Rumahweb Blog
banner blog - Tren Desain Web Tahun 2019 . Mobile First

Tren Desain Web Tahun 2019 : Mobile First

Memantau tren desain web yang sedang populer di dunia sangat penting bagi perkembangan website Anda. Pada 2019 mendatang, desain web akan lebih memprioritaskan kecepatan akses pada perangkat seluler, atau desain sederhana yang menarik dengan tata letak asimetris, background video yang menarik, dan masih banyak lagi. Berikut ini prediksi tren desain web tahun 2019 dari Rumahweb .

Kecepatan

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Akamai dan Gomez.com, 50% pengguna internet berharap ketika mereka mengunjungi alamat website, maka harus segera dimuat dalam dua detik. Atau, mereka enggan berkunjung ke situs tersebut.

Website yang memiliki tampilan yang indah, namun memakan waktu lama ketika diakses, hal ini tidak ada nilainya bagi pengunjung. Imbasnya, Anda akan kehilangan pendapatan karena berkurangnya jumlah pengunjung. Lebih buruk lagi, seiring munculnya Google Speed Update pada Juli 2018, yang mana memprioritaskan peringkat pada website yang waktu muatnya lebih cepat dari yang lain, menjadikan peringkat website Anda jauh tertinggal.

Kesimpulannya adalah, kecepatan halaman website dimuat merupakan parameter desain yang harus diperhatikan oleh para desainer web, atau pemilik website pada umumnya.

Flat Design

Pada 2017, desainer dan developer mulai membuat website minimalis dan sederhana demi kinerja seluler yang lebih baik. Sejak itu, jumlah penelusuran seluler terus meningkat.

Ciri-ciri desain yang bersih, minimalis, atau flat design adalah dapat melakukan pemuatan dengan cepat. Ada dua alasan penting yang mendasarinya. Pertama, memberikan keuntungan bagi pengguna, baik pengguna seluler dan browser desktop sama-sama dapat mengakses website dengan cepat. Kedua, mereka dapat memiliki nilai SEO yang tinggi. Flat design membantu website memenuhi persyaratan kecepatan yang dibutuhkan oleh mesin telusur. Inilah mengapa flat design mulai menjadi populer dan akan terus menjadi tren desain web hingga 2019.

Flat design biasanya memanfaatkan warna-warna cerah, tepi bersih dan tajam, dan banyak ruang tersedia. Meskipun minimalis, bukan berarti bahwa flat design adalah desain yang membosankan. Dengan paduan warna kontras dan ilustrasi yang cerah dengan gambar-gambar sederhana dan sans-serif font, akan menjadikan tren flat design ini tampak indah dan menarik.

Karena flat design tidak mengandalkan gambar-gambar rumit dan berat, maka tidak ada data ekstra dalam jumlah besar yang dimuat ketika pengguna bernavigasi ke suatu halaman. Maka ada dua keuntungan di sini : Pertama, pelanggan dan klien yang dapat menikmati website dengan akses yang cepat, baik di perangkat seluler atau desktop. Kedua, desain yang hemat data, membuat halaman-halaman website bisa diakses dengan gegas.

Mobile First

Pada tahun 2015, jumlah penelusuran seluler menyalip penelusuran desktop, yang akhirnya menjadikan penelusuran seluler sebagai bentuk penelusuran tertinggi di seluruh dunia. Karena hal inilah, Google mengubah indeks peringkat mereka, yang mana lebih memprioritaskan website yang mobile-friendly.

Dengan perubahan ini, tidak mengherankan jika desain mobile first telah menjadi tren desain web 2019. Desain mobile first yaitu mengubah cara website dirancang secara fundamental. Standar yang digunakan dahulu adalah jika sebuah website yang dirancang untuk komputer desktop atau laptop harus responsif pada penggunaan seluler. Kini, desain mobile first adalah sebaliknya, yaitu merancang website untuk pengguna seluler terlebih dahulu, sebelum membuat versi bagi pengguna desktop.

Broken Grid/ Asymmetrical Layouts

Sistem grid membantu desainer menjaga keselarasan dan konsistensi dengan mudah ketika mereka menambahkan konten (gambar, judul, salin, call-to-action) ke media apapun yang mereka kerjakan, mempertahankan struktur grid dalam tata letak yang mendasarinya, serta mempertahankan simetri juga.

Dahulu jika menggunakan grid atau “winging it” akan menghasilkan desain yang disebut sloppy atau distracting design yang membuat pengguna tidak fokus pada bagian terpenting halaman. Namun seiring perkembangan mode desain web, desain Broken Grid / Asymmetrical Layouts telah mendapatkan popularitas yang semakin banyak karena mungkin telah menemukan cara agar terlihat menarik dan tidak tampak sloppy atau distracting.

Para desainer mampu mencapai hal ini setelah secara hati-hati dan serius mematahkan pola grid dan membangun hirarki dengan planned asymmetry. Penggunaan penempatan yang tidak biasa, layering dengan warna dan tekstur yang berbeda, pengulangan pola tidak teratur, penggunaan white space, dan penggunaan tipografi secara kreatif menciptakan tampilan unik yang biasanya tidak ditemukan dalam tata letak berbasis grid.

Shapes

Sebagai tren tengah-tengah antara desain minimalis milik flat design dan bentuk grid, maka menciptakan tren baru dalam bentuk geometris.

Bentuk geometris sederhana dengan warna-warna cerah dapat menciptakan tepi yang menarik dan dimuat dengan cepat. Desain dengan komposisi fotografi atau pola berulang dari bentuk tertentu akan menghasilkan dinamisme yang ada pada desain broken grid/assymmetrical layout.

Fungsi yang serbaguna ini adalah alasan mengapa shapes akan menjadi tren desain web pada tahun 2019. Bentuk geometris bagaikan warna, karena ada pikiran dan emosi yang secara alami diasosiasikan dengan setiap orang. Persegi panjang merepresentasikan stabilitas, lingkaran adalah kesatuan, dan segitiga dan jajaran genjang adalah dinamisme. Penggunaan bentuk-bentuk tersebut secara kreatif dapat digunakan untuk membentuk emosi atau perasaan yang Anda inginkan untuk dirasakan oleh pengunjung website Anda.

Single Page Design

Desain single page disebut juga sebagai desain pageless. Single Page Design ini sangat deskriptif, yaitu mengacu pada website yang hanya memiliki satu halaman, bukan halaman layanan ganda atau artikel blog, semuanya tersusun rapi di bawah silsilah hierarki.

Single page design memiliki lebih sedikit pemicu yang dapat memperlambat kinerja website. HTML, CSS, Javascript, dan gambar tidak menghambat website dengan data saat diunduh, sehingga memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengguna dan memberikan prioritas di mesin telusur.

Kesederhanaan ini sangat bagus untuk single page website karena akan tampak bagus di setiap perangkat penjelajahan dan secara otomatis menjadi website versi mobile first. Selain itu lebih mudah dikelola juga.

Website bisnis cenderung memilih website tanpa laman demi kemudahan penggunaan. Mereka juga cenderung memiliki rasio konversi tinggi. Di situs hierarkis tradisional, desin ini menguntungkan karena meraih pengguna dengan pencarian kata kunci, membuat mereka mendarat di website Anda dan kemudian menyalurkannya ke formulir kontak, halaman, atau nomor telepon. Dengan hanya satu halaman website, tidak ada tempat bagi pengguna untuk beralih ke halaman lain, sehingga setiap bagian halaman mendorong mereka menuju titik konversi.

Video Background

Meskipun lebih banyak menyedot kuota internet, latar belakang video akan menjadi tren desain web di 2019 karena diyakini lebih mudah meningkatkan konversi.

Video memang jauh lebih menarik daripada teks atau gambar. Tren ini mulai muncul di platform media sosial seperti Facebook selama beberapa tahun terakhir. Unggahan video lebih diprioritaskan dibandingkan dengan jenis unggahan lainnya.

Ketika seorang mengunjungi website Anda dan memutar video di background, mereka cenderung tetap menonton karena video itu menarik perhatian. Semakin banyak pengguna berada di website Anda, semakin besar kemungkinan mereka untuk berkonversi, selanjutnya semakin baik pula pada SEO Anda.

Kekuatan video sangat efisien, karena bisa menyampaikan pesan Anda dengan cepat dan efektif, dibanding penggunaan teks dan gambar. Video juga  sangat berguna ketika Anda memiliki pesan yang rumit untuk dijelaskan kepada pengguna Anda dalam waktu singkat.

Micro Animation

Mikro-animasi adalah desain yang mampu memberikan pengalaman yang intuitif dan memuaskan bagi pengguna saat mereka menjelajahi website Anda. Tampilannya berupa animasi kecil yang membantu pengguna memahami website dan memvalidasi mereka ketika mereka mengarahkan mouse atau mengklik suatu elemen, seperti mengubah warna tombol ketika kursor bergerak di atasnya, atau menu yang melebar ketika mereka mengklik pada suatu gambar

Animasi-animasi ini membantu pengguna mengetahui bahwa mereka telah melakukan opsi yang benar, saat ingin menjelajah sesuatu di website Anda. Contohnya saat ingin menekan tombol kirim saat mengisi formulir, warna tombol itu akan berubah saat Anda mengkliknya.

Contoh lainnya saat ingin merefresh halaman, yang biasanya dilakukan dengan cara menarik atau menggeser ke bawah, sehingga menciptakan gerakan menarik yang mengisyaratkan bahwa Anda sedang melakukan refresh halaman.

Chatbots / Machine Learning

Chatbots tercipta hampir 20 tahun lalu. Kini kegunaan dan penggunaannya lebih canggih dengan bantuan Artificial Intelligent dan Machine Learning. Sistem inilah yang membantu Google menampilkan auto suggestions saat Anda mengetik sesuatu di bilah penelusuran.

Ini juga yang menjadi alasan mengapa Facebook sangat mengenal Anda. Sistem ini membantu Facebook mempelajari seperti apa tampilan Anda atau apakah Anda ingin menandai seseorang saat mengunggah foto. Selain itu, inilah yang membantu Facebook mempelajari kebiasaan Anda, untuk bisa mengetahui jenis iklan, acara, atau informasi mana yang harus ditujukan kepada Anda.

Chatbots dan machine learning akan terus meningkatkan interaksi pengguna dengan website, terutama karena fungsi autoresponder yang melekat di sebagian besar chatbots sehingga dapat berinteraksi dengan pengguna dengan lancar.

Demikian artikel Rumahweb tentang tren desain web tahun 2019. Selanjutnya silakan melakukan optimalisasi website Anda supaya bisa tetap bersaing di 2019 mendatang.

 

Berikan Komentar

Alwan Rosyidi