Rumahweb Blog
Membuat Konsep Website Dengan Wireframe

Apa itu Wireframe dan Cara Membuatnya

Arsitek dan desainer website merupakan profesi yang identik. Meskipun keduanya bergerak di bidang yang tidak berhubungan, tetapi baik arsitek maupun desainer website memiliki alur kerja yang sama. Salah satu teknik yang sering digunakan oleh dua profesi ini adalah Wireframe.

Jika arsitek membuat cetak biru untuk membangun rumah, maka desainer web juga membuat konsep website yang sejenis yaitu Wireframe. Proses pembuatan dan fungsi dari Wireframe sama dengan cetak biru dalam profesi arsitektur. Lalu apa sebenarnya Wireframe itu?

Apa itu Wireframe

Wireframe adalah coretan kasar dalam kertas untuk membuat konsep website secara visual. Item-item yang dikonsep dalam Wireframe mencakup banner, header, content, footer, link, form input, widget, dan lain sebagainya. Secara sederhana, Wireframe adalah cetak biru dari website yang dibuat di atas kertas dengan pensil atau alat tulis lain.

Wireframe biasa dibuat oleh para desainer website ketika mereka sedang berdiskusi dengan calon pelanggan untuk membuat gambaran kasar dari website yang ingin dibuat.

Membuat Konsep Design Web dengan Wireframe

Pertama, persiapkan selembar kertas putih, pensil dan penghapus. Kemudian gambarkan konsep desain website yang ada di pikiran Anda. Konsep pertama yang harus Anda gambar adalah layout website, apakah kolom tunggal, dua kolom atau tiga kolom.

Anda mungkin akan memerlukan beberapa kali proses menggambar dan menghapus, sampai berhasil membuat sebuah Wireframe yang final. Berikut adalah komponen-komponen dalam membuat konsep design dengan Wireframe.

1. Antarmuka Website

Komponen utama yang harus dibuat dalam Wireframe adalah antarmuka, yang meliputi header, menu, body, jenis dan penataan font dan seterusnya.

2. Navigasi

Menu navigasi adalah komponen utama dalam website yang berfungsi memudahkan pengunjung menjelajahi konten website. Dalam Wireframe, navigasi apa saja yang akan dibuat, harus dikonsep dengan detil.

3. Komponen Pendukung

Setelah komponen antarmuka dan navigasi selesai, komponen selanjutnya yang harus Anda buat adalah komponen pendukung, yang meliputi, sebagai contoh : input form, thumbnail gambar, dan widget.

4. Tips

Sediakan beberapa lembar kertas untuk membuat Wireframe. Pada tahap awal Anda gunakan pensil dan lakukan perbaikan sampai menghasilkan Wireframe yang final.

Setelah selesai, gambar ulang Wireframe menggunakan spidol di kertas yang baru, supaya terlihat lebih rapi dan menarik, sehingga memudahkan Anda untuk mengeksekusi desain website.

Wireframe-wireframe yang sudah Anda buat juga bisa Anda simpan sebagai portofolio untuk memudahkan Anda dalam mendesain website di masa mendatang.

Apabila anda membutuhkan domain dan hosting yang handal, percayakan selalu kepada Rumahweb yang telah terakreditasi ICANN serta dukungan Web Accelerator pada hosting Indonesia yang membuat website Anda semakin cepat diakses.

Demikian artikel tentang apa itu Wireframe dan cara membuatnya dari Rumahweb. Semoga bisa memberikan wawasan baru bagi Anda dalam proses mendesain dan membuat website. Salam sukses selalu dari Rumahweb Indonesia.

Bermanfaatkah Artikel Ini?

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 0 / 5. Vote count: 0

Belum ada vote hingga saat ini!

Kami mohon maaf artikel ini kurang berguna untuk Anda!

Mari kita perbaiki artikel ini!

Beri tahu kami bagaimana kami dapat meningkatkan artikel ini?

Domain .COM 100rb

Alwan Rosyidi