Rumahweb Blog
banner blog - cara optimasi gambar pada website

Cara Optimasi Gambar Pada Website

Kecepatan akses merupakan salah satu faktor penting yang menentukan peringkat sebuah website pada search engine. Semakin cepat website bisa diakses, maka peringkat website tersebut di search engine juga akan semakin tinggi. Berbicara tentang kecepatan, salah satu faktor utama yang sering kali menyebabkan website menjadi lambat adalah gambar. Lalu, bagaimana cara optimasi gambar agar website kita semakin cepat diakses?

Sebelum melangkah lebih jauh tentang cara optimasi gambar, kita perlu memahami faktor apa saja yang menjadikan gambar sebagai penyebab load akses pada website. Ada 2 faktor yang sering menyebabkan load pada website menjadi tinggi, yang pertama adalah filesize. Sering kali kita hanya melakukan upload image, tanpa memikirkan besar file yang kita upload. Hal ini harus menjadi perhatian Anda kedepan, agar selalu mengecekan file image size sebelum menguploadnya ke website.

Yang kedua adalah banyaknya file gambar yang di upload. Seringkali dalam sebuah page, ada puluhan gambar yang harus diload agar website dapat tampil dengan baik. Tentu kita tahu, bahwa sebuah website maupun artikel tentu tidak lengkap tanpa adanya gambar sebagai ilustrasi pendukung. Namun kami sarankan agar Anda membatasi jumlah gambar dalam satu halaman, sehingga load per page akan jauh lebih ringan.

Selain membatasi jumlah gambar dan filesize image, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk optimasi pada website seperti :

1. Kompres Gambar

Idealnya, kompresi dilakukan dengan tetap memperhatikan keseimbangan antara ukuran gambar dan kualitas hasil kompresi. Tujuannya, agar file menjadi lebih kecil dan ringan, tapi kualitas gambar tidak menurun terlalu signifikan.

Untuk melakukan kompresi, ada beberapa pilihan tools yang bisa digunakan. Untuk tools offline atau desktop, perangkat lunak seperti Windows Paint, Adobe Photoshop hingga Gimp bisa jadi pilihan.

Sedangkan untuk yang online, fitur kompresi yang tersedia di tinypng.com, imageoptim.com dan compressjpeg.com bisa jadi alternatif yang tak kalah mudah untuk dioperasikan.

2. Memilih format gambar yang tepat

Untuk ditampilkan dalam website, dua format image yang direkomendasikan adalah PNG dan JPEG. Keduanya dipilih karena mampu menghasilkan file kompresi yang relatif lebih baik bila dibandingkan dengan format lainnya. Format PNG biasanya digunakan untuk gambar yang memiliki ukuran lebih kecil, seperti untuk logo, screenshot, favicon, dan vektor. Sedangkan format JPEG biasanya digunakan untuk gambar-gambar solid yang umumnya punya ukuran file yang besar, seperti hasil dari fotografi.

3. Plugin optimasi gambar

Untuk website yang dibuat dengan manual programming seperti html, php, laravel atau CI, metode optimasi image yang paling baik dilakukan dengan cara manual. Yaitu, dengan melakukan pemaksimalan gambar melalui software online atau offline, dengan melakukan resize hingga reduce file image.

Namun, untuk website yang dibuat dengan CMS Seperti WordPress atau Joomla, plugin tambahan bisa dimanfaatkan untuk melakukan optimasi. Berikut beberapa pilihan plugin yang bisa digunakan :

WordPress

  • ShortPixel Image Optimizer
    Optimasi yang dilakukan plugin ini cukup menarik, yaitu dengan memisahkan file asli dengan hasil kompresi dari plugin. Sehingga, file asli dan versi kompresi disa dibandingkan untuk melihat perbedaan kualitasnya. Plugin ini bisa mengkompresi file gambar hingga 42% lebih rendah dengan kualitas gambar yang tidak jauh beda.
  • reSmush.it
    Plugin ini memungkinkan pengguna untuk melakukan optimasi gambar secara otomatis sesaat setelah gambar diunggah ke website. Selain opsi otomatis, plugin ini dilengkapi juga dengan fitur optimasi masal untuk gambar yang lebih lama.
  • WP Smush
    Merupakan salah satu plugin optimasi gambar paling populer di WordPress. Plugin ini juga bisa digunakan untuk optimasi gambar secara masal, hingga 50 file dalam sekali compressing. Plugin ini sangat bermanfaat dalam menghemat waktu, jika perlu memproses gambar dalam jumlah banyak.
  • EWWW Image Optimizer
    Plugin ini merupakan pilihan yang tepat untuk kompresi gambar WordPress, karena mudah digunakan dan dapat mengoptimalkan gambar yang diunggah sebelumnya secara masal.
  • Compress JPEG & PNG images
    Untuk bisa menggunakan plugin ini, registrasi perlu dilakukan terlebih dahulu untuk mendapatkan akun. Dengan akun gratis, pengoptimasian bisa dilakukan untuk 100 gambar setiap bulannya. Plugin ini juga disertai dengan pemilihan ukuran gambar, sehingga pengguna bisa memilih ukuran gambar sesuai dengan kebutuhan.

Joomla

  • ImageRecycle image optimizer
    Algoritma optimasi pada plugin ini mampu mengurangi ukuran gambar hingga 85%, dengan hasil kompresi hampir identik dengan gambar aslinya. Tidak hanya gambar, plugin ini juga mampu mengoptimasi file pdf.
  • PXLCompressor
    Plugin ini memungkinkan untuk mengompresi dan mengubah ukuran setiap gambar yang diunggah secara otomatis. Selain gambar, plugin ini juga bisa digunakan untuk mengompresi file berformat pdf.
  • ShortPixel Website Optimizer
    Tidak hanya tersedia untuk WordPress, plugin ini juga tersedia untuk CMS Joomla. Plugin ini menggunakan API ShortPixel, sehingga proses optimasi gambar menghasilkan kompresi yang lebih baik. Cara kerja optimasi dilakukan sesuai folder atau directory yang diinginkan.

Demikian beberapa cara optimasi gambar pada website dari Rumahweb Indonesia. Untuk tips lainnya, seperti optimasi artikel supaya bisa bersaing kembali di Google Search Engine, bisa dibaca melalui link berikut : Optimasi Artikel

Berikan Komentar

Bermanfaatkah Artikel Ini?

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 0 / 5. Vote count: 0

Belum ada vote hingga saat ini!

Kami mohon maaf artikel ini kurang berguna untuk Anda!

Mari kita perbaiki artikel ini!

Beri tahu kami bagaimana kami dapat meningkatkan artikel ini?

Lutfi Hanif

Tukang Komputer