Rumahweb Blog
Penerapan Strategi Media Sosial Yang Tepat di Era New Normal

Penerapan Strategi Media Sosial Yang Tepat di Era New Normal

Ungkapan “satu-satunya hal yang pasti adalah perubahan” tak pernah terdengar lebih relevan lagi. Bila ada satu hal yang diajarkan oleh hidup di tengah pandemi global ini, adalah betapa skil beradaptasi pada perubahan tak kalah pentingnya bila dibandingkan dengan skil bertani atau bela diri. Terlebih saat ini, perubahan kian cepat bergulir setiap hari. Apa yang berhasil di bulan lalu, belum tentu demikian di bulan ini.

Kondisi tersebut berlaku di hampir semua hal; termasuk strategi pemasaran melalui media sosial. Bukan berarti Anda harus menyusun ulang strategi dari nol, melainkan lebih pada bagaimana Anda harus menyikapi perubahan agar bisa bertahan dalam jangka waktu panjang.

Mari kita tengok satu per satu, bagaimana strategi sosial media terdampak oleh dinamisnya laju perubahan dunia, serta langkah apa saja yang bisa ditempuh agar strategi bermedia sosial Anda punya dampak dan tidak sia-sia.

Selalu berpijak pada kemanusiaan

Manusia adalah jantung dari setiap bisnis. Manusia lah yang membangun, menjalankan dan menjadi target bisnis. Maka, saat Anda bekerja untuk menciptakan strategi media sosial, selalu pertimbangkan bagaimana dampaknya bagi manusia lain. Karena, bahkan ketika kegiatan tatap muka sangat minim seperti sekarang ini, kita memakai media sosial untuk berinteraksi dan membangun koneksi.

Lakukan hal ini dengan condong pada konten media sosial yang tidak terlalu banyak dipoles. Misalnya, saat Anda memutuskan untuk melakukan live video, lakukanlah di tempat Anda berada apa adanya, baik itu di rumah, kantor, maupun gerai/toko. Tidak perlu di studio dengan pengaturan lighting yang mewah dan “profesional”.

Cobalah untuk bisa memahami dan bersimpati

Salah satu kunci utama dalam menjadi manusia adalah menerima semua bentuk emosi yang sudah kodratnya dimiliki manusia; mulai dari sedih, marah, frustasi, hingga optimis, bahagia, dan berbunga-bunga.

Tak hanya menerima saja, tapi coba juga salurkan bentuk-bentuk emosi yang tengah masyarakat atau followers Anda rasakan, untuk membuat strategi media sosial agar terbentuk sebuah ikatan hubungan yang lebih kuat dengan mereka.

Misalnya, target audiens adalah masyarakat yang tinggal di daerah A, dimana situasi sosial, politik, atau ekonominya tengah bergejolak dan menciptakan rasa frustasi massa. Jangan paksakan untuk tetap menjaga social media presence yang selalu positif. Sebagai bagian dari masyarakat, salurkan juga kekecewaan yang mereka atau mungkin malah Anda sendiri tengah rasa. Jadi lah manusia.

Kurangi ke-aku-an isi konten 

Hari-hari dimana semua isi media sosial adalah tentang Anda atau brand Anda saja telah berakhir. Muai hari ini, fokuskan posting-an di media sosial Anda pada pelanggan dan audiens Anda. Bagikan cerita-cerita tentang mereka, cerita tentang benefit yang didapatkan oleh audiens Anda saat menggunakan produk atau jasa yang Anda tawarkan. Pakai sudut pandang mereka untuk “bercerita.”

Tambahkan value yang ditawarkan

Menambahkan value tak melulu tentang bagaimana caranya agar bisa lebih menjual. Karena sebagai konsumen, kadang kita memakai media sosial untuk membangun hubungan, belajar, atau sekedar untuk mencari hiburan.

Sebagai pemilik bisnis, Anda bisa menambahkan value ke platform media sosial dengan sesederhana menjelaskan bagaimana caranya melakukan suatu kegiatan, yang masih sejalan dengan industri bisnis Anda bergerak. Misalnya, apabila bisnis Anda bergerak di bidang kuliner, Anda bisa memberi informasi seputar urban farming, untuk menjaga ketahanan pangan selama pandemi.

Fokus pada engagement

Dari sekian banyak pelanggan setia bisnis Anda, paling tidak mereka memiliki satu kesamaan — mereka semua mendukung bisnis Anda. Dengan membuat posting-an yang memicu terjadinya engagement dan komunikasi, Anda bisa membantu mereka untuk saling terkoneksi antara satu dengan lainnya. Saat Anda berhasil menjaga brand awareness dan engagement, angka penjualan akan datang mengikuti dengan sendirinya.

Buka akses untuk komunikasi langsung

Pertimbangkan untuk membuka kanal komunikasi dengan audiens Anda secara langsung. Tools dan program seperti Facebook Messenger, Twitter chats, hingga DM Instagram bisa memberikan pilihan untuk konsumen terkoneksi dengan lebih mudah brand Anda.

Sesuaikan konten berdasarkan kebutuhan

Anda akan banyak menemui saran-saran yang generik — termasuk dalam artikel ini — tentang bagaimana membuat konten media sosial di masa kini dan mendatang. Tapi, untuk bisa benar-benar berhasil, Anda harus bisa mengambil elemen yang benar-benar cocok untuk brand Anda, dan mengutak-atiknya sendiri.

Pikirkan, bagaimana Anda bisa membangun hubungan yang sanggup bertahan lama dengan konsumen Anda. Apa yang mereka selalu tanyakan? Bagaimana Anda bisa mengubah cara melayani mereka dengan lebih baik?

Misalnya, apabila bisnis Anda menjual alat-alat atau perkakas do it yourself (DIY), Anda bisa menjual paket beserta konten tutorial untuk membuat maskernya sendiri, atau proyek-proyek rumahan lainnya.

Fasilitas gym, instruktur kebugaran, dan terapis fisik bisa membuat konten berisi rutinitas yang bisa dilakukan di rumah, lengkap dengan challenge dengan tujuan untuk menciptakan dan mempertahankan sense of community. Dengan menggunakan kreativitas, kemungkinan yang ada tidak terbatas.

Ciptakan hubungan kolaborasi

Salah satu cara terbaik untuk mengekspansi sebuah komunitas adalah melalui partnership. Anda bisa coba bekerja sama dengan:

  • Individu lain yang memiliki bisnis yang bisa mendukung bisnis Anda
  • Partner, contohnya galeri seni yang menggaet seorang seniman untuk mengisi kelas virtual

Karena sifat media sosial yang jangkauannya luas, kemungkinan tidak terbatas hanya dengan orang-orang yang ada di area Anda atau bisnis Anda berada saja. Anda bisa menjalin kolaborasi dengan orang di kota atau bahkan negara lain. Temukan individu dan bisnis yang memiliki brand messages yang sejalan dengan Anda, sehingga bisa menguntungkan bagi audiens dai kedua belah pihak.

Jadikan mendengar sebagai kegiatan aktif, bukan pasif

Media sosial bukan sekedar alat untuk menyiarkan pesan saja. Ia juga bisa jadi alat yang kuat sebagai perantara agar kita bisa mendengarkan, dan memahami secara lebih baik apa yang konsumen dan komunitas butuhkan. Tak peduli jenis bisnis apa yang tengah Anda geluti, Anda akan mampu menciptakan kemajuan dalam jasa maupun produksi ketika Anda mau dan sanggup terlibat langsung dalam dialog dengan konsumen, alih-alih hanya menggunakan media sosial sebagai megafon untuk berpromosi.

Jadilah sefleksibel mungkin

Aturan akan bagaimana menjalin engagement yang baik, kini terus menerus berubah. Taruh perhatian pada sinyal perubahan, perubahan aturan, dan perubahan norma.

Meskipun Anda telah menyusun skedul kegiatan media sosial untuk beberapa minggu ke depan,  Biasakan untuk tetap luwes dan siap akan kemungkinan perubahan rencana. Bersedialah untuk jeda sejenak, mengubah arah, dan menyesuaikan diri — dan yang terpenting, jadilah manusia.

Jika di tengah jalan salah langkah dan berbuat salah, akuilah. Minta maaf secara tulus dan terbuka. Dan cari jalan untuk menjadi lebih baik ke depannya.

Ambil waktu untuk rehat jika diperlukan

Tidak apa-apa untuk sesekali memperlambat langkah dalam menjalankan media sosial. Istirahatlah. Dengan banyaknya scheduling tools, kini hal ini lebih mudah untuk dilakukan. Anda hanya perlu mengecek secara berkala untuk menanggapi pertanyaan atau komentar yang masuk.

Atau, Anda bisa sekalian transparan, dan memberitahukan secara terbuka pada followers bila saat ini Anda memutuskan untuk rehat dari media sosial. Tinggalkan kontak darurat agar tetap bisa menjangkau Anda bila benar-benar dibutuhkan. Menjeda channel tertentu juga merupakan taktik yang baik apabila kebetulan Anda sedang tidak memiliki sumber daya manusia yang memadai untuk mengurus semua channel yang dimiliki.

Pertimbangkan memakai jasa promosi berbayar

Dengan kian banyaknya individu dan brand yang tak kenal lelah bekerja agar bisa makin terdengar di platform media sosial, pengiklan berskala besar kini makin tak segan melipatgandakan pengeluaran beriklan mereka. Anda pun mulai harus mempertimbangkan memakai jasa paid advertising atau iklan berbayar untuk meningkatkan visibilitas dan jangkauan.

Baik menggunakan retargeting ads to close sales atau look-alike audiences untuk menghasilkan reach yang lebih besar, ads adalah salah satu alat terkuat untuk menumbuhkan bisnis Anda. Belum lagi, Anda bisa mengatur bujet dan jadwal tayang menyesuaikan kemampuan dan kebutuhan bisnis Anda.

5 Tips untuk Kesuksesan Media Sosial di Era New Normal

Lalu, bagaimana kita mengolah panduan umum yang telah dijabarkan di atas menjadi langkah nyata yang nantinya dikerjakan dalam praktiknya?

  1. Susun kalender konten

Sekarang bukanlah waktunya untuk membuat konten secara dadakan. Spontanitas memang dibutuhkan untuk menjaga keautentikan tulisan, tapi tetap lakukan penjadwalan agar arus konten yang keluar mudah dikontrol. Lagipula, saat konten yang harus segera dirilis ditulis secara mendadak, ada kemungkinan Anda menyusun kata-kata yang punya makna tidak seperti yang Anda maksudkan.

Dengan adanya kalender konten, Anda bisa menyiapkan waktu untuk memikirkan bagaimana cara terbaik untuk mengungkapkan pesan yang hendak disampaikan dan menuangkannya dalam bentuk caption/narasi. Ditambah lagi, dengan kalender, Anda bisa dengan mudah meninjau materi apa saja yang harus Anda garap, dan mulai menyiapkan bagaimana Anda akan mengolahnya.

  1. Gunakan scheduling tools

Saat Anda menjalankan bisnis Anda sendiri dengan jadwal yang begitu padat, mengingat-ingat kapan harus posting di media sosial kadang sulit dilakukan. Dalam situasi seperti ini, scheduling tools akan menghilangkan sebagian besar beban Anda. Dengan menggunakan scheduling tools, Anda bisa membuat media sosial tetap aktif berjalan bahkan saat Anda sedang tidak bisa mengakses komputer atau ponsel pintar. Bahkan, saat Anda sudah memasukkan konten di scheduling tools, Anda tetap bisa membatalkannya ketika posting-an tersebut ternyata kurang pas keluar di waktu yang sebelumnya telah ditentukan.

  1. Pekerjakan karyawan khusus untuk menangani media sosial

Mengurus media sosial untuk bisnis atau brand akan membuat Anda kewalahan seiring dengan makin berkembangnya bisnis Anda. Sebagai opsi, Anda bisa mempekerjakan orang baru untuk menangani akun media sosial Anda. Terlebih, saat bisnis tengah mengalami penyesuaian dengan keadaan yang secara konstan berubah, tidak apa-apa membiarkan orang baru mengerjakan beberapa tugas untuk memperlancar urusan.

  1. Responsif dan libatkan diri pada obrolan yang terjadi

Tujuan utama yang ingin dicapai dari kegiatan bermedia sosial pada dasarnya adalah untuk membangun hubungan dan sense of community dengan target audience bisnis Anda. Pastikan untuk mengecek secara rutin adanya pertanyaan, komentar, atau tanggapan baru dari followers.

Hal ini penting dilakukan terutama jika Anda memutuskan membuka kanal percakapan pribadi, seperti Facebook Messenger atau DM Instagram, di akun bisnis Anda. Saat orang berbicara langsung pada Anda, Anda wajib merespon.

  1. Tunjukkan personalitas

Di awal artikel, disebutkan pentingnya media sosial suatu brand untuk “menjadi manusia.” Anda bisa mencapai hal ini dengan menyuntikkan tiap post dengan sentuhan kepribadian manusia nyata. Misalnya, merespon komentar dengan menggunakan emoji, pilihan kata yang lebih kasual dan bersahabat, atau dengan meme yang masih sejalan dengan kepribadian brand.

Meskipun menampilkan sisi humor terbukti efektif menonjolkan personalitas, selalu ingat juga untuk memastikan bahwa pesan ingin disampaikan terkirim dengan baik dan tidak ambigu. 

Langkah selanjutnya?

Nah, sekarang, apa yang harus Anda lakukan pertama? Mulailah dengan mengevaluasi bagaimana performa media sosial Anda sejauh ini, dan tentukan perubahan apa yang ingin Anda mulai inisiasi. Kemudian, perlahan-lahan temukan brand voice Anda dan petakan strategi di kalender konten. Dengan elemen-elemen itu, paling tidak Anda sudah punya fondasi menjalankan strategi media sosial yang kokoh.

Berikan Komentar

Catra Wardhana