VPS vs Shared Hosting

VPS vs Shared Hosting
Eits … upgrade? Jangan salah ya. Jika Anda direkomendasikan untuk menggunakan layanan VPS dari sebelumnya menggunakan layanan shared hosting maka yang terjadi sebenarnya adalah perpindahan layanan. BUKAN upgrade.

Layanan VPS yang kini kerap disebut layanan cloud computing sangat berbeda dengan layanan shared hosting. Mari kita simak perbedaannya.

Shared Hosting

Menggunakan layanan shared hosting bagaikan tinggal di kamar kos. Di kamar kos Anda akan menempati sebuah kamar yang kecil tapi Anda dengan leluasa bisa berkunjung ke kamar teman kos lain. Saat teman kos sebelah berisik, Anda akan terganggu.
Anda berbagi uang listrik rumah kos dengan teman-teman kos Anda yang lain. Jika Anda membawa Microwave yang pemakaian listriknya sangat besar, semua orang yang tinggal di rumah kos akan ikut menanggung biayanya.
Ada aturan-aturan tertentu (yang biasanya cenderung lebih ketat) yang harus Anda penuhi, misalkan gerbang rumah kos yang akan dikunci setiap pukul 22.00. Atau aturan tentang larangan membawa pacar ke dalam kamar kos 🙂

Bagaimanapun shared hosting adalah layanan yang sesuai untuk awalan (starter) karena harga yang sangat murah. Shared hosting sangat sesuai untuk :

  • Anda yang baru mulai memiliki website
  • Website dengan tingkat kunjungan tidak terlampau tinggi
  • Akun email dalam hitungan puluhan

Kelebihan Layanan Shared Hosting

  • Murah – biaya berlangganan bulanannya rata-rata hanya seharga satu porsi nasi Padang
  • Tidak memerlukan keahlian mengelola server karena provider hosting yang akan melakukannya untuk Anda
  • Ssssttt … ini rahasia ya – sebenarnya provider hosting hanya bisa membatasi space akun hosting Anda. Penggunaan CPU dan RAM tidak bisa dibatasi secara presisi jadi Anda bisa menggunakan hampir seluruh resource server untuk Anda sendiri 🙂

Kekurangan Layanan Shared Hosting

  • Space yang relatif kecil
  • Hanya memiliki garansi space. Resource lain seperti CPU dan RAM digunakan bersama-sama dengan pelanggan lain
  • Satu pelanggan dapat mempengaruhi performa pelanggan lain. Jika ada pelanggan yang menggunakan resource server secara berlebihan, performa website Anda akan terganggu

VPS

Menggunakan layanan VPS itu bagaikan tinggal di apartemen dengan ruangan yang lebih luas dan bebas didekorasi sesuai selera. Dengan tinggal di apartemen berarti Anda tidak dibatasi oleh aturan-aturan seperti tidak boleh pulang terlalu larut malam. Anda pun bebas mengajak siapapun ke apartemen.
Biaya berlangganan listrik di apartemen adalah biaya atas beban pemakaian Anda sendiri. Tidak ada orang lain yang bisa ikut menggunakan instalasi listrik di dalam unit apartemen Anda.
Anda bebas membawa peralatan apapun termasuk microwave atau kompor listrik yang terkenal boros listrik, hal ini karena Anda sendiri yang akan membayar beban listriknya.

Layanan VPS sangat sesuai untuk :

  • Ekspansi kebutuhan resource yang mana shared hosting sudah tidak bisa mencukupinya seperti space yang besar
  • Website dengan tingkat kunjungan tinggi yang jika menggunakan shared hosting akan mengganggu pelanggan lain dalam satu server
  • Jaminan keamanan yang lebih tinggi. Kesalahan setting permission file tidak akan menyebabkan pelanggan VPS lain bisa melihat file Anda tersebut
  • Memiliki banyak website
  • Membutuhkan kustomisasi yang tidak dapat dilakukan di shared hosting seperti misalkan installasi phyton, java server, akses VPN, dan lain-lain

Kelebihan Layanan VPS

  • Fleksibel – Anda bisa mengkustom VPS sehingga sesuai dengan kebutuhan termasuk menginstall aplikasi-aplikasi server yang spesifik seperti Java Server, streaming server, dll
  • Space yang lebih besar
  • Anda memiliki akses root sehingga bisa melakukan apapun pada VPS tersebut, tentunya termasuk membuatnya rusak 😛
  • Garansi resource (CPU, RAM, dan Space)

Kekurangan Layanan VPS

  • Anda membutuhkan seorang administrator untuk mengelola VPS. Hey tapi jangan khawatir, layanan VPS Rumahweb include layanan managed service sehingga Anda tidak memerlukan adminstrator atau memiliki kemampuan mengelola server karena kami yang akan melakukannya untuk Anda. Keren kan?
  • Mahal karena sharing ratio yang lebih rendah. Pada shared hosting, sebuah server fisik digunakan bersama-sama dengan ratusan pelanggan lain. Sedangkan pada VPS, sharing ratio disesuaikan dengan resource yang dijual. Jika server fisik memiliki RAM 64GB, maka VPS provider tidak mungkin menjual lebih dari 64 VPS dengan RAM 64GB didalamnya
  • Garansi resource = limit resource. Menjadi konsekuensi logis jika provider VPS harus membatasi semua resource pada setiap VPS. Ini karena setiap VPS di dalam server fisik diberikan garansi resource yang tidak akan mungkin diganggu oleh penggunaan VPS lain di dalam satu server

3 thoughts on “VPS vs Shared Hosting

  1. Pingback: Pindah ke VPS Jadi Lambat? | Rumahweb Blog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *