Rumahweb Blog
banner blog - Bagaimana Cara Menjadi Influencer

Bagaimana Cara Menjadi Influencer?

Bagi banyak generasi muda, menjadi influencer adalah salah satu jenis pekerjaan yang paling diidamkan. Menjadi influencer dianggap sebagai pekerjaan yang tak hanya menyenangkan, tapi juga menghasilkan. Apalagi, hampir semua sektor industri saat ini sudah memanfaatkan jasa influencer. Lalu, bagaimana cara menjadi influencer?

Jika Anda adalah salah satu orang yang bercita-cita ingin menjadi influencer, artikel ini akan membahas tujuh langkah yang bisa ditempuh untuk memulai karir menjadi influencer.

Baca juga artikel: Apa itu Influencer?

1. Tentukan Spesialisasi

illustrasi - Tentukan Spesialisasi

Sebelum Anda mengetahui cara menjadi influencer, terlebih dahulu Anda harus menentukan niche atau spesialisasi. Pilih niche yang Anda gemari dan kira-kira bisa secara konsisten membuat konten dengan tema tersebut. Namun, suka terhadap bidang yang Anda pilih belumlah cukup. Anda juga harus ahli dan menguasainya, sehingga jika nantinya jadi influencer, Anda akan dipandang sebagai sosok yang kredibel.

Sebagai seorang influencer, Anda harus rajin melakukan riset dan membuat konten dengan tema yang Anda pilih. Maka, sangat penting untuk memilih spesialisasi di mana Anda memiliki ketertarikan yang dalam dan menikmati berlama-lama meluangkan waktu di dalamnya.

Baik itu seputar masak-memasak, membuat barang-barang DIY, atau tentang isu-isu finansial, Anda bebas memilih spesialisasi yang akan ditekuni. Anda pun bisa mengkombinasikan 2 hingga 3 topik, tapi jangan membuatnya terlalu luas dan tidak fokus.

2. Optimalkan Profil Media Sosial yang Dimiliki

illustrasi - Optimalkan Profil Media Sosial yang Dimiliki

Setelah memilih bidang yang mau ditekuni, cara menjadi influencer selanjutnya adalah memilih platform media sosial yang mau difokuskan, dan mulai membuat/mengoptimalkan profil Anda. Kebanyakan influencer sukses biasanya hanya fokus pada satu atau dua platform media sosial saja. Maka, di tahap awal ini, memang lebih baik untuk memfokuskan usaha Anda pada maksimal dua platform saja.

Jika sudah mantap memilih channel apa yang mau dipakai, langkah selanjutnya adalah membuat profil baru atau mengoptimalkan yang sebelumnya sudah ada.

Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengoptimalkan fungsi profil media sosial Anda:

Ubah jadi Business Account

Jika berniat menjadi influencer, Anda wajib beralih ke akun bisnis. Dengan begitu, akan makin banyak pilihan fitur yang bisa Anda manfaatkan dari platform media sosial yang dipakai. Hampir semua platform media sosial besar seperti Instagram, Twitter, dan Facebook memberikan opsi untuk membuat business account di pengaturan profil.

Membuat bio yang menarik

Bio merupakan hal pertama yang orang lihat ketika mengunjungi profil Anda. Maka, penting untuk membuat first impression yang baik dengan membuat bio semenarik mungkin. Buatlah bio yang bisa memberi gambaran umum tentang profil Anda dengan cara yang engaging. Bio juga seharusnya mengkomunikasikan informasi-informasi dasar tentang diri Anda seperti nama lengkap, lokasi, kontak, dan bidang keahlian.

Menambahkan foto profil dan cover photo

Anda juga perlu menambahkan foto profil dan cover photo ke profil Anda, karena keduanya merupakan komponen yang penting dari identitas personal brand Anda. Orang biasanya mudah mengenali sebuah profil media sosial dari foto profilnya, sehingga pilihlah foto profil Anda secara seksama. Pastikan juga wajah Anda terlihat jelas di foto tersebut dan pilih foto dengan kualitas gambar yang tinggi.

3. Kenali Audiens Anda

Cara menjadi influencer yang selanjutnya, adalah dengan mengenali siapa sebenarnya audiens Anda. Sebelum mulai membuat konten dan mengunggahnya di media sosial, Anda perlu mengidentifikasi terlebih dahulu siapa target audiens Anda. Influencer adalah orang yang dekat dan memiliki hubungan yang kuat dengan audiens mereka. Salah satu alasannya adalah karena mereka tidak memperuntukkan diri mereka untuk semua orang, melainkan hanya yang memiliki kesamaan niche saja.

Untuk menjadi seorang influencer, penting untuk mengetahui untuk siapa Anda  membuat konten, sehingga Anda bisa membangun kelompok pengikut yang loyal. Untuk memahami audiens Anda, bisa dimulai dengan menganalisa followers yang sudah dimiliki saat ini, untuk mendapatkan insight tentang demografi dan ketertarikannya.

Kebanyakan platform media sosial memiliki analytics tool bawaan yang menyediakan insight-insight semacam itu tentang audiens Anda. Twitter Analytics, misalnya, menyediakan insight tentang minat, gender, lokasi, dan lainnya dari followers Anda. Jika sudah mengetahui apa yang audiens Anda sukai, maka Anda siap membuat konten untuk disuguhkan ke mereka.

Understand-Your-Audience - Cara Menjadi Influencer?

4. Membuat Konten Berkualitas dan Relevan

illustrasi - Membuat Konten Berkualitas dan Relevan

Cara menjadi influencer selanjutnya adalah dengan membuat post yang berguna dan relevan untuk followers Anda. Semakin Anda bisa engage dengan audiens, kemungkinan orang untuk terpengaruh dengan opini dan rekomendasi Anda juga akan semakin besar.

Hal itu merupakan syarat terpenting untuk menjadi influencer, fakta bahwa followers Anda benar-benar mendengarkan Anda.

Anda perlu memformulasi sebuah content strategy dan menggunakan kombinasi dari beberapa tipe konten, dengan memprioritaskan tipe yang kira-kira akan lebih disukai oleh audiens Anda.

Beberapa influencer memilih untuk mengisi feed mereka hanya dengan konten-konten yang berhubungan dengan bidang yang mereka tekuni; kuliner, travel, fashion, kecantikan, dan lain-lain. Tipe influencer ini tidak mengkombinasikan feed mereka dengan mengunggah tentang kehidupan pribadi, dan hanya fokus pada spesialisasi tema mereka.

Sementara influencer lainnya, memilih untuk menyelingi konten regulernya dengan konten-konten yang lebih bersifat personal, dengan tujuan agar audiens merasa lebih dekat dengan mereka. Menambahkan konten tentang kehidupan sehari-hari membantu influencer untuk terlihat lebih otentik dan relatable.

Apapun content strategy yang Anda pilih, pastikan bahwa presentasi kontennya cukup umum agar tidak menutup kemungkinan terjadinya kolaborasi dengan sebuah brand di masa mendatang.  Konten berbayar kolaborasi dengan brand seharusnya bisa menyatu secara natural dengan konten-konten Anda yang lain. Anda pun bisa mulai membuat konten berupa review di feed Anda, untuk membuka jalan terjadinya review berbayar dengan brand terkait.

5. Unggah Post Secara Teratur dan Konsisten

illustrasi - Unggah Post Secara Teratur dan Konsisten

Setelah memutuskan tipe konten yang akan dibuat, menentukan frekuensi dan jadwal posting adalah cara menjadi influencer yang selanjutnya Kebanyakan media sosial memiliki algoritma yang memprioritaskan akun yang rajin dan rutin mengirimkan post. Hal ini utamanya berlaku untuk Instagram, platform influencer marketing terbesar, yang menuntut frekuensi posting yang rutin untuk meningkatkan visibilitas.

Anda bisa memilih untuk mem-posting per hari, per minggu, atau ukuran frekuensi lain yang Anda anggap nyaman untuk lakukan. Anda pun perlu mempertimbangkan jenis platformnya sebelum menentukan frekuensi. Beberapa platform, seperti Twitter, bersifat lebih dinamis dan mensyaratkan frekuensi posting yang lebih tinggi jika Anda ingin membuat pengaruh di sana.

Di platform media sosial lainnya, seperti Instagram, YouTube, dan Facebook, Anda masih bisa melakukan posting satu atau dua kali dalam seminggu. Tapi kuncinya, konsisten posting di hari dan waktu yang sama.

6. Berinteraksi dengan Audiens

illustrasi - Berinteraksi dengan Audiens

Jika sudah rutin posting, Anda akan mulai sering memperoleh like dan comment. Untuk seorang influencer, penting untuk menjalin hubungan dengan followers. Maka, Anda tidak boleh menghiraukan komentar-komentar yang ditulis di postingan. Faktanya, berinteraksi dengan audiens merupakan salah satu cara menjadi influencer yang paling krusial.

Sangat dianjurkan untuk membalas komentar-komentar tersebut dan menjawab pertanyaan dari followers. Namun, boleh juga untuk sekedar memberi “like” komentar mereka untuk menunjukkan rasa apresiasi.

Cara lain untuk bisa engage dengan audiens Anda adalah dengan melontarkan pertanyaan kepada mereka dan memulai dialog tentang topik-topik yang disukai. Interaksi seperti ini membantu Anda membangun hubungan yang lebih personal dengan audiens dan makin memantapkan posisi Anda sebagai influencer.

7. Bersiap untuk Kolaborasi dengan Brand

Cara menjadi influencer yang terakhir adalah dengan mengumumkannya pada dunia. Deklarasikan diri Anda sebagai seorang influencer yang terbuka untuk berkolaborasi dengan brand.

Anda bisa melakukan hal ini dengan menuliskan di bio bahwa Anda adalah seorang influencer dan bisa dihubungi lebih lanjut jika ada yang ingin mengajukan proposal kerjasama. Anda pun bisa menyediakan detail kontak, agar calon klien bisa dengan mudah menghubungi.

Cara proaktif juga bisa ditempuh, yaitu dengan menghubungi langsung brand yang relevan dengan profil dan spesialisasi Anda. Disarankan untuk terlebih dahulu menyusun template untuk dikirim ke beberapa brand yang berbeda. Dengan begitu, Anda akan menghemat banyak waktu. Pastikan untuk menggunakan tata bahasa yang baik dan profesional.

Ada pula cara yang lebih “halus” untuk mengajak brand berkolaborasi, yaitu dengan men-tag dan mention mereka saat Anda membahas produk mereka di postingan.

Kesimpulan

Tujuh cara menjadi influencer di atas merupakan tips yang sudah diuji oleh para ahli media sosial, yang bisa Anda implementasikan jika ingin menjadi influencer di bidang yang Anda inginkan. Tapi ingat, proses ini membutuhkan waktu dan usaha yang besar sebelum akhirnya membuahkan hasil. Maka, jangan berharap untuk bisa menjadi influencer hanya dalam hitungan hari. Namun, jika Anda tekun mengikuti langkah-langkah di atas, bukan tidak mungkin Anda bisa menjadi seorang influencer dan mulai mendapatkan penghasilan.

Berikan Komentar

Bermanfaatkah Artikel Ini?

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 5 / 5. Vote count: 1

Belum ada vote hingga saat ini!

Kami mohon maaf artikel ini kurang berguna untuk Anda!

Mari kita perbaiki artikel ini!

Beri tahu kami bagaimana kami dapat meningkatkan artikel ini?

Catra Wardhana