Rumahweb Blog
banner artikel - Apa itu XML Adalah

Apa itu XML: Pengertian, Fungsi, hingga Contoh Penggunaannya

Bahasa markup pada pemrograman sudah cukup banyak dan bisa dijumpai kegunaannya di hampir semua perangkat nirkabel atau sebuah situs web. XML adalah salah satu bahasa markup yang biasanya digunakan untuk menyimpan dan mentransmisikan data. 

Format pertukaran data lainnya, seperti JSON (JavaScript Object Notation), telah menjadi lebih populer karena kesederhanaan dan kemudahan penggunaannya, terutama dalam lingkungan pengembangan web.

Sementara itu, XML terus menjadi bagian penting di banyak sektor yang berbeda.  XML masih memiliki tempat dalam berbagai aplikasi. Terutama pada aplikasi yang membutuhkan pendekatan lebih terstruktur dan berbasis skema terhadap data yang diperlukan.

Lalu apa itu XML hingga contoh penggunaannya? Simak penjelasan dari Rumahweb Indonesia pada artikel berikut ini!

Apa itu XML

XML adalah bahasa markup yang menawarkan pedoman untuk mendefinisikan jenis data apa pun. Tidak seperti bahasa pemrograman lainnya, XML adalah bahasa markup yang tidak mampu melakukan perhitungan sendiri. Sebaliknya, manajemen data terstruktur dapat diimplementasikan menggunakan bahasa komputer atau perangkat lunak apa pun.

Extensible Markup Language (XML) memungkinkan Anda mendefinisikan dan menyimpan data dengan cara yang dapat dibagikan. XML mendukung pertukaran informasi antara sistem komputer, seperti situs web, database, dan aplikasi pihak ketiga.

Aturan predefined pada bahasa pemrograman ini memudahkan pengiriman data sebagai file XML melalui jaringan apapun. Hal ini karena penerima dapat menggunakan aturan untuk membaca data secara akurat dan efisien.

BACA JUGA : WML: Artinya, Fungsi, Contoh, dan Tutorial Untuk Pemula

Fungsi XML

Setelah mengetahui apa itu XML, selanjutnya Anda perlu mengetahui tentang fungsinya. Bahasa markup XML memiliki aturan untuk menentukan jenis data apapun. XML tidak dapat menjalankan perhitungan sendiri. Sebaliknya, pengguna dapat menggunakan perangkat lunak atau bahasa pengkodean apa pun untuk manajemen data terstruktur.

Selain yang telah dijelaskan sebelumnya, beberapa fungsi XML adalah sebagai berikut:

1. Data Interchange

XML sering digunakan untuk mentransfer data antar berbagai platform dan sistem. Hal ini karena XML menawarkan format yang didefinisikan dan terstruktur untuk presentasi dan pertukaran data. Tak hanya itu, XML juga dapat menyederhanakan pemahaman dan pemrosesan data oleh berbagai sistem.

2. Data Storage

XML adalah bahasa markup yang dapat digunakan untuk menyimpan data terstruktur dalam file atau database. Kelebihan ini sering digunakan dalam situasi di mana data harus disimpan dalam format yang dapat dibaca dan mudah diedit.

Sebagai contoh, XML biasanya digunakan untuk menulis file konfigurasi untuk program perangkat lunak.

3. Document Markup

Kelebihan selanjutnya dari XML adalah sebagai document markup, di mana dokumen terstruktur dibuat menggunakan XML. Document markup ini sangat cocok untuk aplikasi seperti dokumentasi teknis, kertas kantor, dan eBooks (misalnya EPUB) karena elemen dan struktur dokumen dapat ditentukan.

4. Layanan Web

Application Programming Interfaces (API) dan layanan web keduanya menggunakan XML sebagai teknologi utama. Hal ini memungkinkan proses berbagi data dan komunikasi antara berbagai program perangkat lunak dengan menyederhanakan pemformatan dan aliran data antara klien dan server.

5. Format Data Kustomisasi

XML adalah bahasa markup yang dapat diperluas. Jadi, Anda dapat membuat format data khusus Anda sendiri dengan menggunakan elemen dan sifatnya. Karena adaptabilitasnya ini, XML dapat digunakan untuk berbagai aplikasi, termasuk representasi data ilmiah dan transmisi data keuangan.

6. Konfigurasi dan Preferensi

Banyak program perangkat lunak menggunakan file XML untuk merekam preferensi pengguna dan informasi konfigurasi. Hal ini memudahkan pengguna untuk mengubah preferensi dan pengaturan dengan cara yang terorganisir.  

7. Transformasi Data

XSLT adalah teknologi yang memungkinkan XML untuk dikonversi menjadi format yang berbeda. Kelebihan ini dapat digunakan untuk membuat laporan, mengubah data untuk program lain, atau data XML menjadi HTML untuk tampilan web.

8. Validasi Data

Untuk memvalidasi struktur dan konten data XML, dokumen XML dapat dihubungkan ke Skema XML atau Definisi Jenis Dokumen (DTDs). Validasi data ini akan meminimalisasi kemungkinan kesalahan dan ketidaksesuaian, dengan memastikan bahwa data mematuhi struktur yang ditetapkan. 

XML memiliki fungsi lain yang dapat disesuaikan dengan data primary dari aplikasi yang dijalankan. Karena itulah, kompleksitas fungsi XML masih dapat dikembangkan lebih jauh.

BACA JUGA : Apa itu Schema Markup dan Rich Snippet Pada SEO?

Perbedaan XML dan HTML

Hypertext Markup Language atau HTML dan Extensible Markup Language atau XML adalah bahasa markup yang dapat digunakan untuk mengatur dan menyajikan informasi di web. Meskipun demikian, keduanya memiliki fungsi dan sintaks yang berbeda. 

Berikut beberapa perbandingan XML dan HTML, bersama dengan sampel kode untuk masing-masing format:

XML

  • Data dapat diatur dan disimpan secara hierarkis menggunakan XML.
  • Tidak mempedulikan format penulisan, misal bagaimana data dirancang atau disajikan.
  • Tag XML dapat digunakan untuk membangun struktur data yang unik, karena XML didefinisikan oleh penggunanya.
  • Dokumen XML mengikuti struktur yang kaku.

    Berikut contoh program dari XML:
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<bookstore>
   <book>
      <title>Indonesia Pintar</title>
      <author>Fredric Lesomar</author>
      <price>Rp 20.023</price>
   </book>
   <book>
      <title>Indonesia Pintar 2</title>
      <author>Fredric Lesomar</author>
      <price>Rp 20.023</price>
   </book>
</bookstore>

HTML

  • HTML ditujukan untuk membuat halaman website, termasuk menetapkan struktur dan kontennya.
  • Fokus pada bagaimana konten disajikan dan diatur dalam browser.
  • Untuk menampilkan materi dalam browser, tag HTML telah ditentukan sebelumnya dan memiliki makna yang akurat.
  • Publikasi HTML biasanya memiliki bagian kepala yang ditandai dengan <head> dan tubuh dengan <body>.

    Berikut contoh program dari HTML:
<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
   <title>Web Fredric Lesomar</title>
</head>
<body>
   <h1>Selamat Datang</h1>
   <p>Di Website Fredric Lesomar</p>
   <ul>
      <li>Item 1</li>
      <li>Item 2</li>
      <li>Item 3</li>
   </ul>
   <a href="https://s.id/fredricls">Klik untuk bantuan lebih lanjut</a>
</body>
</html>

Struktur

Dalam contoh XML, Anda dapat melihat bahwa tag. misalnya, <bookstore>,<book>, <title>, didefinisikan oleh pengguna dan digunakan untuk menyusun data. Tidak ada masalah rendering atau styling dalam XML.

Berbeda pada HTML, di mana  tag, seperti, <html>, <head>, <body>, <h1>, telah didefinisikan dan digunakan untuk membuat halaman website dengan konten dan struktur. HTML umumnya berkaitan dengan presentasi konten di browser.

Inilah perbedaan utama antara XML dan HTML. Meskipun keduanya menggunakan bahasa markup, XML dan HTML memiliki tujuan yang berbeda dalam pengembangan web dan struktur data.

Kelebihan dan Kekurangan

Sama seperti bahasa pemrograman atau markup lainnya, XML memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri yang perlu diperhatikan. Kelebihan dan kekurangan dari XML adalah sebagai berikut:

Kelebihan XML

  1. Mudah Dibaca Manusia

Karena XML adalah bahasa markup dengan format teks sederhana. Developer dan mesin dapat dengan mudah membaca dan memahaminya.

Hal ini adalah pilihan umum untuk file konfigurasi dan pertukaran data antara sistem, di mana interaksi manusia mungkin diperlukan karena dapat dibaca oleh manusia.

  1. Independensi Platform dan Bahasa

XML tidak bergantung pada platform atau bahasa pemrograman tertentu. Namun, XML dapat disesuaikan untuk pertukaran data antara banyak teknologi dan bekerja dengan berbagai sistem dan bahasa komputer.

  1. Data Terstruktur

XML mengharuskan data memiliki struktur hierarki. Hal ini sangat ideal untuk menampilkan struktur data yang rumit.

  1. Self-Descriptive

dokumen XML adalah dokumen self-descriptive, karena dapat memberikan metadata konten yang dimiliki. Dengan metadata ini, struktur dan makna data dapat dipahami dengan lebih baik oleh developer dan aplikasi.

  1. Validasi

Struktur dan isi dokumen XML dapat diperiksa menggunakan Definisi Jenis Dokumen (DTD) atau Skema XML, yang keduanya didefinisikan oleh XML. Dengan demikian konsistensi dan integritas data dijamin.

  1. Standarisasi

Format XML banyak digunakan untuk standarisasi proses, pembuatan, dan modifikasi data XML, berbagai macam perpustakaan, program, dan API. 

Kekurangan XML

  1. Verbose

Dokumen XML cenderung bertele-tele alias terlalu panjang, terutama ketika mendeskripsikan struktur data yang rumit. Jika dibandingkan dengan JSON atau format lain yang lebih sederhana, verbositas ini mungkin menghasilkan ukuran file yang lebih besar.

  1. Parsing Overhead

Karena tag dan atribute harus diproses dan diinterpretasikan, parsing dokumen XML dapat memakan biaya komputasi yang mahal, terutama untuk teks berukuran besar.

  1. Tidak Mendukung Tipe Data yang Lebih Canggih

XML memang dapat mewakili struktur data yang rumit. Namun XML tidak memiliki dukungan asli untuk tipe data yang lebih canggih. seperti tanggal, data biner, dan ekspresi matematika. Hal ini dapat mempersulit pengkodean dan penguraian kode data tersebut.

  1. Informasi Ganda

Dokumen XML seringkali berisi informasi yang berlebihan, seperti nama elemen dan atribut yang berulang. Informasi ganda ini membuat ukuran dokumen lebih besar dan kurang efektif untuk transportasi data.

  1. Kompleksitas

Karena memungkinkan definisi struktur khusus, XML dapat menghasilkan skema dan dokumen rumit yang sulit dipahami, terutama bagi pemula.

  1. Dukungan Terbatas

Developer dan penulis dokumen bertanggung jawab untuk menetapkan dan mengikuti konvensi metadata. Sedangkan pada XML sangat terbatas terkait informasi penggunaannya.

  1. Format Alternatif

XML kini menghadapi persaingan dari format transfer data yang lebih pendek dan efisien, seperti JSON dan Buffer Protocol. Solusi ini mungkin lebih tepat tergantung pada situasi penggunaan.

BACA JUGA : Apa Itu Google Sitelink dan Bagaimana Cara Membuatnya

Belajar Membuat Script XML

Bagi Anda yang ingin mempelajari XML, saat ini sudah banyak panduan yang bisa digunakan untuk memulainya. Berikut contoh sederhana script menampilkan data buku:

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<bookstore>
   <book>
      <title>Indonesia Pintar</title>
      <author>Fredric Lesomar</author>
      <price>Rp 20.023</price>
   </book>
   <book>
      <title>Indonesia Pintar 2</title>
      <author>Fredric Lesomar</author>
      <price>Rp 20.023</price>
   </book>
</bookstore>

Hal yang perlu diperhatikan saat mulai mempelajari XML adalah Anda perlu memahami struktur XML. Meskipun terlihat sederhana, bahasa markup ini tidaklah mudah jika data yang ingin ditampilkan begitu banyak.

Untuk latihan secara online, Anda dapat mengikuti tutorial yang disediakan oleh w3schools.

Kesimpulan

Apa itu XML? XML adalah bahasa markup yang menawarkan pedoman untuk mendefinisikan jenis data apa pun.  Bahasa XML memungkinkan Anda mendefinisikan dan menyimpan data dengan cara yang dapat dibagikan. 

XML mendukung pertukaran informasi antara sistem komputer, seperti situs web, database, dan aplikasi pihak ketiga. Aturan predefined memudahkan mengirim data sebagai file XML melalui jaringan apa pun karena penerima dapat menggunakan aturan untuk membaca data secara akurat dan efisien.

XML adalah bahasa markup dengan beberapa aspek yang perlu diperhatikan ketika mulai mempelajarinya. Salah satunya adalah struktur bahasa, seperti, <bookstore>, <book>, <title>, dan masih banyak lagi.

Demikian artikel kami tentang apa itu XML, semoga bermanfaat.

Bermanfaatkah Artikel Ini?

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 5 / 5. Vote count: 2

Belum ada vote hingga saat ini!

Kami mohon maaf artikel ini kurang berguna untuk Anda!

Mari kita perbaiki artikel ini!

Beri tahu kami bagaimana kami dapat meningkatkan artikel ini?

Cloud Hosting Terbaik Rumahweb

Fredric Lesomar