Rumahweb Blog
Apa Arti Proposition adalah

Apa Arti Proposition, Jenis, beserta Contohnya

Proposition adalah istilah dalam bahasa Inggris yang sering digunakan dalam bidang bisnis atau marketing. Jika merujuk pada kamus, maka proposition adalah hal, dalil, soal, saran, usul, masalah, dan rencana.

Proposition bisa berarti banyak hal, maka dari itu, penting untuk melihat kata lain yang mengikuti istilah tersebut. Pada artikel blog Rumahweb kali ini, kami akan membahas tentang apa itu proposition dan apa saja jenis-jenisnya.

Apa itu Proposition

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, jika merujuk pada kamus bahasa, maka proposition adalah hal, dalil, soal, saran, usul, masalah, dan rencana. Proposition juga bisa diartikan sebagai pernyataan mengenai hal-hal yang dapat dinilai benar atau salah.

Dalam bahasa Indonesia, proposition dapat disebut proposisi. Jika merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), proposisi memiliki dua arti: 1) rancangan usulan; 2) ungkapan yang dapat dipercaya, disangsikan, disangkal, atau dibuktikan benar-tidaknya.

Kemudian jika dilansir dari Wikipedia, proposisi adalah istilah yang digunakan untuk kalimat pernyataan yang memiliki arti penuh dan utuh. Hal ini berarti suatu kalimat harus dapat dipercaya, disangsikan, disangkal, atau dibuktikan benar tidaknya.

Singkatnya, proposisi atau proposition adalah pernyataan mengenai hal-hal yang dapat dinilai benar atau salah.

Untuk dapat lebih memahami istilah proposition, ada baiknya jika kita mengaitkannya dengan kata atau istilah lain. Di bawah ini adalah beberapa jenis proposition yang kerap dikaitkan dengan bidang bisnis.

Jenis Proposition

Proposition adalah salah satu istilah yang sering digunakan dalam bidang bisnis. Beberapa istilah populer dalam dunia bisnis mengenai proposition adalah value proposition, brand proposition, dan unique selling proposition.

1. Value Proposition

Value proposition adalah pernyataan tentang sebuah nilai yang dijanjikan suatu perusahaan untuk dapat diterima oleh konsumen apabila membeli produknya. Tidak sedikit orang yang menganggap value proposition sama dengan tagline. Padahal keduanya berbeda, meskipun sekilas memang mirip.

Perbedaan keduanya terletak pada tujuan. Jika tagline dibuat untuk menarik konsumen dan membuat suatu produk dikenal khalayak luas, maka value proposition dibuat dengan pernyataan singkat yang berisi penjelasan terkait manfaat atau nilai yang bisa diperoleh pelanggan lewat produk tersebut.

Cara membuat value proposition tentu memerlukan strategi khusus. Tahapan pertama dan terpenting adalah pelaku bisnis perlu menentukan dengan jelas visi misi perusahaannya.

Kemudian selanjutnya adalah melakukan riset pada calon pelanggan, menganalisis kompetitor, dan menunjukkan kemudahan yang akan diperoleh pelanggan bila menggunakan produknya.

Baca juga: Apa Itu Value Proposition? Arti, Contoh, dan Cara Membuatnya 

2. Brand Proposition 

Selain value proposition, ada juga brand proposition. Brand proposition artinya pernyataan mengenai identitas sebuah brand.

Misalnya, jika Anda ingin membangun bisnis yang bergerak di bidang kuliner, maka Anda harus memiliki brand proposition yang berhubungan dengan produk Anda, contohnya “mengatasi rasa lapar dengan cepat”, atau “pelepas dahaga, pemulih tenaga”, dan lain sebagainya.

Contoh-contoh kalimat di atas sekilas memang mirip tagline. Hal ini karena tagline memang merupakan salah satu media untuk menyampaikan brand proposition. Selain lewat tagline, brand proposition juga bisa disampaikan lewat logo, konten media sosial, atau iklan.

Brand proposition adalah hal dasar yang perlu dirumuskan sebelum Anda meluncurkan sebuah brand/produk. Tahapan yang perlu dilakukan untuk membuat brand proposition adalah menentukan tujuan dengan jelas.

Brand proposition juga harus disampaikan dengan jelas, terbuka, dan fleksibel. Tujuannya tentu agar pelanggan lebih mudah mengingat brand Anda. Selain itu, brand proposition juga dapat memperjelas identitas brand Anda di mata pelanggan.

3. Unique Selling Proposition

Unique Selling Proposition atau yang disingkat menjadi USP adalah penyataan atau alasan mengapa sebuah produk/jasa sebuah perusahaan lebih baik daripada kompetitornya.

USP dapat membantu perusahaan terlihat lebih menonjol di tengah persaingan industri tersebut. Untuk merumuskan USP, pebisnis perlu menjawab pertanyaan: “Apa yang membuat produk Anda lebih baik daripada pesaing?”.

Dengan memetakan kelebihan-kelebihan produk yang tidak dimiliki kompetitor, kemungkinan brand Anda dikenal khalayak luas menjadi lebih besar.

Cara paling awal dalam menentukan unique selling proposition adalah dengan menempatkan diri di posisi pelanggan. Apa kira-kira masalah yang dihadapi pelanggan dan bagaimana produk Anda dapat menjadi solusi mengatasinya.

Kedua, ketahui motivasi konsumen saat membeli produk Anda. Ketiga, bandingkan dengan produk dari para pesaing. Beberapa brand yang berhasil memiliki USP adalah Starbucks, IKEA, Uniqlo, McDonalds, dan masih banyak lagi.

Ketiga proposition di atas sangat penting dimiliki oleh sebuah bisnis. Artinya jika brand telah memiliki ketiga proposition tersebut, maka dapat dipastikan brand tersebut akan mudah dikenal masyarakat.

Demikian penjelasan tentang apa itu proposition beserta artinya, khususnya yang berkaitan dengan bisnis. Semoga membantu!

Bermanfaatkah Artikel Ini?

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 0 / 5. Vote count: 0

Belum ada vote hingga saat ini!

Kami mohon maaf artikel ini kurang berguna untuk Anda!

Mari kita perbaiki artikel ini!

Beri tahu kami bagaimana kami dapat meningkatkan artikel ini?

Hosting Murah

Darin Rania

A mother who dedicate her time to write & create creative contents