Rumahweb Blog
banner artikel - Reseller Adalah

Reseller Adalah: Definisi, Syarat, Contoh, dan Caranya

Reseller adalah istilah yang cukup populer dalam dunia bisnis. Singkatnya, reseller artinya menjual kembali. Di dunia serba digital seperti sekarang, reseller menjadi pilihan bagi banyak orang untuk berbisnis online.

Salah satu alasan mengapa reseller makin digandrungi adalah karena untuk menjadi reseller, biasanya seseorang tidak membutuhkan banyak modal, ditambah sistemnya yang cukup fleksibel.

Lalu, apa itu reseller, bagaimana cara kerjanya, dan apa saja kelebihan dan kekurangannya? Pada artikel ini, kami sudah merangkum berbagai informasi penting terkait reseller. Yuk, cari tahu!

Reseller Artinya

Reseller berasal dari bahasa Inggris. ‘Re’ berarti kembali, dan ‘sell’ berarti menjual. Jadi jika digabungkan, reseller artinya menjual kembali suatu produk yang diperoleh dari pihak pertama. Ringkasnya, reseller akan membeli atau menyetok barang untuk kemudian dijual lagi, guna memperoleh keuntungan.

Reseller tidak hanya merujuk pada perseorangan, tetapi bisa juga suatu perusahaan yang melakukan aktivitas pembelian dengan tujuan dijual kembali.

Reseller adalah profesi yang cukup banyak diminati, sebab untuk menjadi reseller, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk membeli alat produksi, maupun mengeluarkan biaya-biaya operasional lainnya.

BACA JUGA: Cara Jualan Online untuk Pemula

Cara Kerja Reseller 

Secara garis besar, cara kerja reseller artinya membeli produk dari pihak pertama, lalu dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi. Berikut penjelasan lengkap mengenai cara kerja reseller:

1. Menentukan Produk

Tahap pertama untuk memulai bisnis reseller adalah menentukan produk yang ingin dijual kembali. Anda perlu melakukan riset untuk mencari tahu permasalahan, keresahan, serta kebutuhan yang dialami masyarakat.

2. Mencari Produsen/Supplier

Setelah menentukan produk, langkah selanjutnya adalah mencari produsen, supplier, atau distributor tempat Anda membeli produk. Buat perbandingan antara satu supplier dengan supplier lainnya.

Selain memilih supplier, penting juga untuk tidak bergantung satu supplier saja, karena dapat berisiko pada bisnis Anda.

3. Melakukan Pemasaran Secara Online/Offline

Setelah melakukan pembelian atau penyetokan produk, tahap selanjutnya dalam bisnis reseller adalah melakukan pemasaran dan promosi, baik secara online maupun offline.

Karena persaingan bisnis reseller cukup ketat, Anda perlu merancang berbagai strategi, salah satunya menyediakan platform yang memudahkan konsumen membeli produk Anda.

4. Membina Hubungan Baik dengan Konsumen

Hal lain yang tak kalah penting adalah membina relasi dengan konsumen, dengan membangun komunikasi yang baik serta berupaya untuk memenuhi permasalahan mereka.

Upaya ini dapat membantu meningkatkan loyalitas dan kepercayaan pelanggan pada bisnis Anda.

Syarat Menjadi Reseller

Reseller adalah salah satu profesi yang tak membutuhkan keahlian atau persyaratan khusus apapun. Dapat dikatakan bahwa untuk menjadi reseller artinya diperlukan modal dan niat yang kuat. Berikut kami jabarkan beberapa syarat menjadi reseller yang perlu Anda perhatikan:

1. Memiliki Niat

Setiap pekerjaan tentu harus dilandasi dengan niat, begitu pula dengan menjadi reseller. Tanpa niat yang kuat, tentu Anda akan kesulitan dalam menjalankan bisnis sebagai reseller.

2. Punya Modal

Syarat lain untuk menjadi reseller adalah memiliki modal. Modal yang dimaksud tak hanya berbentuk uang saja, tetapi juga bisa berupa waktu dan tenaga. Menariknya, modal yang dibutuhkan untuk menjadi reseller dapat disesuaikan dengan kondisi keuangan.

3. Memiliki Koneksi

Syarat selanjutnya untuk menjadi reseller adalah mempunya koneksi dengan berbagai pihak, terutama produsen, supplier, atau distributor. Selain itu, Anda juga perlu membangun relasi dengan sesama reseller untuk saling bertukar pengetahuan.

4. Memahami Teknik Pemasaran dan Bisnis

Meski cara kerja reseller relatif sederhana, namun Anda juga perlu memahami dasar-dasar teknik pemasaran dan bisnis agar bisnis Anda bisa bertahan di tengah menjamurnya bisnis reseller.

BACA JUGA: Apa yang Dimaksud Peluang Usaha dan Contohnya

Kelebihan Menjadi Reseller

Ada beragam kelebihan yang bisa Anda peroleh apabila menjadi reseller. Beberapa kelebihan menjadi reseller adalah sebagai berikut:

1. Minim Modal

Keuntungan pertama menjadi reseller adalah Anda tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk memulai bisnis. Bisnis reseller dapat dimulai dengan membeli stok dari pemasok yang besarnya bisa disesuaikan dengan ketersediaan modal Anda.

2. Fleksibel Menentukan Harga

Sebagai reseller, Anda juga dapat lebih fleksibel dalam menentukan harga jual suatu produk. Biasanya, supplier memiliki harga khusus untuk reseller, sehingga Anda bisa mendapat keuntungan dengan menjual produk sesuai harga pasar atau bahkan sedikit lebih murah. 

3. Potensi Keuntungan Besar

Meskipun tak membutuhkan modal yang besar, namun potensi Anda mendapat keuntungan besar juga cukup menjanjikan. Sederhananya, semakin besar volume produk yang dijual, semakin besar pula peluang anda mendapat keuntungan besar. 

4. Memiliki Akses ke Beragam Produk

Kelebihan lain dalam menjadi reseller adalah memiliki akses ke beragam produk dari berbagai pemasok atau supplier. Akses ini tentu membuat Anda dapat menawarkan produk yang lebih variatif lagi kepada pelanggan.

Kekurangan Menjadi Reseller

Selain berbagai kelebihan di atas, terdapat pula beragam kekurangan yang bisa Anda alami apabila menjadi reseller. Beberapa kekurangan menjadi reseller adalah sebagai berikut:

1. Ketergantungan pada Pemasok

Salah satu kekurangan menjadi reseller adalah Anda harus bergantung pada pemasok atau produsen, terutama terkait kualitas dan ketersediaan produk. Jika pemasok tidak dapat memenuhi ekspektasi, bukan tak mungkin bisnis Anda akan terkena dampaknya.

2. Tidak Punya Kendali atas Ketersediaan Produk

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, reseller artinya tidak memiliki kendali atas stok atau ketersediaan produk. Jadi, jika ada masalah pada produksi, Anda mungkin akan kesulitan memenuhi permintaan pelanggan.

Karena keterbatasan inilah, sebaiknya Anda memiliki lebih dari satu pemasok, sehingga jika ada kendala pada salah satu pemasok, Anda masih bisa mendapatkan produk dari pemasok lain.

3. Kompetisi Ketat

Mudahnya menjadi reseller membuat banyak orang memilih terjun menjadi reseller, dan menjadikan kompetisi dalam industri ini cukup ketat. Untuk itu, Anda perlu merancang strategi pemasaran yang efektif dan stand out di pasaran.

4. Tidak Dapat Mengontrol Kualitas Produk

Seperti pada poin pertama, sebagai reseller, Anda juga sulit mengendalikan kualitas produk karena tidak terlibat langsung dalam proses produksi atau manufaktur.

BACA JUGA: Memahami Bisnis Model Canvas dan Elemen Yang Harus Ada

Cara Menjadi Reseller

Setelah memahami tentang bisnis reseller, apakah Anda tertarik untuk terjun ke bisnis satu ini? Cara menjadi reseller kurang lebih sama dengan cara kerjanya.

1. Menentukan Jenis Produk

Langkah pertama, Anda perlu memilih produk yang akan dijual sesuai minat dan pengetahuan Anda.

2. Mencari Pemasok/Produsen

Langkah berikutnya untuk menjadi reseller adalah mencari pemasok yang menyediakan produk yang ingin Anda jual melalui perusahaan grosir, pameran dagang, platform e-commerce, dan lain sebagainya.

3. Melakukan Riset dan Evaluasi

Riset dan evaluasi tidak hanya penting dilakukan untuk mengetahui target pasar yang optimal, tetapi juga mengetahui profil pemasok atau supplier potensial Anda. Pastikan mereka memiliki reputasi yang baik.

4. Mendaftar & Memilih Paket Reseller

Setiap pemasok atau supplier biasanya menyediakan sistem dan paket atau harga khusus untuk reseller. Jadi, jangan lupa lakukan pendaftaran dan pilih paket yang sesuai kebutuhan dan anggaran Anda.

5. Menentukan Harga Jual & Strategi Pemasaran

Setelah itu, tentukan harga jual dengan mempertimbangkan harga grosir, margin keuntungan, dan harga pasar. Buat strategi pemasaran yang menarik dengan memanfaatkan berbagai platform.

6. Membuat Branding

Meski “hanya” menjadi reseller, Anda juga perlu menciptakan identitas merek dengan logo, desain kemasan, atau nama khusus jika diperbolehkan oleh pihak supplier

Alternatif lain yang dapat dilakukan jika tidak boleh membuat identitas merek sendiri adalah dengan membuat branding berlandaskan merek dari supplier. Misalnya, Kosmetik CANTIK Cabang Cirebon, Sosis Sapi ENAK Cabang Surabaya, dan lain sebagainya.

7. Mengelola Inventaris & Pengiriman

Meskipun Anda tidak bisa mengontrol kualitas dan ketersediaan produk, namun Anda dapat memesan produk dalam jumlah besar agar Anda tidak kewalahan jika sewaktu-waktu supplier sedang kehabisan produk yang Anda butuhkan.

Namun, pastikan Anda dapat mengelola inventaris dengan baik agar produk yang disimpan tetap terjaga kualitasnya.

Selain inventaris, pastikan juga Anda memilih jasa pengiriman terbaik yang tersedia. Beberapa tolok ukur yang dapat Anda gunakan misalnya dari segi biaya, kecepatan pengiriman, hasil pengiriman, dan lain sebagainya.

8. Melakukan Evaluasi Kinerja

Langkah yang tak kalah penting untuk menjadi reseller adalah memantau penjualan secara teratur dan mengevaluasi apa saja aspek yang perlu ditingkatkan atau bahkan dihilangkan dari sistem bisnis Anda.

Contoh Reseller

Mengetahui reseller artinya apa bukan berarti memahami penerapannya. Untuk memudahkan pemahaman, tentu lebih baik bila melihat contoh-contoh yang ada. Beberapa contoh reseller adalah sebagai berikut:

1. Reseller Produk Kecantikan

Produk kecantikan adalah salah satu jenis produk yang tak akan sepi peminat. Kini, ada cukup banyak produsen produk kecantikan, seperti kosmetik, skincare, dan bodycare, yang menawarkan paket reseller, sehingga Anda dapat membelinya langsung dari produsen atau brand terkait dan menjualnya kembali.

2. Reseller Baju Anak

Hampir sama seperti produk kecantikan, Anda dapat membeli stok produk fashion berupa baju anak dari sebuah brand, kemudian menjual atau memasarkannya kembali melalui platform media sosial.

3. Reseller Aksesoris Handphone

Hampir semua orang memiliki handphone. Karena itulah, menjadi reseller aksesoris handphone dapat menjadi bisnis yang menggiurkan. Ada banyak jenis aksesoris yang dapat Anda jual, mulai dari case, charger, earphone, dan masih banyak lagi.

Sama seperti contoh bisnis reseller lainnya, Anda dapat membeli produk aksesoris langsung dari brand terkait, atau mencari pemasok sendiri. Nantinya, Anda dapat menjual produk tersebut secara offline maupun online.

Demikian penjelasan lengkap dari Rumahweb mengenai reseller. Menjadi reseller adalah salah satu bisnis yang menguntungkan dan tak membutuhkan banyak persyaratan. Jadi, apakah Anda berminat?

Bermanfaatkah Artikel Ini?

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 5 / 5. Vote count: 1

Belum ada vote hingga saat ini!

Kami mohon maaf artikel ini kurang berguna untuk Anda!

Mari kita perbaiki artikel ini!

Beri tahu kami bagaimana kami dapat meningkatkan artikel ini?

Hosting Murah

Darin Rania

A mother who dedicate her time to write & create creative contents

banner pop up - Pindah Hosting ke Rumahweb