Rumahweb Blog
banner - Mengenal STP Marketing Adalah

Mengenal STP Marketing: Pengertian, Target, dan Metode Riset

Bagi sebagian orang, STP adalah istilah yang masih asing di telinga, terlebih STP marketing. STP adalah singkatan dari Segmentation, Targeting, dan Positioning. STP marketing merupakan metode pemasaran yang tak kalah populer dengan SWOT.

Sebenarnya, apa itu STP, STP marketing, dan bagaimana cara menerapkannya? Simak artikel Rumahweb Indonesia berikut ini!

Apa itu STP?

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, STP adalah singkatan dari istilah Segmentation, Targeting, dan Positioning.

Dalam marketing, STP adalah tiga elemen yang harus dilakukan secara berurutan, yakni pertama, mengidentifikasi segmen. Kedua, menganalisis target pasar. Terakhir, menentukan posisi yang tepat untuk menjalankan bisnis.

Apa itu STP Marketing

STP marketing adalah ​​pendekatan strategis yang digunakan oleh perusahaan untuk memahami pasar mereka dengan lebih baik dan mengembangkan strategi pemasaran yang efektif.

Selain berperan untuk mengarahkan pemasaran bisnis, pendekatan STP juga berpotensi untuk membangun citra merek, meningkatkan kredibilitas bisnis, hingga merumuskan rencana pemasaran yang akan diimplementasikan.

Pendekatan STP adalah metode tepat untuk mengarahkan upaya pemasaran suatu perusahaan dengan lebih efektif.

Dengan STP, perusahaan dapat mengidentifikasi segmen pasar yang paling menjanjikan, mengarahkan sumber daya mereka untuk mencapai target pasar yang tepat, dan mengkomunikasikan pesan yang relevan dan menarik kepada konsumen yang dituju.

BACA JUGA: AIDA Marketing: Pengertian, Konsep, dan Contohnya

Mengenal Segmentasi STP Marketing

Segmentasi berkaitan dengan pasar. Segmentasi dalam STP adalah proses membagi pasar yang luas menjadi kelompok-kelompok kecil berdasarkan karakteristik khusus. Penerapan segmentasi pasar, dapat memudahkan Anda dalam melakukan promosi bisnis.

Segmentasi STP marketing dapat dibagi menjadi empat jenis, antara lain: 

1. Demografis

Pembagian target pasar berdasarkan demografi tertentu, seperti usia, gender, ras, pendidikan, pekerjaan, hingga agama dan kewarganegaraan.

2. Geografis

Segmentasi geografis dalam STP adalah pembagian target pasar berdasarkan letak geografisnya, sebagai contoh, negara, kota, provinsi, bahkan komplek perumahan.

3. Psikografis

Segmentasi psikografis membagi pasar berdasarkan sifat psikologisnya, misalnya, gaya hidup, kepribadian, hobi, dan lain sebagainya.

4. Perilaku

Segmentasi terakhir dalam STP adalah perilaku, yang membagi target pasar berdasarkan behavior atau perilaku saat melakukan pembelian, ketertarikan, tujuan pembelian produk, dan lain sebagainya.

Target Pemasaran STP Marketing

Targeting dalam STP adalah penentuan target market untuk mengetahui mana segmen pasar yang paling tepat untuk bisnis Anda. Ada sejumlah faktor yang perlu jadi pertimbangan:

1. Kemudahan Akses

Cara promosi dan aksesibilitas produk terhadap pembeli patut dipertimbangkan. Sebagai contoh, jika Anda ingin memasarkan produk di luar negeri, pastikan paling tidak Anda memahami mekanisme pengiriman barang dan kendala yang mungkin harus dihadapi ketika menentukan target pasar.

2. Profitabilitas

Selain aksesibilitas, profitabilitas juga perlu diperhatikan. Profitabilitas adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan keuntungan atau profit dalam bisnis. Anda perlu menentukan segmentasi yang tepat dan sesuai dengan target profit yang diincar.

3. Potensi Pertumbuhan

Sebagai seorang pengusaha, penting bagi Anda untuk dapat merencanakan strategi jangka panjang. Oleh karena itu, proyeksikan hasil yang akan dicapai setelah menjalankan strategi STP, serta langkah-langkah yang perlu diambil untuk mencapai visi atau target masa depan bisnis.

BACA JUGA: Apa Itu Direct Marketing? Arti, Manfaat, dan Strateginya

Positioning STP Marketing

Positioning dalam STP adalah tahap terakhir yang perlu Anda lakukan. Pada tahap ini, Anda perlu menentukan cara yang tepat untuk memposisikan produk atau brand ke dalam segmen target yang telah ditentukan sebelumnya.

Pada tahap ini, Anda dapat menentukan mix model marketing yang dianggap paling efektif. Lakukan pertimbangan apa yang mendasari sehingga pelanggan lebih memilih produk Anda dibandingkan dengan kompetitor serupa.

Strategi Pemasaran STP Marketing pada Bisnis Online

Strategi bisnis dan pemasaran merupakan dua hal yang tak dapat dipisahkan. Setiap kegiatan dalam sebuah perusahaan atau bisnis pasti memerlukan strategi pemasaran. Arti strategi adalah suatu proses menyeluruh untuk mencapai tujuan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan aktivitas pada periode waktu tertentu.

Strategi dapat dikatakan berhasil jika ia dapat mencapai tujuan secara tepat, efisien, efektif, serta sesuai rencana. Pemasaran adalah kegiatan utama yang dilakukan oleh pengusaha atau pebisnis dalam mengembangkan perusahaan dan mendapatkan keuntungan.

Kepuasan konsumen menjadi kunci penting untuk mencapai keberhasilan strategi pemasaran. Kepuasan tersebut akan membawa loyalitas konsumen, yang pada akhirnya akan menguntungkan pebisnis dalam jangka panjang dan berkelanjutan.

Riset Marketing

Kegiatan pemasaran, termasuk STP marketing, tidak lepas dari riset. Secara konsep, riset pemasaran adalah kegiatan penelitian yang dilakukan secara sistematis, meliputi perencanaan, perumusan masalah, pendefinisian tujuan, pengumpulan data, pengolahan data, serta interpretasi hasil penelitian.

Riset marketing banyak dilakukan oleh para pelaku bisnis untuk memahami permintaan atau kebutuhan pasar. Biasanya, riset dilakukan oleh tim pemasaran perusahaan. Mereka harus memahami strategi pemasaran yang tepat dan juga mampu melakukan evaluasi terhadap hal-hal yang perlu diperbaiki, serta memanfaatkan peluang yang ada.

Empat Metode Riset Pemasaran

Terdapat empat metode riset dalam STP marketing. Di antara empat metode riset STP adalah sebagai berikut:

1. Kuesioner

Kuesioner termasuk metode riset pemasaran yang umum digunakan. Caranya adalah dengan membuat daftar pertanyaan tentang produk atau kebutuhan kepada calon responden yang telah disiapkan sebelumnya. Pastikan bahwa responden berasal dari kelompok target pasar yang dituju.

2. Focus Group Discussion (FGD)

Metode lain yang dapat digunakan adalah FGD, atau focus group discussion. FGD dapat dilakukan dengan membuat grup diskusi yang terdiri dari atas kurang lebih 20 orang, termasuk 3 peneliti, 2 moderator, dan peserta responden.

Tugas moderator adalah memimpin jalannya diskusi, sementara peneliti bertugas mencatat dan merekam aktivitas serta mengamati reaksi, respons, dan komentar dari responden.

3. Survei

Survei mirip dengan kuesioner. Bedanya, pertanyaan pada survei cenderung lebih singkat. Cara melakukan survei adalah dengan mengajukan pertanyaan seputar jasa atau produk yang akan diteliti. Calon responden dapat dipilih sercara acak maupun sukarelawan.

4. Observasi

Metode terakhir yang dapat dilakukan untuk riset STP adalah observasi. Metode ini dilakukan dengan mengamati langsung situasi di pasar, misalnya memantau berita atau mengamati tren terkini di masyarakat. Dari kegiatan ini, Anda dapat menganalisis sebab-akibat.

BACA JUGA: Marketing Mix: Pengertian, Elemen, serta Contohnya

Langkah Dasar Melakukan Riset Marketing

Terdapat beberapa langkah dasar dalam STP marketing. Di antara beberapa langkah dasar STP adalah sebagai berikut:

1. Merumuskan Masalah

Langkah pertama dalam melakukan riset marketing adalah merumuskan masalah. Hal ini penting dilakukan untuk memahami tujuan dan target yang ingin dicapai.

Riset yang dilakukan harus berdasarkan pada tujuan untuk menghasilkan informasi yang akurat mengenai permasalahan yang sedang dihadapi dan kesimpulan yang diinginkan.

2. Membuat Desain Riset

Langkah ini dilakukan untuk memetakan prosedur riset secara rinci terkait cara mengumpulkan data, pengujian hipotesis, serta pembuatan model kuesioner.

3. Mengumpulkan Data

Langkah selanjutnya adalah mengumpulkan data, termasuk data primer dan sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari lapangan, sedangkan data sekunder biasanya diperoleh dari sumber lain seperti buku, internet, atau pustaka lain yang relevan.

4. Menganalisis Data

Setelah berhasil terkumpul, data harus dianalisis dan diinterpretasikan. Proses ini bisa dimulai dengan melakukan editing data, analisis statistik, tabulasi, dan interpretasi data. Hasil pengolahan data tersebut akan membantu Anda dalam merumuskan kesimpulan dan memberikan petunjuk untuk langkah-langkah selanjutnya.

5. Menyusun Laporan Riset

Langkah terakhir dalam melakukan riset adalah menyusun laporan berisi hasil penelitian beserta rekomendasi yang kemudian disampaikan kepada pihak manajemen. Laporan ini nantinya akan digunakan sebagai dasar untuk membuat keputusan.

Kesimpulan

Selain SWOT, STP adalah salah satu strategi yang dapat digunakan untuk mencapai suatu target atau tujuan bisnis. Faktanya, strategi pemasaran merupakan aspek penting yang dapat mendukung kesinambungan sebuah bisnis, tak terkecuali strategi STP marketing.

Bermanfaatkah Artikel Ini?

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 0 / 5. Vote count: 0

Belum ada vote hingga saat ini!

Kami mohon maaf artikel ini kurang berguna untuk Anda!

Mari kita perbaiki artikel ini!

Beri tahu kami bagaimana kami dapat meningkatkan artikel ini?

Domain & Hosting Gratis di Rumahweb

Darin Rania

A mother who dedicate her time to write & create creative contents

banner pop up - Pindah Hosting ke Rumahweb