Rumahweb Blog
banner blog - lima contoh budaya perusahaan yang unik

Lima Contoh Budaya Perusahaan yang Unik

Kesuksesan sebuah perusahaan ditentukan oleh berbagai faktor. Faktor-faktor itu saling terkait satu sama lain, lantas berkelindan menjadi puncak kesuksesan yang bisa diukur di atas kertas berupa keuntungan finansial.

Salah satu faktor yang sangat menentukan kesuksesan sebuah perusahaan adalah apa yang kemudian disebut sebagai budaya perusahaan. Secara singkat, budaya perusahaan bisa diterjemahkan sebagai nilai-nilai yang dijunjung tinggi dan menjadi pedoman dalam sebuah perusahaan.

Pada artikel blog kali ini, Rumahweb Indonesia akan memberikan lima contoh budaya perusahaan besar di dunia, yang bisa menjadi referensi dan inspirasi dalam membangun budaya perusahaan milik Anda sendiri.

1. Google

Budaya perusahaan Google merupakan representasi dari prinsip sederhana “bagaimana membuat pelanggan bahagia, dengan cara membuat karyawan bahagia”. Nilai-nilai utama yang dianut berpusat pada fleksibilitas, komunitas, kreativitas dan pengembangan.

Karyawan Google bisa menikmati fleksibilitas berupa kebebasan untuk menata ruang kerja. Mereka juga disediakan fasilitas hiburan seperti video games. Selain itu, tersedia juga ruangan khusus untuk beristirahat tidur siang, yang bisa membantu memulihkan energi dan semangat karyawan.

2. Netflix

Nilai-nilai utama yang dijunjung tinggi dalam Netflix adalah fleksibilitas, kejujuran dan keterbukaan. Budaya perusahaan Netflix sudah mulai ditanamkan, bahkan pada tahapan seleksi karyawan. Bagi Netflix, pribadi dengan moral yang baik adalah lebih bernilai, ketimbang pribadi dengan skill yang tinggi akan tetapi moralnya buruk.

Fleksibilitas dalam Netflix diterapkan dengan pemberian waktu liburan yang lama untuk karyawan untuk mendorong penjadwalan jam kerja yang fleksibel dan optimal.

Nilai utama lain yang dijunjung tinggi dalam Netflix adalah kejujuran dan keterbukaan. Para karyawan didorong untuk terbuka satu sama lain, jujur mengutarakan apa yang ada di pikirannya, termasuk dengan atasan.

3. Amazon

Fokus utama dari perusahaan Amazon adalah memberikan kesan dan pengalaman yang terbaik bagi pelanggan. Untuk mencapai itu, Amazon menerapkan standar yang tinggi, yang kemudian menjadi budaya perusahaan.

Karyawan didorong untuk memberikan pelayanan terbaik mereka. Pelayanan terbaik bisa dicapai, menurut Amazon, adalah melalui tim-tim kecil. Dari pandangan itulah lahir prinsip “Aturan Dua Pizza” : Untuk menghasilkan output maksimal, sebuah tim tidak boleh lebih besar dari seberapa banyak orang bisa menikmati dua pizza.

4. Buffer

Budaya perusahaan Buffer dibentuk oleh pengembangan personal, kerendah-hatian, mendengar, dan transparansi. Buffer memiliki kebijakan untuk memberikan keterbukaan kepada karyawan dan pelanggan, dan mendorong mereka untuk melakukan hal yang sama.

Buffer juga mendorong peningkatan skill karyawan dan membuat lingkungan yang mendukung inovasi.

5. Zappos

Zappos memiliki budaya yang unik, yang bertumpu pada kepercayaan, kepribadian dan pelayanan kepada pelanggan. Zappos menghargai ide-ide dari karyawan, sebuah budaya yang mendorong tumbuhnya kepemimpinan dan lingkungan kerja yang positif. Karyawan diberikan kelonggaran terkait pakaian, jam kerja, dan didorong untuk berbagi ide dengan supervisor.

Kesimpulan

Budaya adalah produk dari buah pikir dan akal budi manusia. Pada akhirnya, tidak ada budaya perusahaan yang sempurna. Akan tetapi kita bisa mengambil saripati-saripati positif dari budaya di perusahaan-perusahaan besar, dan bisa diterapkan dalam perusahaan kita. Dengan adanya budaya yang baik, akan mendorong tercapainya kesuksesan dalam waktu yang cepat dan berkesinambungan.

Berikan Komentar

Alwan Rosyidi