Taktik Kedua Neuromarketing: Seberapa Langka Produk Anda?

Kembali lagi ke taktik kedua dari Neuromarketing!

Masih ingatkah Anda istilah neuromarketing? Jika belum mengingatnya, yuk mari kita kulik kembali dengan mudah.

Mari kita pisahkan kata neuro dan marketing. Secara umum, neuro berarti bagian tubuh atau anatomi yang berkaitan dengan sistem saraf. Kita dapat mengenalinya sebagai kata lain dari otak. Sedangkan marketing adalah pemasaran. Apa jadinya bila digabungkan?

Neuromarketing adalah sebuah disiplin ilmu populer yang menggabungkan neuroscience , psikologi dan ilmu riset pemasaran.

Nah, pembahasan taktik pertama sudah dibahas kan? Mari kita lihat taktik kedua yang bisa Anda aplikasikan!

Seberapa Langka Produk Anda?

Kita tentunya menganggap serius mengenai perkara langka atau uniknya sebuah produk. Kelangkaan ini secara tidak langsung memotivasi otak kita untuk meningkatkan keingintahuan dari produk-produk langka yang dimaksud.

Langka atau tidaknya sebuah produk tentu dapat Anda ciptakan sendiri. Ingat, Anda harus bisa menciptakan manipulasi ini sesuai dengan istilah neuromarketing!

Anda tentu masih ingat brand-brand terkemuka seperti Louis Vuitton, Channel hingga Hermes yang digemari oleh kaum sosialita? Produksi dari koleksi barang-barang ini sesungguhnya memungkinkan untuk di produksi massal tanpa harus diperebutkan kesana-kemari oleh kaum sosialita ini.

Manipulasi “limited edition” tentunya dapat Anda lakukan terhadap lini produk yang ditawarkan. Jangan lupa, penggunaan wording yang bertujuan atau “call to action” di sosial media, website, display toko hingga kemasan atau packaging sangat berpengaruh!

Bagi Anda entrepreneur dari toko online dapat segera mengaplikasikan trik ini agar dapat meningkatkan sales. “Only 3 left in the stock” atau label “Limited Edition” akan menarik perhatian customer Anda.

Melalui wording serta promosi yang bertujuan untuk menginformasikan kelangkaan produk ini, secara tidak langsung dapat menciptakan urgency atau urgensi customer untuk mendapatkan produk ini.

Melalui urgensi ini, pelanggan akan berpikir jika mereka “the only person” yang mempunyai barang ini atau “the first person” yang memilikinya. Secara tidak langsung faktor-faktor tersebut akan membuat mereka senang dan dapat meiningkatkan social status mereka baik di dunia maya atau lingkungan sekitar.

Jadi, masih ragu akan neuromarketing? Baca lagi trik menarik ketiga yang bisa Anda aplikasikan di artikel selanjutnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *