Rumahweb Blog
banner - 5 Tips Memilih Influencer yang Tepat untuk Bisnis Anda

5 Tips Memilih Influencer yang Tepat untuk Bisnis Anda

Memilih influencer yang tepat untuk bisnis Anda untuk menjalankan marketing campaign tidak selalu menjadi pekerjaan yang mudah. Sebelum lanjut pembahasan tips memilih influencer yang tepat, pastikan Anda sudah menetapkan tujuan dari campaign yang hendak dijalankan. Jika tujuan yang jelas sudah dipegang, barulah proses pencarian bisa dimulai.

Jika influencer yang tepat sudah ditemukan, perlu diingat bahwa influencer marketing merupakan usaha kolaboratif. Maka, Anda harus menjaga komunikasi yang konsisten dengan influencer dan selalu memasok mereka dengan informasi yang relevan terkait dengan campaign yang dijalankan. Jika influencer marketing campaign yang pertama berjalan dengan lancar, Anda bisa memiliki hubungan kerja yang panjang dan saling menguntungkan dengan influencer tersebut. Berikut adalah tips memilih influencer yang tepat untuk bisnis Anda. 

Baca juga Influencer: Pengertian dan Manfaatnya Untuk Bisnis

Tips Memilih Influencer yang Tepat

Lepas dari segala keuntungan yang bisa diperoleh, influencer marketing akan jadi sia-sia jika Anda tidak bekerja sama dengan influencer yang tepat. Dan kendati akan lebih mudah jika hanya menggunakan satuan metrik tunggal untuk mengukur level keberpengaruhan (jumlah unique visitor, jumlah followers, dll), Anda harus menganalisa lebih dalam guna memperoleh influencer yang paling tepat.

Jadi, jika ada pertanyaan “seberapa berpengaruhnya kah seseorang di internet?” maka jawabannya adalah “tergantung.” Berikut ini adalah lima hal yang harus diperhatikan saat memilih influencer yang tepat untuk bisnis Anda.

1. Relevansi

Ketika memilih influencer yang tepat, sebelum Anda melihat unique visitors atau data statistik lainnya, penting untuk melihat terlebih dahulu seberapa sejalannya kah konten yang mereka buat dengan messaging yang coba Anda bangun dan sampaikan ke audiens. Coba perhatikan dengan seksama unggahan-unggahan yang ia buat untuk memperoleh gambaran tipe konsumen seperti apakah dia.

Hanya karena seorang influencer sering mengunggah resep masakan bukan berarti ia otomatis cocok dengan brand makanan organik Anda. Dan seorang tech-savvy sekaligus pecinta olah raga tidak serta merta membuat dia cocok dengan aplikasi game buatan Anda.

Lebih dari tipe konten apa yang dibuat, coba perhatikan bagaimana cara mereka berkomunikasi dengan followers. Misalnya, apakah mereka cablak dan penuh humor, atau cenderung santun dan tenang? Hal-hal ini sangat penting untuk diperhatikan dan jauh lebih penting ketimbang sekedar hanya melihat statistik traffic yang diperoleh.

2. Engagement

Dalam tips memilih influencer, engagement merupakan indikator yang menunjukkan seberapa intens kah interaksi yang dilakukan oleh audiens yang dimiliki oleh influencer dengan konten yang diunggah. Apakah mereka merespon, meninggalkan comment, atau hingga share? Bagaimana persentase pembaca yang kembali untuk kesekian kalinya bila dibandingkan dengan pembaca baru?

Seberapa banyak followers engage dengan influencer dan seberapa sering mereka kembali merupakan indikasi sekuat apa hubungan yang terjalin antar keduanya.

3. Reach

Kendati dianggap bukan data metrik terpenting saat memilih influencer, reach tetap menjadi bahan pertimbangan yang valid. Namun, Anda tidak boleh hanya melihat perolehan unique visitors saja ketika mengukur reach. Perolehan traffic dan followers yang dimiliki seorang influencer hanya akan berguna untuk Anda jika yang mereka jangkau adalah target audiens bisnis Anda,

Contohnya, jika usaha yang Anda jalankan adalah hotel, maka memilih influencer seorang travel blogger dengan reach 10.000 akan lebih berguna ketimbang tech blogger dengan 100.000 unique visitors dalam sebulan.

Penting juga untuk mempertimbangkaan platform media sosial apa saja yang konsumen Anda biasa kunjungi atau gunakan. Apabila bisnis Anda bergerak di bidang kuliner atau mode, influencer dengan jumlah followers yang besar di Pinterest atau Instagram akan jauh lebih berharga dibandingkan dengan seseorang yang memiliki fanbase yang besar di Facebook.

4. Frekuensi

Terbukti ada korelasi langsung antara seberapa sering seorang influencer membuat post dengan traffic dan perolehan return visitors. Untuk menggiring agar seseorang mau mengunjungi sebuah website, biasanya orang tersebut harus terekspos dengan website tersebut beberapa kali terlebih dahulu sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk mengklik. Dan sebagai pemilik website, tentunya Anda ingin mereka untuk kembali lagi di kemudian hari.

Jika seorang influencer secara konsisten menerbitkan konten berkualitas secara reguler, kemungkinan pembaca untuk kembali, bookmark, atau share pasti besar. Maka penting untuk diingat saat memilih influencer, mereka yang tidak mengunggah post secara rutin cenderung memiliki angka turnover yang lebih tinggi, return visitors yang lebih sedikit, dan tentu saja loyalitas pembaca yang lebih kecil.

5. Orisinalitas

Walaupun akan terdengar kontra intuitif, namun influencer yang memiliki jumlah konten berbayar yang lebih sedikit cenderung akan lebih dipercayai oleh audiens dan terlihat lebih otentik. Post yang berisi tentang cerita-cerita personal dengan menyebutkan atau menyertakan sebuah produk, jasa, atau brand akan lebih mudah diterima ketimbang review yang sifatnya hard selling.

Post yang berisi cerita yang dikemas secara menarik juga cenderung akan memperoleh lebih banyak share dan comment dibandingkan dengan review produk. Meskipun meminta influencer untuk menulis review positif sudah lumrah dilakukan dan bisa mendatangkan konsumen baru, Ketika memilih influencer, tanyakan pada mereka apakah bisa membuat post tentang bucket list dari produk yang Anda tawarkan, dengan dikemas dengan narasi yang menarik. Tipe konten seperti itu biasanya memiliki tingkat engagement yang tinggi serta terlihat lebih otentik.

Kesimpulan

Apapun bidang bisnisnya, Anda harus selalu berkomunikasi dengan influencer untuk menciptakan konten yang berkualitas dan orisinal, yang nantinya akan membuat audiens selalu mengasosiasikannya dengan brand Anda.

Dang ingat, bahwa influencer bukan sekedar tools marketing saja. Mereka adalah individu yang harus dijaga hubungan baiknya, agar di masa mendatang bisa tetap menjalin kerja sama yang saling menguntungkan.

Demikian tips memilih influencer dari Rumahweb, semoga bermanfaat.

Berikan Komentar

Bermanfaatkah Artikel Ini?

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 0 / 5. Vote count: 0

Belum ada vote hingga saat ini!

Kami mohon maaf artikel ini kurang berguna untuk Anda!

Mari kita perbaiki artikel ini!

Beri tahu kami bagaimana kami dapat meningkatkan artikel ini?

Catra Wardhana