Rumahweb Blog
banner artikel - Augmented Reality Pengertian, Jenis, dan Contohnya

Augmented Reality: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

Apakah Anda seorang gamers atau pengguna aktif media sosial? Jika ya, maka seharusnya sudah tidak asing lagi dengan istilah Augmented Reality, atau biasa disingkat AR. Singkatnya, AR adalah teknologi yang berada di antara imajinasi dan dunia nyata.

Teknologi ini telah mengubah cara seseorang dalam bekerja, bermain, belajar, dan terhubung dengan dunia sekitar. Beberapa game yang telah menggunakan teknologi AR adalah Pokemon Go, DC: Batman Bat-Tech Edition, Harry Potter: Wizards Unite, Ingress Prime, Kings of Pool AR, dan masih banyak lagi.

Pada game Jurassic World Alive misalnya, Anda seolah sedang menghadapi dinosaurus yang berkeliaran di dunia nyata. Selain itu Anda juga bisa membuat dinosaurus hibrida yang jika ditingkatkan levelnya, dapat dipakai untuk berduel melawan dinosaurus milik pemain lain. Seru, bukan?

Sementara itu, beberapa media sosial memanfaatkan Augmented Reality dengan membuat fitur filter yang bisa ditemui di Instagram, TikTok, dan Snapchat.

Contoh filter AR ini misalnya LiDAR Scanner pada Snapchat yang bisa mengubah tampilan ruangan di rumah Anda menjadi hutan ajaib lengkap dengan rumput di dasarnya, daun merambat di dinding, bunga di meja, dan langit luas penuh bintang.

Penasaran seperti apa teknologi Augmented Reality ini? Untuk mengetahui lebih jelas tentang pengertian, jenis-jenis, dan contohnya, simak ulasan lengkap dari Rumahweb berikut!

BACA JUGA: Apa itu Metaverse? Pengertian dan Cara Kerjanya

Apa itu Augmented Reality?

Augmented Reality atau AR adalah teknologi yang mengawinkan antara dunia nyata dengan konten digital yang dibuat oleh komputer secara real-time. Dengan AR, Anda dapat menambahkan gambar, informasi digital, dan objek maya 2D atau model 3D yang diproyeksikan terhadap dunia nyata. 

Teknologi ini mampu menyisipkan informasi ke dalam dunia maya, kemudian menampilkannya ke dunia nyata dengan bantuan seperti kamera, webcam, dan bahkan kacamata khusus. Dengan perangkat bantuan ini, pengalaman pengguna menjadi semakin kaya.

Cara Kerja Augmented Reality

Untuk menggabungkan konten digital dengan dunia nyata, dibutuhkan serangkaian teknologi modern. Augmented Reality atau AR adalah teknologi yang menggunakan SLAM (Simultaneous Localization and Mapping), sensor, serta pengukur kedalaman.

Sebagai contoh, AR akan mengumpulkan data sensor untuk menentukkan sebuah lokasi, kemudian menghitung jarak dari lokasi sebelumnya ke lokasi yang akan dituju, dan lain sebagainya.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, dibutuhkan juga perangkat sebagai output device, seperti smartphone, kamera, kacamata khusus, webcam, layar, dan sebagainya.

Perangkat-perangkat ini memiliki peran penting untuk menampilkan informasi berupa video, animasi, gambar, dan model 3D yang perlu digunakan, sehingga Anda bisa melihat hasilnya dalam cahaya buatan dan alami.

Tentunya semua hal di atas tidak akan terwujud tanpa adanya komponen-komponen pendukung. Berikut ini adalah beberapa komponen yang membuat Augmented Reality dapat bekerja:

1. Teknologi Sensorik

Untuk menyelaraskan antara lanskap nyata dan virtual, Augmented Reality membutuhkan teknologi dengan fitur sensorik. Anda bisa menemukan teknologi ini, salah satunya pada sensor kamera smartphone

Saat kamera menangkap informasi dari lanskap nyata, informasi tersebut kemudian akan disampaikan kepada perangkat lunak Augmented Reality.

2. Perangkat Lunak Augmented Reality

Perangkat lunak AR adalah jenis software yang memungkinkan Anda untuk tidak hanya menggunakan teknologi tersebut. Namun, Anda juga dapat menciptakan kolaborasi dunia nyata dan virtual sesuai keinginan.

Saat ini, berkat bantuan Apple ARKit dan Google ARCore, Anda bisa membuat software AR sendiri. Menarik, bukan?

3. Teknologi Pemrosesan

Teknologi pada Augmented Reality memerlukan kekuatan pemrosesan agar bisa bekerja dengan baik. Aplikasi AR di smartphone akan memanfaatkan kekuatan dari sistem operasi. Sementara aplikasi AR pada smart glasses, memerlukan sistem komputer mini mereka sendiri.

4. Lensa dan Tampilan

Dibutuhkan lensa atau platform gambar untuk teknologi Augmented Reality yang ada pada smart glasses maupun smartphone. Dengan lensa ini, Anda dapat melihat konten digital di dunia nyata.

Kualitas layar yang Anda miliki berbanding lurus dengan realistis atau tidaknya konten yang ditampilkan. Sehingga, semakin baik kualitas layarnya tentu akan semakin realistis hasilnya.

5. Kecerdasan Buatan (AI)

Agar dapat berfungsi dengan baik, Augmented Reality (AR) juga memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI). Berkat dukungan teknologi AI, pengguna AR bisa merampungkan tindakan menggunakan suara. Keberadaan AI juga bisa membantu proses informasi untuk aplikasi AR.

BACA JUGA: 5 Teknologi untuk Meningkatkan Customer Experience

Jenis-Jenis Augmented Reality

Ada beberapa jenis dan metode Augmented Reality yang memiliki perbedaan masing-masing, tergantung pada penerapannya. AR dapat dibagi menjadi dua jenis, yakni:

1. Marker Based AR

Augmented Reality berbasis penanda/marker bisa disebut dengan image recognition. Dibutuhkan komponen pendukung, seperti objek visual khusus serta kamera pemindai pada AR jenis ini. Objek visual yang dipakai bisa berbentuk kode QR yang dicetak hingga penggunaan simbol khusus lainnya.

Cara kerja Marker Based AR adalah dengan menghitung posisi dan orientasi marker untuk memposisikan konten, sehingga marker dapat menampilkan animasi digital yang bisa dilihat pengguna. Anda dapat melihat penerapan marker based AR pada filter Instagram atau Snapchat.

2. Markerless AR

AR tanpa penanda/marker memungkinkan Anda memeriksa fitur yang ada dalam data secara real-time, karena objek 3D virtual dapat diposisikan di lingkungan gambar nyata.

Kualitas hardware smartphone untuk menangkap data pada AR jenis ini sangat berpengaruh, baik itu kamera atau GPS. Bedanya, Anda tidak perlu memindai gambar nyata seperti pada marker based AR.

Berikut ini empat kategori Markerless AR:

  1. Location-based AR, seperti pada game Zombies, Run!, game Pikmin Bloom.
  2. Projection-based AR, seperti pada Sandbox by UC Davis.
  3. Overlay AR, seperti menggantikan tampilan asli sebuah objek dengan gambar virtual terkini dari objek yang dimaksud untuk mata manusia.
  4. Contour-based AR, seperti menguraikan objek tertentu dengan garis supaya bisa memfasilitasi situasi tertentu.

Contoh Penerapan Augmented Reality

Saat ini ada banyak bidang yang memanfaatkan teknologi Augmented Reality untuk berbagai tujuan. Berikut contoh-contoh penerapan AR yang membantu meningkatkan pengalaman penggunanya:

1. Pemeliharaan atau Maintenance

Pernahkah Anda ingin memperbaiki mesin, tetapi bingung bagaimana caranya? Kini Anda tak perlu kebingungan karena AR Maintenance dapat memberikan bantuan jarak jauh kepada penggunanya.

Caranya, cukup sorot bagian mesin yang perlu diperbaiki, dan selanjutnya AR Maintenance akan memberikan prosedur terperinci untuk memperbaiki mesin dengan tampilan virtual.

AR Maintenance banyak digunakan oleh industri otomotif untuk membantu konsumen melakukan servis kendaraan berkala. Bagi pemula dengan pengetahuan dan pengalaman terbatas, cara ini tentu sangat membantu.

2. Aplikasi Dekorasi Interior

Membuat perubahan dekorasi rumah secara permanen tentu cukup berisiko, karena kalau sudah terlanjur salah, Anda harus bekerja cukup keras untuk bisa mengembalikannya seperti sedia kala. Itulah mengapa banyak diciptakan aplikasi dekorasi interior berbasis Augmented Reality.

Fitur-fitur yang ada dalam aplikasi inimemungkinkan Anda untuk menaruh gambar virtual pada objek fisik. Tujuannya adalah untuk memperoleh gambaran tentang bagaimana perubahan yang terjadi setelah barang tersebut diimplementasikan.

Beberapa contoh aplikasi dekorasi interior berbasis AR adalah Asian Paints, IKEA Place, dan lain-lain.

3. Museum

Sekitar 66 juta tahun yang lalu, ada asteroid menghantam Bumi dengan kekuatan 10 miliar bom atom.

Akibatnya, dinosaurus punah dan arah evolusi berubah sehingga manusia sudah tidak bisa melihat dinosaurus, kecuali dalam film seperti The Good Dinosaur (2000), Walking with Dinosaurs (2013), Jurassic World (2015 – 2018), dan banyak lagi.

Sebuah museum di Smithsonian “menghidupkan kembali” dinosaurus dengan melakukan pameran Augmented Reality dan menunjukkannya kepada pengunjung. Berkat bantuan AR, pengunjung tidak hanya bisa melihat saja, juga dapat berinteraksi dengan dinosaurus.

BACA JUGA: Cara Membeli Tanah di Metaverse: Daftar Harga dan Caranya

Kesimpulan

Augmented Reality atau AR adalah teknologi yang terletak di antara imajinasi dan dunia nyata, sehingga Anda bisa melihat dunia nyata dan konten digital berpadu secara real-time. Teknologi ini tentu saja mengubah cara manusia dalam bekerja, bermain, belajar, dan terhubung dengan dunia sekitar.

Penerapan Augmented Reality bisa dilihat pada game, media sosial, aplikasi dekorasi interior, AR Maintenance, bahkan museum. Itulah artikel dari Rumahweb mengenai pengertian, jenis-jenis, dan contoh Augmented Reality. Semoga artikel ini bermanfaat!

Bermanfaatkah Artikel Ini?

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 0 / 5. Vote count: 0

Belum ada vote hingga saat ini!

Kami mohon maaf artikel ini kurang berguna untuk Anda!

Mari kita perbaiki artikel ini!

Beri tahu kami bagaimana kami dapat meningkatkan artikel ini?

Hosting Murah

Ahmad Mufid

Hai, saya Mufid. Bekerja di Rumahweb sebagai Freelance Content Writer. Saya suka membaca dan menulis. Semoga bisa membantu Anda memahami hal-hal teknis dengan lebih mudah melalui tulisan-tulisan yang saya bagikan.