Rumahweb Blog
banner blog - 7 Tips Mujarab Desain UI dan UX Yang Menjual

7 Tips Mujarab Desain UI dan UX Yang Menjual

Pernahkah Anda berpikir, kenapa dua rumah dengan ukuran yang identik, dengan lokasi yang bersebelahan, bisa terasa begitu berbeda ketika masuk ke dalamnya. Apa yang membuat satu rumah terasa lebih nyaman ketimbang rumah yang lain? Karena lebih luas? lebih mewah? fasilitas-fasilitas yang ada di dalamnya?

Karena tidak bisa menemukan jawaban yang pasti, Anda mungkin akan langsung memberikan justifikasi tidak rasional : Ah, barangkali, penghuni Rumah A orangnya saleh, banyak membaca doa, sehingga atmosfirnya terasa nyaman. Barangkali ini, barangkali itu.

Kalau Anda jeli, sebenarnya ada faktor mendasar yang menyebabkan sebuah rumah terasa nyaman atau tidak : desain arsitektur. Bagaimana pintu gerbang dipasang, bagaimana lantai keramik ditata, bagaimana dan di mana pintu dan jendela-jendela dipasang, kualitas material-material yang digunakan, dan yang tak kalah penting, pemilihan warna dinding dan hiasan-hiasan. Perpaduan yang tepat dari komponen-komponen itu akhirnya akan melahirkan sebuah rumah yang memberikan rasa nyaman bagi penghuninya.

UI dan UX

Senada dengan konsep arsitektur rumah, sebuah website atau aplikasi online memerlukan rancangan yang terbaik untuk memberikan kenyamanan yang maksimal bagi pengunjung atau penggunanya. Dalam proses desain website dan aplikasi online, ada dua komponen utama yang menjadi patokan, yaitu User Interface (UI) dan User Experience (UX). Desain UI dan UX yang maksimal akan melahirkan produk terbaik, yang akan menarik banyak pengunjung dan pengguna.

User Interface dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai Antarmuka Pengguna. Secara sederhana bisa didefisinikan sebagai tampilan. Sedangkan User Experience bisa disimplifikasikan sebagai kesan, atau pengalaman pengguna.

Dengan demikian, desain UI adalah proses bagaimana membuat website atau aplikasi terlihat menarik, sedangkan desain UX adalah proses bagaimana membuat website atau aplikasi terasa efektif dan nyaman.

Desain UI berkaitan erat dengan estetika : pemilihan warna, font, icon, background, dan layout. Sedangkan desain UX berkaitan erat dengan kemudahan akses, fitur-fitur yang kaya, serta sistem yang gegas, responsif dan minim error.

Pada artikel kali ini, Rumahweb Indonesia akan berbagi tips mujarab, bagaimana membuat desain UI dan UX yang menjual.

Tips Pertama : Pahami Manusia

Secara psikologis, manusia cenderung menyukai kecepatan. Revolusi industri adalah proses panjang yang membuktikan, bahwa manusia memang terobsesi dengan kecepatan dan efisiensi dalam segala bidang. Bertolak dari pemahaman akan psikologi mendasar manusia, kita bisa merancang desain UI dan UX yang maksimal.


Tips Kedua : Efektif

Kecepatan menjadi nilai jual yang paling menarik. Tapi sebelum menghadirkan kecepatan, pastikan website atau aplikasi online Anda bisa menjalankan misinya dengan baik. Tidak lucu juga kan, website atau aplikasi cepat, tetapi penuh dengan error dan bug.

Tips Ketiga : Simpel

Pangkal dari kecepatan adalah kesederhanaan. Kembali kepada psikologi dasar manusia yang menyukai kecepatan, jangan membuat website atau aplikasi online yang bertele-tele. Kurangi basa-basi, dan langsung to the point menuju fungsi utama dari website atau aplikasi online Anda. Terlalu banyak animasi dan bling-bling justru membuat sebagian besar pengguna merasa risih dan tidak nyaman.

Tips Keempat : Fitur Yang Lengkap

Pastikan semua fitur mendasar dari website atau aplikasi online Anda terpenuhi. Sebagai contoh : Anda membuat website jual beli online; Pastikan semua fungsi jual beli terpenuhi, mulai dari katalog, keranjang belanja, checkout, pembayaran dan sistem konfirmasi.

Tips Kelima : Terlihat Indah, Rapi dan Elegan

Pelajari tipografi dan lakukan riset yang seluas-luasnya tentang tema UI yang sedang populer. Buat website atau aplikasi online Anda terlihat indah, rapi dan elegan.

Tips Keenam : Pemilihan Diksi Yang Sesuai

Kalau Anda berniat membuat website atau aplikasi online untuk instansi formal, pastikan tulisan-tulisan di dalamnya memakai standar EYD. Sebaliknya, kalau Anda akan membuat website atau aplikasi online non formal, maka hadirkan artikulasi yang nge-pop dan menarik hati audiens.

Tips Ketujuh : Feedback dan Perbaikan

Selalu sediakan menu untuk menampung feedback dari pengguna. Dari feedback pengguna Anda bisa tahu apa yang sudah bagus, apa yang masih kurang, dan apa yang harus diperbaiki atau dilengkapi.

Demikian 7 Tips Mujarab Membuat Desain UI dan UX Yang Menjual. Semoga artikel ini bisa memberikan Anda inspirasi untuk terus berkarya dan berinovasi. Salam sukses selalu dari Rumahweb Indonesia.

Berikan Komentar

Alwan Rosyidi