Rumahweb Blog
banner artikel - Apa Itu Marketing Adalah

Apa Itu Marketing? Pengertian, Fungsi, hingga Strateginya

Marketing adalah istilah yang sering kita dengar, tetapi tidak semua orang memahami konsep sebenarnya dari marketing. Lalu apa itu marketing? Marketing adalah upaya atau proses mengenalkan produk atau jasa agar diketahui banyak orang. Dalam bahasa Indonesia, marketing disebut sebagai pemasaran. Marketing mencakup aspek yang sangat luas, baik pemasaran offline maupun online.

Pada artikel kali ini, Rumahweb Indonesia sudah menyiapkan ulasan lengkap mengenai marketing, mulai dari apa itu marketing, fungsi, manfaat, sampai implementasi marketing melalui digital marketing. Mari simak bersama!

Apa itu Marketing

Singkatnya, marketing adalah upaya mengenalkan produk atau jasa kepada target pasar. Marketing meliputi proses yang cukup kompleks, meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi aktivitas yang bertujuan untuk mempromosikan produk atau jasa kepada target market.

Pada praktiknya, marketing seringkali dimulai dengan proses riset pasar, kemudian marketer akan melakukan analisis kebutuhan konsumen sesuai persona calon konsumen. Langkah selanjutnya adalah menganalisis hasil riset, untuk kemudian menerapkan strategi tertentu.

Fungsi dan Manfaat Marketing

Setelah mengetahui apa itu marketing, selanjutnya Anda perlu memahami tentang manfaat dan fungsi marketing. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, marketing adalah upaya pemasaran yang meliputi sejumlah proses. Ada sejumlah fungsi dan manfaat marketing bagi sebuah bisnis, di antaranya:

1. Riset Pasar

Fungsi dan manfaat pertama dari marketing adalah untuk melakukan riset pasar. Marketing melibatkan proses pengumpulan informasi tentang pelanggan potensial, kompetitor, dan pasar secara keseluruhan.

2. Mengembangkan Produk

Pada fungsi pengembangan produk ini, perusahaan akan melakukan pengembangan atau modifikasi produk yang didasarkan pada kebutuhan dan keinginan pengguna.

3. Menentukan Harga

Setelah proses pengembangan produk, fungsi selanjutnya dari marketing adalah penentuan harga. Proses ini harus mempertimbangkan biaya produksi, keuntungan yang diinginkan, serta preferensi harga pelanggan.

4. Promosi

Fungsi promosi ini melibatkan cara menyampaikan pesan atau konten pemasaran kepada pelanggan yang potensial. Bentuk penyampaian ini dapat melalui berbagai cara, seperti iklan, public relation, atau promosi penjualan.

5. Distribusi

Fungsi distribusi melibatkan cara menyampaikan produk atau jasa kepada pelanggan. Cara penyampaian ini juga beragam, misalnya melalui toko ritel, e-commerce, reseller, atau sales.

6. Menangani Pelanggan

Fungsi terakhir dari marketing adalah penanganan pelanggan. Fungsi ini meliputi cara menjalin hubungan baik dengan pelanggan. Termasuk di dalamnya, melayani pelanggan, menyelesaikan masalah yang dialami pelanggan, hingga memberi dukungan layanan after sales.

BACA JUGA: Strategi Pemasaran Adalah: Pengertian, Alasan, dan Strategi

Jenis-jenis Marketing

Marketing adalah sebuah upaya pemasaran yang sangat luas, dan dapat dibagi menjadi beberapa jenis. Berikut beberapa jenis marketing paling populer yang perlu Anda ketahui:

1. Psikologi Marketing

Psikologi marketing adalah pendekatan pemasaran yang menggabungkan pengetahuan psikologi konsumen dengan strategi pemasaran untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu.

Contohnya, sebuah perusahaan melakukan riset terkait perilaku masyarakat dalam kelompok sosial. Hasil riset dapat digunakan untuk menyusun strategi marketing yang dapat memengaruhi keputusan pembelian mereka.

2. Viral Marketing

Viral marketing adalah jenis pemasaran yang mengandalkan penyebaran konten atau pesan melalui jaringan sosial atau interaksi antar individu. Tujuan pemasaran ini adalah untuk membuat konten tersebut viral dan menyebar dengan cepat dan luas.

Viral marketing sangat bergantung pada adanya efek domino, di mana satu orang yang terpapar akan dengan mudah membagikannya kepada banyak orang.

3. Digital Marketing

Digital marketing adalah jenis pemasaran menggunakan platform digital untuk menyasar target audiens tertentu, mempromosikan produk atau layanan, serta membangun hubungan dengan konsumen.

Ada banyak kanal yang bisa dimanfaatkan, mulai dari media sosial, website, email, dan masih banyak lagi.

4. Experiential Marketing

Experiential marketing adalah jenis pemasaran yang berfokus pada pembentukan pengalaman positif dan berkesan bagi konsumen. Tujuan experiential marketing adalah untuk membuat konsumen dapat berinteraksi langsung dengan brand, produk, atau layanan.

Dalam experiential marketing, konsumen tidak hanya didorong untuk melakukan pembelian, tetapi juga untuk merasakan dan terlibat dalam pengalaman yang berhubungan dengan sebuah brand.

5. Affiliate Marketing

Affiliate marketing adalah jenis pemasaran di mana perusahaan bekerjasama dengan entitas lain (afiliasi) untuk mempromosikan produk atau layanan mereka. Saluran promosi yang digunakan bisa bermacam-macam, seperti situs web, blog, media sosial, dan kanal digital lainnya.

Ketika pembeli melakukan transaksi melalui tautan milik afiliasi, nantinya afiliasi tersebut akan mendapatkan imbalan atas upaya pemasaran mereka.

BACA JUGA: Digital Marketing: Pengertian, Contoh dan Strateginya

Menyusun Strategi Marketing

Marketing melibatkan serangkaian tahapan yang saling memengaruhi satu sama lain. Beberapa langkah menyusun strategi marketing adalah sebagai berikut:

1. Meriset Pasar

Sebelum memulai kegiatan inti pemasaran, hal pertama yang perlu diketahui adalah bagaimana kondisi dan apa kebutuhan dari target pasar. Hal ini perlu dilakukan agar pemasaran bisa berjalan efektif.

Ada sejumlah aspek yang perlu dipahami, mulai dari tren pasar, masalah yang dihadapi konsumen, harga, hingga kondisi kompetitor.

2. Merencanakan Strategi

Setelah mengetahui kondisi dan kebutuhan pasar, langkah selanjutnya dalam marketing adalah merencanakan strategi. Secara garis besar, Anda harus menentukan alasan mengapa langkah tersebut penting, sumber daya yang dibutuhkan, dan tujuan yang ingin dicapai melalui strategi tersebut.

3. Menciptakan Persona Buyer

Tidak hanya perlu melakukan riset pasar, Anda juga perlu membuat persona buyer. Hal ini dilakukan dengan menentukan siapa nantinya yang akan membeli atau menggunakan produk/jasa Anda.

Buatlah persona buyer sedetail mungkin, mulai dari usia, domisili, minat/hobi, jabatan, pendapatan, hingga tantangan atau permasalahan yang kerap dihadapi kelompok tersebut.

4. Menentukan Goals

Selanjutnya tentukan goals atau tujuan akhir dari suatu strategi marketing. Anda dapat menggunakan metode/konsep tertentu, misalnya, SMART (Specific, Measurable, Achievable, Realistic, Time oriented), untuk menentukan goals akhir.

5. Memilih Tools

Selain menentukan goals, Anda juga perlu memilih tools yang tepat. Tools adalah alat yang akan digunakan untuk mewujudkan rencana atau strategi pemasaran yang sudah dirumuskan.

Tools haruslah dapat memudahkan Anda dalam mengeksekusi, menganalisis, mengukur, dan mengevaluasi berbagai tindakan pemasaran yang sudah direncanakan.

6. Menerapkan Strategi dan Melakukan Evaluasi

Setelah melalui proses riset dan penentuan tujuan hingga tools, Anda dapat mengeksekusi strategi dan rencana yang sudah ditetapkan. Lihat bagaimana strategi tersebut berjalan, apa dampaknya, dan bagaimana hasilnya.

Hasil pengamatan selama proses penerapan ini akan menjadi bahan evaluasi dan perbaikan jika dibutuhkan.

7. Membina Hubungan Baik dengan Pelanggan

Setelah strategi berhasil dijalankan dan dilakukan evaluasi yang dibutuhkan, jangan lupa untuk tetap membina hubungan baik dengan pelanggan. Langkah ini dapat memberi manfaat yang besar bagi sebuah brand.

Beberapa manfaat yang bisa didapatkan dari menjalin hubungan baik dengan pelanggan adalah mendorong pembelian berulang atau testimoni positif terkait produk/layanan.

Implementasi melalui Digital Marketing

Secara umum, implementasi strategi marketing melalui digital marketing tidak jauh berbeda dengan marketing konvensional. Berikut panduan umumnya:

1. Menentukan Tujuan

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menentukan tujuan pemasaran digital. Beberapa tujuan yang umumnya dipilih dalam pemasaran digital antara lain untuk meningkatkan penjualan, meningkatkan kesadaran merek, dan lainnya.

2. Mengenali Target Audiens

Selanjutnya, pahami siapa target audiens Anda. Siapa mereka, berapa usianya, apa minat dan hobinya, bagaimana perilaku online mereka, dan apa masalah atau kebutuhan yang ingin Anda selesaikan.

3. Memilih Platform Digital

Setelah itu, pilih platform digital yang paling relevan untuk mencapai target audiens Anda. Misalnya, Facebook, Twitter, Instagram, Linkedin, atau platform lain seperti email dan Google Ads.

4. Membuat Rencana Konten

Berikutnya, Anda dapat mulai membuat rencana konten sesuai platform yang dituju. Misalnya, artikel untuk blog, video atau foto untuk Instagram dan Facebook, atau infografis untuk LinkedIn.

BACA JUGA: B2B Marketing dengan LinkedIn – Rumahweb Blog 

Selain membuat rencana konten, tentukan juga frekuensi publikasinya.

5. Membuat Konten Berkualitas

Setelah rencana konten selesai, selanjutnya Anda dapat mulai membuat konten yang diinginkan. Jangan lupa, buat konten yang informatif dan menarik bagi Anda. Konten dapat berupa solusi dari masalah, informasi terkait brand, atau hiburan yang relevan.

6. Optimasi SEO

Jika Anda menggunakan website atau konten online, pastikan untuk melakukan optimasi SEO agar konten Anda muncul di halaman pertama mesin pencarian.

7. Memanfaatkan Media Sosial

Manfaatkan platform media sosial dengan membuat akun bisnis, melakukan interaksi dengan audiens, hingga membagikan konten yang relevan dengan audiens atau target pasar Anda.

8. Melakukan Analisis dan Pelacakan

Untuk mengetahui efektivitas kinerja kampanye, Anda juga dapat menggunakan alat analisis web dan media sosial. Beberapa metrik yang perlu diperhatikan misalnya, traffic website, konversi, interaksi media sosial, dan jumlah klik.

9. Menjalin Interaksi dengan Pelanggan

Melakukan pemasaran digital tidak hanya berhenti sampai proses pembuatan atau pengunggahan konten saja. Anda juga perlu melakukan interaksi dengan audiens. Tanggapi komentar, pesan, atau pertanyaan dari audiens Anda di platform digital.

Membangun interaksi dan hubungan dengan pelanggan dapat bermanfaat bagi keberlangsungan bisnis.

10. Memonitor Kinerja dan Evaluasi

Tinjau kembali hasil kampanye atau upaya marketing secara berkala.. Catat upaya yang berhasil dan yang gagal, serta apa yang perlu ditingkatkan. Gunakan catatan tersebut untuk melakukan evaluasi dan mengubah strategi pemasaran agar semakin efektif.

Kesimpulan

Marketing bertujuan untuk menarik perhatian target audiens, membangun hubungan yang kuat, dan memenuhi kebutuhan serta keinginan konsumen. Dengan pemahaman yang mendalam tentang pasar, perilaku konsumen, dan teknologi terkini, marketing dapat memicu pertumbuhan dan kesuksesan sebuah bisnis.

Marketing adalah pendekatan strategis untuk mempromosikan produk, layanan, atau brand dengan tujuan tertentu. Marketing dapat dilakukan melalui berbagai metode dan saluran, termasuk pemasaran tradisional dan digital.

Saat ini, Anda telah memahami apa itu marketing. Kapan Anda akan memulainya?

Bermanfaatkah Artikel Ini?

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 0 / 5. Vote count: 0

Belum ada vote hingga saat ini!

Kami mohon maaf artikel ini kurang berguna untuk Anda!

Mari kita perbaiki artikel ini!

Beri tahu kami bagaimana kami dapat meningkatkan artikel ini?

Pindah Hosting ke Rumahweb Gratis

Darin Rania

A mother who dedicate her time to write & create creative contents

banner pop up - Pindah Hosting ke Rumahweb