Rumahweb Blog
banner blog - mengenal generasi milenial dan generasi z untuk pemasaran yang lebih baik

Mengenal Generasi Milenial dan Generasi Z Untuk Pemasaran Yang Lebih Baik

Mengenal Generasi Milenial dan Siapa Generasi Z

Generasi Milenial dan Generasi Z adalah dua kelompok usia yang saat ini sedang memasuki periode puncak dalam kehidupan mereka. Generasi milenial adalah mereka yang lahir antara tahun 1981 – 2000, sedangkan generasi Z adalah mereka yang lahir paska 2001.

Jumlah mereka banyak dan merupakan bagian yang besar dari keseluruhan populasi manusia. Dari sudut pandang bisnis, mereka adalah pangsa pasar yang sangat besar. Oleh karena itu, memahami karakter kedua generasi tersebut bisa membantu kita dalam proses pemasaran yang lebih baik. Secara garis besar, ada enam faktor yang membedakan Generasi Milenial dan Generasi Z.

1. Adaptasi Teknologi

Generasi milenial terlahir dan tumbuh di awal-awal berkembangnya teknologi informasi. Mereka masih sempat mengalami masa keemasan teknologi offline seperti kaset pita, walkman, CD dan DVD.

Di sisi lain, Generasi Z terlahir pada zaman ketika teknologi informasi sudah sedemikian maju. Sedari kecil mereka sudah familiar dengan laptop, internet, wifi, dan ponsel pintar.

Sebuah riset menemukan beberapa fakta, bahwa Generasi Z adalah generasi yang paling banyak mengidap gangguan kesehatan mental, terutama terkait perundungan di media sosial. Selain itu, para ahli juga menyebut Generasi Z sebagai “generasi yang paling kesepian”, meskipun mereka terlahir di era internet.

2. Ekonomi

Generasi milenial memiliki optimisme yang cukup tinggi terhadap masa depan ekonomi mereka. Oleh karenanya, Generasi Milenial cenderung mengalokasikan uang mereka untuk berbelanja hal-hal yang menarik dan memberikan pengalaman. Sedangkan sebaliknya, Generasi Z lebih cenderung untuk menabung uang yang mereka miliki.

3. Durasi Online

Waktu yang digunakan untuk online oleh Generasi Z lebih lama daripada Generasi Milenial. Berdasarkan sebuah statistik, rata-rata dalam sehari Generasi Z menghabiskan waktu 10 jam untuk online. Sedangkan Generasi Milenial hanya menghabiskan waktu sekitar 7,5 jam sehari.

4. Platform Media Sosial

Baik Generasi Milenial maupun Generasi Z sama-sama pengguna media sosial. Akan tetapi ada perbedaan pilihan platform media sosial yang digunakan. Generasi Milenial lebih banyak mempergunakan platform media sosial yang serius seperti Facebook, Twitter dan LinkedIn. Sedangkan Generasi Z lebih banyak mempergunakan platform media sosial yang menyediakan konten hiburan, seperti Instagram, Youtube dan TikTok.

5. Respon Terhadap Iklan

Berdasarkan sebuah statistik, Generasi Milenial memiliki kecenderungan untuk bersedia melihat iklan (ads) dalam durasi yang lebih lama, ketimbang Generasi Z. Generasi Milenial bersedia meluangkan waktu melihat tayangan iklan sampai lebih dari 12 detik, sedangkan Generasi Z hanya bersedia melihat iklan dengan durasi di bawah 8 detik saja.

6. Pendidikan

Dibandingkan dengan generasi sebelumnya, baik Generasi Milenial dan Generasi Z merupakan kelompok yang memiliki akses dan latar belakang pendidikan yang tinggi. Implikasinya, kedua generasi memiliki pola pikir yang lebih rasional, bila dibanding generasi-generasi sebelumnya.

Pemasaran Untuk Generasi Milenial

Rata-rata Generasi Milenial saat ini memasuki usia di atas 30 tahun dan mereka sudah lebih dewasa dilihat dari banyak aspek. Generasi Milenial memiliki minat yang tinggi untuk menikmati konten-konten video dalam durasi yang panjang, selama mengandung muatan yang informatif dan mendidik.

Anda bisa melakukan pemasaran kepada Generasi Milenial melalui media Facebook, Instagram dan Youtube. Jangan ragu untuk membuat konten dengan durasi yang panjang seperti Podcast, karena Generasi Milenial akan bersedia menikmatinya hingga tuntas.

Pemasaran Untuk Generasi Z

Secara umum, Generasi Z saat ini memasuki usia sekolah dan atau awal perkuliahan. Pemasaran yang efektif untuk Generasi Z meliputi video-video singkat yang straightforward, to the point kepada keunggulan dari produk yang dipasarkan. Anda bisa memanfaatkan platform seperti Instagram, Youtube, Snapchat dan TikTok.

Selain itu, influencer juga bisa menjadi media yang efektif untuk menarik minat Generasi Z. Anda bisa membayar influencer untuk melakukan endorse terhadap produk milik Anda.

Kesimpulan

Pada dasarnya, kedua generasi memiliki banyak kesamaan. Anda bisa saja melakukan satu stategi pemasaran yang ditujukan untuk kedua generasi. Akan tetapi, kalau Anda bersedia meluangkan lebih banyak waktu, pemasaran yang lebih spesifik untuk masing-masing generasi akan menghasilkan output yang lebih optimal.

Demikian artikel Mengenal Generasi Milenial dan Generasi Z Untuk Pemasaran Yang Lebih Baik. Salam Sukses dari Rumahweb Indonesia.

Berikan Komentar

Alwan Rosyidi