anda akan dijauhkan dari serangan XSS. Aplikasi web juga bisa membatasi jumlah kesalahan coding serta pelanggaran keamanan apabila Anda telah menambahkan SDL.

BACA JUGA: 4 Ancaman Cyber dan Cara Melindungi Website dari Hacker

Kesimpulan

Cross Site Scripting atau XSS adalah serangan yang mengambil celah keamanan website. XSS bertujuan menyiapkan dan menjalankan kode skrip berbahaya di dalam halaman website yang diakses user lain.

Karena itulah, Anda wajib mengetahui beberapa cara pencegahan XSS, seperti memeriksa keamanan situs, mengadopsi Crossing Boundaries Policy, dan Menambahkan SDL.

Ada berbagai jenis serangan yang perlu diwaspadai. XSS adalah salah satu serangan yang perlu diwaspadai dan dicegah dengan berbagai cara. Demikian artikel dari Rumahweb Indonesia tentang apa itu Cross Site Scripting (XSS) dan cara mencegahnya. Semoga bermanfaat!

Bermanfaatkah Artikel Ini?

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 0 / 5. Vote count: 0

Belum ada vote hingga saat ini!

Kami mohon maaf artikel ini kurang berguna untuk Anda!

Mari kita perbaiki artikel ini!

Beri tahu kami bagaimana kami dapat meningkatkan artikel ini?

Pindah Hosting ke Rumahweb Gratis

Ahmad Mufid

Hai, saya Mufid. Bekerja di Rumahweb sebagai Freelance Content Writer. Saya suka membaca dan menulis. Semoga bisa membantu Anda memahami hal-hal teknis dengan lebih mudah melalui tulisan-tulisan yang saya bagikan.

banner pop up - Pindah Hosting ke Rumahweb