Rumahweb Blog
banner - Apa itu Influencer Marketing

Apa itu Influencer Marketing?

Pernahkah Anda melihat selebriti menggunakan pakaian atau aksesoris dari suatu brand dan mengunggah foto atau video mereka di media sosial dengan menandai brand tersebut? Praktik ini merupakan salah satu bentuk pertama dari produk influencer marketing. Lalu, apa itu influencer marketing?

Apa itu Influencer Marketing?

Influencer marketing adalah salah satu saluran pemasaran di mana suatu brand akan bekerja sama dengan influencer yang memiliki relevansi dengan industri bisnis brand tersebut. Influencer marketing sebenarnya adalah evolusi dari saluran pemasaran word-of-mouth, atau mulut-ke-mulut.

Jika melalui word-of-mouth calon konsumen dipengaruhi oleh rekomendasi orang terdekat, misalnya keluarga atau kerabat, maka pada influencer marketing seseorang akan terpengaruh untuk membeli suatu produk atau layanan berdasarkan rekomendasi sosok yang mereka anggap berpengaruh. Influencer marketing juga dapat didefinisikan sebagai bentuk kolaborasi antara suatu bisnis dengan seseorang yang dinilai memiliki pengaruh.

Baca juga: Bagaimana Cara Menjadi Influencer?

Kepercayaan merupakan salah satu poin yang harus dimiliki oleh suatu perusahaan agar dapat menarik konsumen baru maupun mempertahankan konsumen lama. Kepercayaan ini dapat dibangun dengan melakukan branding atau membuat iklan yang kemudian diunggah di media sosial, atau memanfaatkan jasa influencer untuk meningkatkan brand awareness perusahaan.

Pada perkembangannya, sosok influencer tak melulu seorang selebriti yang sering muncul di televisi. Ada juga persona-persona di media sosial yang memiliki jumlah followers ribuan, atau bahkan jutaan. Persona-persona ini biasanya memiliki niche-nya masing-masing. Misalnya, fashion, otomotif, kuliner, dan sebagainya.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Mediakix, 71% marketer menilai kualitas traffic yang dihasilkan dari influencer marketing lebih baik dibanding channel marketing lainnya.

Grafik, yg dihighlight: 18% sangat setuju, 53% setuju

Tak hanya meningkatkan traffic pengunjung ke media sosial atau website suatu brand saja, influencer marketing dapat dimanfaatkan untuk:

  1. Meningkatkan brand awareness
  2. Membangun kepercayaan atas brand
  3. Memengaruhi audiens untuk melakukan pembelian
  4. Menjangkau audiens yang lebih luas

Cara Menemukan Influencer yang Sesuai

Seiring dengan tren influencer marketing yang ada, hingga saat ini ada lebih dari 500.000 influencer di Instagram saja. Artinya, Anda memiliki peluang yang besar untuk menemukan influencer yang tepat untuk berkolaborasi. Peluang besar ini juga berarti Anda harus bekerja lebih keras untuk menemukan influencer yang paling sesuai.

Lalu bagaimana caranya menemukan influencer yang sesuai di antara ribuan influencer yang ada? Berikut tips menemukan influencer yang sesuai dengan brand atau kampanye Anda:

1. Tentukan target konsumen

Untuk dapat membuat strategi pemasaran yang efektif, Anda harus tahu siapa target konsumen yang disasar. Setelah menentukan target konsumen, selanjutnya Anda dapat memetakan persona target konsumen, dan mencocokkannya dengan influencer yang memiliki persona serupa.

2. Hitung perbandingan jumlah konten organik dan sponsorship

Perhatikan konten yang diunggah oleh influencer satu per satu, kemudian hitung berapa banyak konten berbayar dan konten organik yang diunggah. Seorang influencer yang terlalu membombardir isi media sosialnya dengan konten berbayar biasanya tidak akan menghasilkan engagement yang bertahan lama.

YouTuber Laura Reid, merekomendasikan influencer mengunggah satu konten berbayar untuk setiap lima sampai sepuluh konten non berbayar yang diunggah.

Karena alasan ini juga, pastikan bahwa Anda menyusun jumlah dan waktu unggahan agar tidak terlalu berdekatan satu sama lain, untuk memastikan engagement yang didapatkan tetap stabil.

3. Rencanakan Biaya yang Ingin Dikeluarkan

Perlu diingat bahwa jasa influencer tidak ditawarkan secara gratis. Semakin besar jumlah followers dan engagement seorang influencer, maka biaya yang ditawarkan biasanya akan semakin tinggi. 

Oleh karena itu, merencanakan biaya yang akan dialokasikan untuk menggunakan influencer ini perlu diperhatikan dengan baik. Selain itu, sepakati juga metode pembayaran yang akan dilakukan.

Jika Anda ingin menekan biaya yang dikeluarkan, Anda dapat mencoba mencari nano-influencer yang biasanya masih menyepakati metode pembayaran dengan barang-barang gratis, atau freebies.

Jenis Kampanye dengan Influencer Marketing

Setelah mencari dan menemukan influencer yang sesuai, maka selanjutnya Anda dapat merencanakan jenis kampanye marketing yang dapat dilakukan. Pemanfaatan saluran pemasaran influencer marketing tidak hanya terbatas pada seorang influencer yang mengunggah foto atau video sedang menggunakan suatu produk atau layanan. Ada banyak jenis kampanye marketing yang dapat dilakukan bersama influencer, di antaranya:

1. Promo atau Diskon Khusus

Pada jenis kampanye ini, biasanya influencer akan membagikan kode khusus yang dapat ditukarkan menjadi diskon di bisnis atau brand yang menggunakan jasa mereka. Kode ini dapat diunggah pada satu konten khusus atau diselipkan pada konten organik.

Salah satu perusahaan yang menggunakan kampanye ini adalah Bright Cellars. Perusahaan yang menawarkan produk wine yang dapat dikustomisasi sesuai dengan selera masing-masing konsumen ini bekerja sama dengan salah satu akun YouTube terkenal, Baumgartner Restoration

Melalui kerja sama ini, Baumgartner akan mengunggah konten video dan menyisipkan iklan mengenai Bright Cellars di tengah-tengah video, serta menyematkan link di mana pelanggan akan mendapatkan diskon khusus untuk pemesanan pertama mereka.

Dengan cara ini, perusahaan dapat dengan mudah mengecek ROI yang didapatkan dari hasil kampanye ini.

2. Kompetisi atau Giveaway

Tidak hanya menawarkan produk secara hard selling, sebuah perusahaan juga dapat berkolaborasi dengan influencer untuk mengadakan kompetisi atau giveaway. Dengan kampanye ini, perusahaan akan mendapatkan exposure dan meningkatkan engagement.

Contohnya adalah Lae Sa Luay, sebuah produk perawatan rambut yang bekerja sama dengan influencer kecantikan Tasya Farasya untuk mengadakan giveaway 100 produk Lae Sa Luay. Syaratnya, peserta harus mengikuti Instagram Lae Sa Luay dan Tasya Farasya, me-like dan meninggalkan komentar di unggahan yang ditentukan, serta mengisi form peserta.

Hasilnya, ada lebih dari 100.000 akun yang mengikuti giveaway ini. Tentu jumlah yang cukup banyak dan dapat meningkatkan engagement brand Lae Sa Luay secara drastis.

3. Kolaborasi Produk

Jenis kampanye yang terakhir adalah kolaborasi produk. Influencer tidak sekadar mengunggah produk yang telah dimiliki atau sudah ada. Perusahaan biasanya akan membuat produk edisi khusus bersama influencer tersebut.

Misalnya, Samsung yang bekerja sama dengan grup BTS dan merilis produk Samsung Galaxy S20+ BTS Edition tahun 2020 lalu. Dengan mengangkat warna yang identik dengan grup tersebut, Samsung juga memberikan stiker, photocard, serta desain eksklusif yang hanya bisa didapatkan di edisi khusus ini.

Sebagai salah satu artis yang memiliki pengaruh besar secara global, dampaknya produk edisi khusus tersebut terjual habis hanya dalam waktu satu jam saja.

Tips Dalam Bekerja Sama dengan Influencer

Dalam melakukan kolaborasi dengan influencer, perhatikan dua strategi berikut ini:

1. Konten video cenderung lebih diminati

Anda harus selalu mengikuti perkembangan tren yang ada. Saat ini, video menjadi salah satu jenis konten yang sedang sangat diminati oleh audiens dari berbagai kalangan. Oleh karena itu, coba untuk menyepakati pembuatan konten video dengan influencer.

Dibandingkan dengan membuat video iklan yang muncul di tengah-tengah video dan justru mengganggu penonton, Anda dapat meminta influencer tersebut untuk membahas produk atau layanan yang sudah ditentukan.

Konten video tidak serta merta berarti Anda hanya dapat memanfaatkan satu platform saja. Meskipun YouTube merupakan sebuah platform video terbesar saat ini, namun Anda juga bisa memanfaatkan platform media sosial lainnya seperti Instagram, yang memiliki fitur IGTV di mana pengguna dapat mengunggah video berdurasi hingga satu jam.

2. Hindari konten berbau iklan

Jika Anda dihadapkan pada dua pilihan, mana yang akan Anda pilih: konten yang bermanfaat atau iklan? Tentu, konten yang bermanfaat akan lebih menarik untuk diperhatikan.

Mengutip perkataan David Zheng, bahwa dua hal yang akan mendatangkan dampak adalah konsistensi dan ketulusan. Semakin sebuah konten terlihat seperti promosi, semakin tidak efektif konten tersebut. Oleh karena itu, manfaatkan kerja sama dengan para influencer ini dengan membuat konten yang bermanfaat, dan bukan hanya iklan.

Meskipun influencer marketing diyakini dapat menghasilkan engagement yang lebih besar dan berkualitas, namun tidak berarti bahwa dampak ini bisa didapatkan secara instan. Poin utama yang bisa didapatkan dari memanfaatkan marketing influencer adalah meningkatkan brand awareness dan membangun kepercayaan publik terhadap suatu brand.

Hasil ini tentunya tidak bisa didapatkan secara instan, berbeda dengan strategi penjualan di mana tingkat keberhasilan dapat dinilai secara langsung. 

Berikan Komentar

Bermanfaatkah Artikel Ini?

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 5 / 5. Vote count: 1

Belum ada vote hingga saat ini!

Kami mohon maaf artikel ini kurang berguna untuk Anda!

Mari kita perbaiki artikel ini!

Beri tahu kami bagaimana kami dapat meningkatkan artikel ini?

Agnes Sony Tianinda