Rumahweb Blog
banner blog - lima tanda komunikasi online yang tidak afektif

Lima Tanda Komunikasi Online Yang Tidak Efektif

Komunikasi online merupakan aktivitas baru yang saat ini dijalani oleh berbagai organisasi semenjak kedatangan wabah Covid-19. Untuk mematuhi protokol physical distancing, bekerja dari rumah (WFH) menjadi skema yang dijalankan oleh banyak organisasi bisnis maupun pemerintahan. Komunikasi online kemudian menjadi aktivitas baru yang dilakukan antar karyawan atau pegawai untuk bersinergi dan menjalankan kerja tim.

Apakah Anda pernah berpikir, seberapa efektif komunikasi yang sudah dijalani oleh tim Anda selama masa pandemi Covid-19 ini? Pada artikel blog kali ini, Rumahweb Indonesia akan membahas lima tanda komunikasi online yang tidak efektif.

  1. Terlalu Banyak Pertemuan

Online meeting menjadi rutinitas baru dalam kondisi work form home (WFH). Pertemuan online bisa menjadi sarana bertatap muka antar tim dan karyawan, sehingga komunikasi antar personal bisa tetap terjaga, utamanya secara emosional. 

Akan tetapi, banyaknya pertemuan tidak selalu mengindikasikan suksesnya proses komunikasi. Sebaliknya, terlalu banyak pertemuan justru bisa mengindikasikan komunikasi online yang tidak efektif, karena banyak topik atau isu yang bisa dan cukup dibahas melalui email.

  1. Kurangnya Kontribusi Anggota Tim

Jika dalam komunikasi terjadi kesenjangan, hal itu bisa menjadi indikasi yang nyata bahwa komunikasi kurang atau tidak berjalan efektif. Apabila ada personil yang terlihat pasif, harus didorong atau dirangsang supaya lebih aktif dalam komunikasi online di dalam tim.

  1. Kurangnya Kolaborasi

Kolaborasi adalah fondasi vital dalam kerja tim. Kurangnya kolaborasi antar personil dalam tim, mengindikasikan dengan cukup jelas bahwa komunikasi tidak berjalan dengan baik.

  1. Tidak Ada Komunikasi Dalam Satu Hari

Beban pekerjaan bisa naik turun sesuai kondisi. Akan tetapi, nihilnya komunikasi dalam satu hari mengindikasikan komunikasi onlinetidak berjalan efektif. Meskipun beban kerja sedang ringan, antar personil di dalam tim harus tetap didorong untuk berkomunikasi secara informal, untuk menjaga keakraban dan ikatan emosional.

  1. Email Yang Terlalu Kompleks

Emai yang efektif adalah email yang efisien, yang isinya straightforward,  langsung kepada tujuan dan jelas. Apabila isi email antar tim terlalu kompleks, bisa mengindikasikan bahwa komunikasi kurang berjalan dengan efektif.

Kesimpulan

Komunikasi online adalah sarana satu-satunya yang bisa mengakomodasi kerja tim saat work from home. Efektivitas komunikasi menjadi penunjang untuk tetap berjalannya produktivitas sebuah organisasi, sehingga bisa tetap bertahan melewati krisis pandemi Covid-19.

Apabila Anda adalah seorang owner, leader atau pun karyawan, lakukan evaluasi dan pastikan komunikasi antar personil bisa berjalan dengan efektif. 

Berikan Komentar

Alwan Rosyidi