Rumahweb Blog
banner blog - Prediksi Tren Media Sosial Marketing di Tahun 2021

Prediksi Tren Media Sosial Marketing di Tahun 2021

2020 merupakan tahun yang berat bagi sebagian besar orang. Banyak momen-momen yang bahkan sebelumnya tidak pernah kita bayangkan bisa terjadi. Banyak bisnis yang terseok, dan tak sedikit juga yang berakhir gulung tikar.

Namun, di tahun 2020 kita juga menyaksikan bahwa bisnis-bisnis yang mampu beradaptasi dengan baik dan cepat, terbukti tak hanya bisa bertahan hidup, bahkan malah berkembang.

Di tahun 2021 ini, ada beberapa tren media sosial yang terlihat tengah berkembang dan harus Anda perhatikan, agar Anda bisa menyesuaikan diri dan menaklukan era baru dalam media sosial marketing. Berikut ini adalah lima prediksi tren media sosial marketing di tahun 2021, yang bisa Anda gunakan sebagai panduan untuk menyusun plan yang lebih solid.

1. Video Pendek

Sepertinya sudah banyak yang setuju dengan klaim bahwa video merupakan bentuk konten online yang paling kuat dan efektif. Namun, derasnya volume konten online yang ada setiap menitnya, membuat attention span atau rentang perhatian manusia semakin memendek. Besar kemungkinan seorang user sudah duluan scroll down atau mengklik next, sebelum sebuah video sampai pada inti pesan yang hendak disampaikan.

Itulah kenapa video dengan durasi pendek seperti yang ada di SnapChat, TikTok, dan Instagram reel dan stories saat ini menjadi sangat populer. Tren ini mengimplikasikan bahwa kini user telah dikondisikan untuk mengharapkan bisa memperoleh hiburan atau informasi baru dalam periode waktu yang sangat singkat.

Maka, brand atau bisnis yang bisa mengkomunikasikan dengan efektif pesan yang hendak mereka sampaikan dalam waktu 10-15 detik punya kemungkinan lebih besar untuk merebut hati audiens di media sosial.

Kunci dari pembuatan video pendek yang baik adalah utamakan memberikan value (hiburan, informasi, dll) dan jangan terlalu “jualan.”

2. Social Commerce

Pada dasarnya, social commerce adalah usaha pemanfaatan media sosial sebagai media berjualan online. Media sosial seperti Facebook dan Instagram mempermudah user untuk melakukan pembelian produk secara online tanpa harus meninggalkan platform yang tengah digunakan.

Dilaporkan, 71% orang memang sudah menggunakan media sosial untuk mencari inspirasi dalam berbelanja. Maka, mengintegrasikan pengalaman berbelanja di media sosial merupakan langkah yang logis.

ASOS merupakan contoh brand pakaian yang sudah memanfaatkan fitur Instagram shop. Pengalaman berbelanja yang ditawarkan pun hampir mirip dan bahkan lebih mudah jika dibandingkan dengan yang ditawarkan website mereka.

image 1 - Prediksi Tren Media Sosial Marketing di Tahun 2021

Toko online mereka menampilkan foto-foto yang otentik, video, deskripsi, dan pemesanan yang bisa dengan mudah dilakukan hanya dengan beberapa ketukan.

Ada dua prediksi terkait social commerce yang akan makin marak di 2021. Pertama, adalah bahwa akan semakin banyak brand yang membuat shop di media sosial, menjadikan praktik social commerce semakin mainstream di tahun ini. Kedua, diprediksikan bahwa platform media sosial lainnya seperti Pinterest atau bahkan mungkin LinkedIn, akan mulai membuat langkah untuk membuat commerce store versi mereka sendiri.

3. Augmented Reality

Augmented reality atau AR, merupakan sebuah teknologi yang digunakan untuk memproyeksikan virtual computer generated augmentation ke dalam dunia nyata. Salah satu yang pertama kali menggunakan teknologi ini adalah game Pokemon Go. Namun kini, AR telah diadaptasi oleh berbagai platform media sosial dalam bentuk filter yang bisa digunakan ketika merekam video atau mengambil foto. Biasanya, user memanfaatkannya ketika membuat story, post, atau bahkan saat melakukan video call.

Saat filter pertama kali muncul, yang bisa membuatnya hanyalah akun brand. Dan kebanyakan brand biasanya mencantumkan logo atau mengaitkan filter yang dirilis dengan campaign tertentu. Namun, karena kepopulerannya yang makin meningkat, kini semua user bisa membuatnya dan bisa digunakan oleh user lain.

Oleh brand kosmetik, teknologi ini sudah umum dimanfaatkan untuk menjual produk-produk mereka. Teknologi AR memungkinkan calon pembeli untuk mencoba berbagai warna lipstik sebelum membelinya. Kita tunggu saja, bagaimana teknologi ini akan berkembang di tahun 2021 ini.

image 2 - Prediksi Tren Media Sosial Marketing di Tahun 2021

4. Personalized Marketing

Personalized marketing adalah praktik marketing yang kontennya dipersonalisasi sesuai dengan orang yang menerimanya.

Seiring dengan perkembangan media sosial dan semakin banyaknya bisnis yang hijrah ke online, saat ini dataset dari keduanya sudah bisa digabungkan untuk membuat pesan yang terkesan lebih personal bagi tiap-tiap user.

Pada konsep personalized marketing, setiap individu dipandang sebagai pribadi yang unik, sehingga pemilik bisnis harus mengenal konsumen secara personal jika ingin memprospek mereka sebagai calon pelanggan.

Ada banyak praktik personalized marketing yang bisa dilakukan oleh pemilik bisnis. Yang paling sederhana, misalnya dengan mencantumkan nama konsumen yang dituju saat mengirimkan email marketing untuk memberi kesan yang personal dan keta. Zalora juga menginformasikan pemberian promo melalui email marketing saat konsumen sedang berulang tahun. Contoh lainnya, adalah Amazon yang memberikan rekomendasi buku pada konsumen, sesuai dengan buku jenis apa yang paling sering dicari oleh masing-masing konsumen.

5. Live

Tahukah Anda kalau satu juta pengguna Instagram menyaksikan video live setiap harinya?

Live begitu digemari karena fasilitas ini memberi kesempatan bagi user untuk terhubung dengan followers atau fans mereka secara langsung. Semakin ke sini, orang lebih menghargai keotentikan ketimbang video yang terlalu banyak dipoles.

Tak heran, banyak musisi yang lebih memilih melakukan “konser” di Instagram secara live, ketimbang merekam penampilan mereka, di-edit, lalu diunggah ke feed. Influencer juga umum melakukan live untuk sekedar ngobrol dengan followers, atau mendiskusikan sebuah produk atau topik tertentu secara santai. Bahkan badan antariksa Amerika Serikat, NASA, melakukan kegiatan rutin bertajuk Science Live, di mana mereka menjawab pertanyaan-pertanyaan ilmiah dari followers.

Dilihat dari perkembangannya, tampaknya tren live masih akan terus diminati dan mendominasi di tahun 2021 ini.

Demikian prediksi tren media sosial di tahun 2021 dari Rumahweb, semoga bermanfaat.

Berikan Komentar

Catra Wardhana