Rumahweb Blog
banner artikel - Agile Adalah Definisi, Tujuan dan Metodologinya

Agile Adalah: Definisi, Tujuan dan Metodologinya

Agile adalah sebuah metode yang pasti sudah tidak asing lagi bagi developer untuk mengembangkan sebuah aplikasi atau sistem tertentu dengan fokus memberikan kepuasan kepada konsumen atau penggunanya. 

Lalu, apakah dengan demikian metode Agile artinya sebuah metode yang fleksibel dan dapat menerima perubahan dalam proses pengembangan software, atau seperti apakah tujuannya?

Pada artikel ini Rumahweb akan membahas metode agile, mulai dari pengertian, tujuan, prinsip, hingga kekurangan dan kelebihan menggunakan metode ini. Simak ya!

Apa itu Agile

Agile adalah sekumpulan metode pengembangan software yang populer di kalangan developer, karena bisa dilakukan secara berulang (iterasi) sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, metode agile banyak digunakan karena mudah, cepat, dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. 

Metode agile adalah alternatif lain dari metode Waterfall yang sudah ada sebelumnya. Metode agile diciptakan oleh 17 developer pada tahun 2001 setelah menemukan bahwa metode Waterfall tidak banyak dibutuhkan di pasar karena sifatnya yang linear dan tidak fleksibel.

Sebagai metode dengan ciri khas user-centric, agile adalah metode yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumennya. Pengembangan software dengan metode agile akan lebih up-to-date dan fleksibel karena selaras dengan kebutuhan konsumen. 

Sebagai contoh, Anda mengembangkan aplikasi ojek online. Namun ketika terjadi pandemi Covid-19, banyak konsumen yang khawatir untuk menggunakan jasa melalui aplikasi yang Anda buat dengan alasan kesehatan. 

Karena kekhawatiran tersebut, Anda mulai mendata driver yang sudah vaksin, kemudian kembali mengembangkan aplikasi yang Anda buat dengan perubahan terbaru. Kini konsumen juga bisa mengetahui status vaksinasi driver, yang tentunya akan meningkatkan kepercayaan.

Metode agile akan bekerja seperti contoh di atas.Developer dapat membuat keputusan dengan lebih fleksibel, mengikuti kebutuhan dan kondisi konsumen. Meskipun software yang dikembangkan di awal belum benar-benar selesai, namun akhirnya, software yang dikembangkan akan lebih bermanfaat. 

BACA JUGA : Langkah-langkah Pengembangan Ide dan Peluang Usaha Terbaru

Prinsip Agile

Software yang dikembangkan dengan metode agile memiliki 12 prinsip utama yang perlu perlu diketahui demi keberhasilan project sesuai dengan kebutuhan konsumen. Prinsip tersebut di antaranya: 

1. Prioritas utama adalah kepuasan konsumen melalui software yang diciptakan

Tentunya, konsumen akan lebih puas jika perubahan software dilakukan dengan cepat dan tepat, daripada harus menunggu berbulan-bulan untuk mendapat perubahan software yang dibutuhkan. 

2. Terbuka dan menerima perubahan kebutuhan konsumen

Menerima dan melakukan perubahan yang sesuai dengan kebutuhan adalah opsi terbaik yang bisa dilakukan dalam mengembangkan software, daripada harus membuat software yang tidak sesuai kebutuhan konsumen.

3. Merilis software secara rutin dan teruji

Merilis software dengan rutin dan teruji sangat penting dilakukan untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

4. Menjalin kerjasama yang baik antara developer dan pebisnis

Kerja sama antara developer dan pebisnis harus berjalan dengan baik. Masing-masing pihak dapat saling memberikan masukan agar software yang dikembangkan dapat lebih bermanfaat.

5. Menciptakan lingkungan kerja yang positif dengan orang-orang bermotivasi tinggi

Lingkungan kerja dapat berpengaruh bagi seseorang agar dapat bekerja dan menciptakan perubahan. Untuk itu, lingkungan kerja yang suportif perlu diciptakan agar software bisa diselesaikan dengan cepat dan efisien.

6. Membangun pola komunikasi yang baik untuk berdiskusi

Dalam proses mengembangkan software, dibutuhkan pola komunikasi tim yang baik. Metode agile memiliki prinsip bahwa penyampaian informasi yang efektif dan efisien dapat dilakukan dengan komunikasi tatap muka.

Komunikasi tatap muka akan membangun kepercayaan dan lebih efisien dan mudah untuk merancang pengembangan software.

7. Software yang berfungsi dengan baik dan optimal adalah tolak ukur kesuksesan project dan kemajuan tim

Pada metode agile, kesuksesan sebuah project dan tim dapat dilihat dari hasil atau produk akhir yang diciptakan, dalam hal ini adalah software yang berfungsi dengan baik. Dengan demikian, tim yang menerapkan metode agile artinya telah berhasil mengerahkan segala potensi dan konsentrasinya untuk project tersebut.

8. Agile mendukung pengembangan yang berkelanjutan bersama para tim

Agar software dapat terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan pelanggan, perlu dilakukan diskusi rutin dari developer, sponsor, dan user.

9. Mengembangkan software berkualitas dengan memperhatikan teknis dan desain

Developer tidak hanya bertugas merancang software yang berfungsi dengan baik, namun juga memperhatikan aspek teknis dan desain yang optimal untuk menciptakan software yang berkualitas, bahkan di tengah perubahan sekalipun.

Sehingga dalam hal ini berarti Anda tetap perlu memperhatikan berbagai komponen pendukung pengembangan software itu sendiri.

10. Mementingkan kesederhanaan dalam berproses, dan menghindari pekerjaan yang tidak perlu

Tim perlu berfokus pada pembuatan software yang bermanfaat sesuai kebutuhan konsumen, sehingga perlu untuk menghindari hal yang mempersulit diri sendiri

11. Tingkat kemandirian tim akan mempengaruhi desain, kebutuhan, dan arsitektur yang baik

Tim yang mandiri akan berusaha maksimal memberikan yang terbaik sesuai kebutuhan konsumen karena ada kebebasan untuk merancang hal tersebut.

12. Mengatur pola kerja yang efektif kemudian menerapkannya

Pola kerja yang efektif perlu diterapkan oleh tim secara rutin, dengan rutin melakukan evaluasi agar bisa mengembangkan software yang berkualitas. 

Tujuan Agile

Agile adalah metode pengembangan software yang dibuat bukan tanpa tujuan. Lalu apa saja tujuan diciptakannya metode agile? Berikut tujuh tujuan metode agile yang perlu Anda ketahui:

1. High Value and Working App System

Salah satu tujuan metode agile adalah untuk menciptakan software yang bernilai jual tinggi dan dapat bekerja secara optimal dengan biaya pembuatan yang rendah.

2. Iterative, Instrumental, and Evolutionary

Karena metode agile bersifat terbuka dan fleksibel terhadap segala perubahan yang ada, tim perlu bekerja dengan waktu yang singkat untuk menambahkan fitur yang dibutuhkan ketika pengembangan software dilakukan.

Hal ini perlu diperhatikan agar software dan segala fitur di dalamnya selalu up to date

3. Cost Control and Value-driven Development

Pengembangan software dilakukan selaras dengan kebutuhan konsumen sehingga biaya dan waktu yang digunakan untuk pengembangan dapat terkontrol dengan baik.

4. High Quality Production

Kualitas software yang diproduksi dapat terjaga dengan baik karena tim developer dapat melakukan pengujian secara berulang terhadap software yang sedang dikembangkan untuk memastikan kualitasnya. 

5. Flexible and Risk Management

Dalam proses perancangannya, software disiapkan agar dapat menghadapi berbagai perubahan yang terjadi untuk meminimalisasi kegagalan.

6. Collaboration

Komunikasi yang baik merupakan salah satu kunci penting untuk mendukung perkembangan software agar dapat dilakukan secara cepat dan tepat. Kolaborasi dalam tim dapat lebih maksimal apabila anggota tim sering bertemu tatap muka untuk membahas perkembangan software yang terbaru.

7. Self Organizing and Self Managing Teams

Tim dapat secara mandiri mengatur pekerjaan yang perlu dilakukan. Dalam hal ini, peran pemimpin yang suportif juga dibutuhkan untuk menciptakan tim yang solid.

Metodologi

Dalam pelaksanaannya, metode agile dapat dilakukan dengan delapan metode, di antaranya:

1. Scrum Methodology

Metode Scrum pada agile adalah metode yang biasa digunakan pada project yang cukup besar dan kompleks. Pada praktiknya, metode ini dibagi ke dalam beberapa siklus, tahapan, serta beberapa proses kecil yang dinamakan “sprint” .

Agar pengembangan software dapat lebih terfokus, dalam satu sprint biasanya hanya terdapat satu fitur untuk diselesaikan. Misalnya, Anda sedang mengembangkan aplikasi ojek online, dan sedang berfokus menambahkan fitur top-up dana yang bisa digunakan untuk pembayaran.

Agar metode Scrum bisa berjalan sesuai rancangan, dalam praktiknya, metode ini juga membutuhkan kerjasama dari beberapa peran, antara lain : 

  • Product owner, yang bertugas memaksimalkan nilai bisnis dari software yang dikembangan dengan cara memastikan list fitur produk tersusun dengan baik.
  • Scrum Master, yang berkoordinasi dengan product owner agar produk yang dikembangkan memiliki nilai yang baik dan optimal, serta memfasilitasi dan memastikan bahwa tim sudah paham dengan proses scrum.
  • Development Team, merupakan sekumpulan orang yang memiliki tugas menjalankan project. Contohnya, designer, programmer, dan lainnya.

2. Scaled Agile Framework (SAFe)

SAFe pada agile adalah metode yang sangat cocok digunakan pada perusahaan besar atau enterprise yang ingin mengaplikasikan metode agile, agar tetap bisa membuat keputusan dengan efektif dan fleksibel.

Salah satu cara yang bisa diaplikasikan pada perusahaan besar yang akan menggunakan metode agile adalah dengan mengadakan meeting antar tim dalam periode waktu tertentu.

3. Lean Software Development (LSD)

LSD adalah metode yang ditujukan untuk mengembangkan software dengan SDM yang minim. Metode ini dilakukan dengan menciptakan produk menggunakan fitur yang terbatas yang disebut dengan Minimum Viable Product (MVP) yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.

4. Kanban

Kanban adalah metode agile yang dilakukan dengan menggunakan visual dalam prosesnya yang dapat memberikan pengaruh aktivitas alur kerja yang lebih terpantau dan jelas. Dengan metode Kanban, seluruh anggota bisa memantau progress terakhir yang dilakukan.

Metode visual yang dilakukan adalah dengan menggunakan papan ilustrasi virtual atau Kanban Board. Kanban Board dapat dibagi menjadi tiga bagian : 

  • To Do : aktivitas yang akan dikerjakan
  • In Progress : aktivitas yang sedang dikerjakan
  • Done : aktivitas telah selesai dilakukan. 

5. Extreme Programming (EP)

Extreme Programming merupakan metode yang berfokus pada sisi teknis. Sesuai dengan namanya, pada metode ini. anggota tim harus bekerja “ekstra” keras untuk menghasilkan produk yang berkualitas. 

Dengan demikian, kompetensi anggota tim pun juga akan meningkat karena mereka akan dipaksa keluar dari zona nyaman untuk mencapai tujuan bersama.

Proses XP yang perlu dijalankan yaitu : 

  • Planning : tim dan konsumen merencanakan tahapan yang akan dilakukan
  • Designing : mendesain secara sederhana bentuk software yang akan digunakan
  • Coding : pelaksanaan proses coding dan review antar anggota
  • Testing : pencobaan dan peninjauan penggunaan software, apakah sudah sesuai yang dibutuhkan konsumen atau belum
  • Listening : berdiskusi dan mendengarkan serta menerima feedback dari konsumen.

6. Crystal Methodology

Berbeda dengan XP, metode Crystal lebih berfokus pada kondisi tim dibandingkan tools yang digunakan untuk pengembangan software yang dilakukan. Dengan demikian komunikasi yang baik, dokumentasi, dan feedback memiliki peran yang sangat penting.

7. Dynamic System Development Method (DSDM)

Dynamic System Development Method merupakan metode agile yang berfokus pada keterlibatan seluruh anggota tim untuk menciptakan software yang berkualitas dan memiliki manfaat nyata untuk dunia bisnis, sesuai dengan filosofinya. 

8. Feature Driven Development (FDD)

Metode ini hampir mirip dengan Scrum yang hanya berfokus pada penyelesaian satu fitur saja. Bedanya, iterasi yang dilakukan pada metode ini lebih singkat, yakni 2–10 hari, sedangkan iterasi Scrum dilakukan 2–4 minggu.

Beberapa langkah yang perlu dijalankan pada FDD antara lain: 

  • Mengembangkan model dasar.
  • Menulis daftar fitur.
  • Membuat rencana untuk mengembangakn setiap fitur.
  • Mendesain fitur.
  • Proses pembuatan fitur.

Kelebihan dan kekurangan 

Metode agile juga memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu menjadi pertimbangan Anda ketika akan menerapkan metode ini. Berikut kelebihan dan kekurangan dari metode Agile yang perlu Anda pahami sebelum memutuskan untuk menggunakan metode satu ini:

Kelebihan Agile 

  • Memberi kepuasan kepada konsumen, karena memperhatikan kebutuhannya.
  • Fleksibilitas tinggi, sehingga bisa mengikuti perubahan yang ada.
  • Menghasilkan software yang up-to-date.
  • Kualitas software lebih baik, karena Anda, sebagai developer atau pemilik bisnis, akan selalu menerima feedback dari software yang dikembangkan.
  • Pengembangan software lebih terprediksi, karena fokus pada satu iterasi, sehingga bisa memprediksi pengeluaran yang dibutuhkan untuk menghindari resiko bisnis.

Kekurangan Agile

  • Tidak ada waktu pasti kapan project akan berakhir, karena tim harus selalu terbuka menerima perubahan dan kebutuhan dari konsumen.
  • Ketergantungan antar tim yang tinggi. Karena software yang dikembangkan sifatnya sangat fleksibel, Tim Anda harus terus berkomunikasi, saling memberi feedback, melakukan test berulang. Tentunya hal ini sangat menguras tenaga, sehingga dibutuhkan anggota tim yang dapat berkomitmen.
  • Harus siap menerima masukan dan membuat perubahan sewaktu-waktu.
  • Tidak dapat diimplementasikan pada perusahaan besar, dengan anggota tim lebih 20 orang. 

Kesimpulan

Bagi Anda yang sedang mengembangkan software dengan memperhatikan kebutuhan konsumen, metode agile sangat cocok untuk diaplikasikan. Agile adalah sekumpulan metode pengembangan software yang sangat fleksibel karena memprioritaskan kebutuhan konsumen sesuai dengan prinsip yang ditekankan ketika menggunakan metode ini. 

Meskipun terdengar sangat fleksibel dan sangat memperhatikan kebutuhan konsumen, rupanya metode agile juga memiliki beberapa kekurangan yang juga akan mempengaruhi software yang diciptakan, seperti terkurasnya tenaga karena tidak ada kepastian waktu berakhirnya project

Namun demikian, metode agile sangat sesuai bagi Anda yang sedang memulai membangun software berkualitas dan bermanfaat untuk konsumen, karena akan ada feedback untuk membuat software yang diciptakan terus berkembang.

Bermanfaatkah Artikel Ini?

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 5 / 5. Vote count: 1

Belum ada vote hingga saat ini!

Kami mohon maaf artikel ini kurang berguna untuk Anda!

Mari kita perbaiki artikel ini!

Beri tahu kami bagaimana kami dapat meningkatkan artikel ini?

Jasa Pembuatan Website Rumahweb

Bernadetta Azalia

Halo, saya Berta! Saya OrangRumah yang memiliki hobi fotografi dan menulis. Semoga artikel di Rumahweb yang saya tulis bisa membantu Anda lebih mudah memahami beberapa hal tentang teknologi : )