Rumahweb Blog
banner blog - Apa Itu Co-Branding

Co-Branding : Pengertian, Latar belakang Hingga Contoh Penerapannya

Dalam mempertahankan dan memperluas target pasar bisnis Anda, berbagai cara dapat dilakukan. Misalnya dengan melakukan promosi, memberikan diskon, atau melakukan co-branding.

Apa itu co-branding? co-branding adalah kerja sama antara dua atau lebih brand untuk membuat produk, iklan, atau bentuk promosi lainnya. Salah satu tujuan co-branding adalah untuk menggabungkan target pasar,  tapi masih tetap menonjolkan nilai penting dari masing-masing brand

Jika dilakukan dengan tepat, co-branding dapat memberikan keuntungan pada masing-masing brand yang terlibat. co-branding akan efektif untuk bisnis yang sedang fokus mencari exposure atau memperluas target pasarnya.

Selain untuk mencari exposure dan memperluas target pasar, beberapa alasan yang biasanya melatarbelakangi dilakukannya co-branding antara lain:

1. Ide vs Kemampuan

Ketika sebuah brand memiliki ide untuk membuat produk baru namun brand tersebut tidak memiliki kemampuan untuk merealisasikan idenya, maka salah satu solusinya adalah melakukan kerja sama dengan brand lain yang memiliki kemampuan pada bidang yang diinginkan.

Selain akan mempercepat proses produksi, hal ini juga akan menguntungkan bagi brand Anda, mengingat reputasi brand kolaborator yang telah memiliki kompetensi yang telah diakui  dalam pembuatan produk.

2. Investasi

Dilakukan saat Brand Anda ingin melakukan ekspansi bisnis namun tidak memiliki kapasitas finansial yang memadai. Anda bisa mencari perusahaan lain untuk melakukan investasi dalam bentuk co branding.

3. Meningkatkan Exposure

Jika brand Anda sebenarnya memiliki spesialisasi yang baik pada suatu bidang, namun brand Anda belum terkenal, maka Anda dapat melakukan co branding dengan brand lain yang sudah punya reputasi untuk meningkatkan exposure.

4. Mencari Target Pasar Baru

Co-branding juga dapat dilakukan ketika brand  Anda ingin melakukan pelebaran target pasar mereka. Anda  dapat menggandeng brand lain yang memiliki basis pelanggan yang ingin disasar.

5. Brand dalam satu payung perusahaan

Dua brand dalam perusahaan yang sama, namun dipasarkan secara berbeda untuk meraih target konsumen yang berbeda juga dapat melakukan co-branding. Hal ini juga dapat dilakukan oleh bisnis online yang memiliki beberapa sub-brand berbeda.

6. Kerja sama untuk sponsor

Co-branding juga dapat terjadi ketika beberapa brand berkontribusi dalam memberikan sponsor untuk sebuah acara atau aktivitas.

7. Efisiensi pemasaran

Ketika bisnis mengalami masa penurunan, co branding dapat menjadi pilihan untuk dapat memotong biaya promosi, namun juga meningkatkan efisiensi pemasaran.

Setelah mengetahui apa itu co branding, dapat disimpulkan bahwa co-branding dapat menjadi salah satu strategi tepat untuk melebarkan target pasar, meningkatkan exposure, serta melakukan penghematan biaya promosi brand. Dan yang paling penting untuk diingat adalah, bahwa Anda harus memilih mitra yang tepat dalam melakukan co branding agar kerja sama yang dilakukan dapat berhasil.

Demikian artikel Rumahweb tentang Co Branding, semoga bermanfaat.

 

Berikan Komentar

Agnes Sony Tianinda