Rumahweb Blog
banner blog - 5 Strategi E-Commerce untuk Menjangkau Audiens yang Lebih Luas

5 Strategi E-Commerce untuk Menjangkau Audiens yang Lebih Luas

Jika bisnis yang Anda jalankan saat ini adalah toko online yang menawarkan produk atau jasa, maka tips untuk memperluas jangkauan konsumen menggunakan strategi e-commerce jelas akan berguna bagi Anda. Strategi e-commerce yang dimaksud, merupakan sekumpulan rencana yang akan dijalankan toko Anda untuk meraih tujuan yang ditetapkan dan meningkatkan posisinya di tengah persaingan pasar.

Ada berbeda-beda jenis strategi, tergantung dari tujuan yang hendak diraih. Artikel ini akan lebih fokus pada bagaimana menjangkau konsumen yang lebih luas untuk bisnis e-commerce Anda.

Sebelum menerapkan strategi e-commerce yang akan dibahas dalam artikel ini, pastikan dulu bahwa toko online Anda:

  • Bisa kompatibel untuk diakses melalui berbagai tipe gawai (PC, laptop, ponsel, tab)
  • Mudah dibaca dengan desain dan informasi yang jelas di dalamnya

Singkatnya, toko e-commerce Anda wajib memiliki desain website yang responsif dan theme yang mobile-friendly. Di zaman seperti ini, konsumen sudah mengharapkan dan terbiasa dengan situs yang mobile-friendly. Bisnis yang memiliki website yang mobile-friendly akan memperoleh penjualan yang lebih besar ketimbang bisnis sejenis tapi website-nya tidak mobile-friendly. Data statistik sejak tahun 2017 menunjukkan bahwa penggunaan mobile device telah setara bahkan melampaui penggunaan desktop.

Lalu apa saja yang bisa dilakukan pada e-commerce agar menjangkau audiens lebih luas?

1. Tingkatkan Search Usability

Apakah platform e-commerce Anda mampu merekam dan menganalisis apa yang konsumen Anda cari? Apabila sistem toko online Anda mampu melakukannya, artinya Anda telah memiliki navigation and search capability yang efektif.

Atur website toko Anda untuk dua kelompok pembeli potensial: pengunjung yang sudah mengetahui apa yang ingin mereka beli dan pengunjung yang baru atau hanya ingin melihat-lihat website Anda.

Konsumen yang sudah tahu pasti apa yang mereka cari, biasanya ingin memperoleh informasi yang penting secepat mungkin ketika mereka membuka halaman website. Mendesain search experience berperforma tinggi adalah fitur kunci yang paling dibutuhkan user Anda, karena apabila user tidak bisa menemukan apa yang mereka cari, mereka akan membelinya dari toko lain.

Kategori yang kedua, adalah pembeli potensial yang masih dalam tahap melihat-lihat berbagai toko online dan membuat perbandingan. Biasanya, user dalam kategori ini lebih sering menggunakan navigation menu dan berpindah-pindah ke berbagai halaman kategori produk. Anda harus mengatur sedemikian rupa menu bar dan categories agar mudah digunakan dan tanpa menimbulkan kebingungan bagi user.

Selain itu, website Anda juga harus memiliki search and navigation functions yang didesain dengan baik. Keduanya haruslah user-oriented agar efektif dan membantu meningkatkan pengalaman berbelanja dan menjelajah user di website e-commerce Anda.

Terakhir, untuk mendongkrak konversi toko e-commerce (pengunjung website yang berubah jadi pembeli), Anda bisa meningkatkan search usability dalam aspek-aspek berikut ini:

  • Design dan behavior dari search field
  • Pemilihan lingkup pencarian
  • Desain autocomplete
  • Layout dan fitur dari hasil pencarian
  • Menyaring dan mengurutkan hasil pencarian pada results page

2. Optimalkan Fungsionalitas Shopping Cart

Untuk menghindari agar konsumen tidak mengabaikan keranjang belanja atau shopping cart mereka, Anda harus memastikan kalau fungsionalitas shopping cart di toko online Anda didesain dengan baik dan mudah di navigasikan. Salah satu cara untuk mengidentifikasi adanya kelemahan adalah dengan sering-sering melakukan uji coba. Cobalah berbagai opsi di halaman yang sekiranya paling efektif untuk mengurangi tingkat pengabaian shopping cart.

Buatlah halaman checkout sebersih dan sejelas mungkin, dengan menghapus unsur-unsur non-esensial dan/atau kemungkinan pilihan untuk user keluar tanpa menyelesaikan checkout. Hal ini akan menghindari terjadinya kebingungan selama proses checkout. Banyak penelitian tentang penjualan online telah menunjukkan bahwa semakin sedikit yang harus diklik selama checkout, conversion rate-nya akan semakin tinggi.

3. Bangun Email List

Jika bisnis online Anda tidak memanfaatkan email marketing sebagai salah satu kanal komunikasi, maka Anda kelewatan kesempatan untuk memperoleh penjualan yang besar. Manfaatkan sign-up form, untuk memberikan timbal balik berupa kode diskon untuk tiap alamat email yang diberikan user buat Anda. Pastikan Anda memperoleh kepercayaan dari konsumen dan jangan pernah mengirimkan email tanpa sepersetujuan mereka, kalau tidak mau email-email yang Anda kirim berakhir di folder spam.

Sertakan kolom sign-up di bagian akhir setiap blog post. Jika pengunjung website menikmati konten yang Anda buat, mereka pun akan bersedia menerima berbagai macam informasi berupa berita atau promosi, dan dengan suka rela memberikan alamat email mereka. Jangan lupa untuk menyertakan pilihan di proses checkout, dimana konsumen bisa memilih untuk bergabung dengan mailing list.

Beberapa hal yang bisa dilakukan dengan memanfaatkan newsletter dan email, antara lain:

  • Mempromosikan produk baru yang akan segera dirilis
  • Menawarkan promosi atau diskon
  • Membagikan blog post yang relevan dan berguna
  • Meminta feedback tentang pelayanan atau produk yang Anda tawarkan
  • Membuat kode diskon khusus yang hanya bisa didapat jika konsumen berlangganan newsletter

4. Membuat Landing Page

Dengan membuat landing page dengan copy dan layout yang unik untuk setiap campaign yang berbeda, toko online Anda telah meningkatkan peluang untuk menarik lebih banyak pembeli potensial. Anda juga bisa membuat landing page spesifik untuk tiap target audiens dari kelompok umur yang berbeda. Gunakan analytics tool untuk menentukan segmen demografi yang berusaha Anda sasar.

Berikut beberapa tips untuk membuat landing page yang efektif meningkatkan skala konversi:

  • Sebuah landing page idealnya dibuat hanya untuk memiliki satu tujuan dan memiliki satu tombol call to action (CTA). Namun, bukan berarti Anda tidak boleh menampilkan beberapa tombol. Hanya saja, tombol-tombol itu harus mengarah pada conversion goal yang sama.
  • Buatlah landing page dengan desain yang user-friendly, jelas, dan tidak membingungkan. Elemen yang clickable harus menuntun pengunjung pada gol yang ditargetkan. Lebih baik sembunyikan navigation bar, ikon media sosial, atau elemen lain yang bisa mengalihkan perhatian pengunjung ke bagian atas halaman.

5. Implementasikan User-Generated Content

Konsep User-Generated Content (UGC) sebenarnya sederhana: konsumen mengunggah konten (video, foto, testimonial, ulasan, blog) ke media sosial atau platform lain yang bisa diakses secara online, mengenai toko, brand, maupun produk Anda. UGS berguna untuk membantu menarik pengunjung ke website e-commerce Anda. Brand mengalami peningkatan conversion rate sebanyak 78% saat konsumen mereka berinteraksi dengan UGC.

Berikut beberapa cara yang bisa dicoba untuk memicu munculnya UGC:

  • Selenggarakan kontes di media sosial yang intinya mendorong audiens untuk membagikan konten berisi bagaimana mereka menggunakan produk Anda. Bisa juga mencoba fitur voting sebagai variasi interaksi.
  • Menanyakan konsumen Anda di platform interaktif, tentang apa saja yang diperlukan untuk membuat produk Anda jadi lebih baik.
  • Galakan campaign di Instagram untuk mendorong konsumen yang mencintai produk Anda agar mengunggah foto dan tag toko Anda.

Gunakan fitur yang memungkinkan interaksi secara real-time, seperti Facebook Live, aplikasi Periscope di Twitter, Youtube Live, atau platform live stream lainnya untuk memperluas jangkauan toko/brand Anda.

Demikian 5 Strategi E-Commerce dari Rumahweb, salam sukses selalu.

Berikan Komentar

Catra Wardhana