Rumahweb Blog
Opengraph - 5 Langkah Mudah Menghubungkan Website dengan Google Analytics

5 Langkah Mudah Menghubungkan Website Dengan Google Analytics

Mengetahui cara menghubungkan website dengan Google Analytics adalah tahap awal untuk memahami:

  • Siapa sajakah pengunjung website Anda
  • Konten apa yang mereka ingin lihat dari website bisnis Anda
  • Bagaimana perilaku dan kebiasaan mereka saat menjelajahi website Anda

Dan bagian terbaik dari Google Analytics, dengan segenap manfaat di atas, adalah bahwa layanan ini gratis!

Kendati demikian, menghubungkan website dengan Google Analytics dianggap sulit oleh sebagian orang. Kini untungnya, melalui artikel ini Anda punya panduan langkah per langkah untuk dengan mudah melakukan set up Google Analytics.

5 cara menghubungkan Website dengan Google Analytics

Melakukan setting Google Analytics memang cukup rumit. Namun, ketika website sudah terkoneksi dengan Google Analytics, Anda bisa langsung memperoleh banyak informasi berharga dengan cepat. Untuk memasang Google Analytics, cukup ikuti langkah-langkah berikut ini:

Langkah 1: Set up Google Tag Manager

Google Tag Manager adalah sistem tag management yang gratis dari Google.

Cara kerjanya sederhana: Google Tag Manager mengambil semua data dari website Anda dan mengirimkannya ke platform lain seperti Facebook Analytics dan Google Analytics. Ia juga akan mempermudah Anda untuk melakukan update dan menambah tag baru ke kode Google Analytics Anda tanpa perlu menulis kodenya secara manual.

Pertama-tama, Anda harus membuat akun terlebih dahulu di Google Tag Manager dashboard.

Masukkan nama akun dan negara asal.

Kemudian, Anda akan melakukan Container Setup, yang pada dasarnya berisi semua “macros, rules, dan tags” untuk website Anda.

Berikan container Anda nama yang deskriptif, dan pilih tipe konten sesuai dengan cara mengaksesnya (Web, iOS, Android, dan AMP). Setelah selesai, silakan klik “Create”, baca halaman Terms of Service, dan klik “Agree.” Selanjutnya, Anda akan diberi snippet kode instalasi container.

Ini merupakan kode yang harus disalin dan ditempelkan ke back end website Anda agar bisa mengatur tags. Caranya, copy dan paste dua snippet kode di atas ke tiap page website Anda. Apabila Anda menggunakan WordPress, Anda bisa lebih mudah melakukan ini dengan menempelkan dua kode tersebut ke WordPress theme.

Anda bisa melalui proses ini secara lebih praktis dengan melakukan instalasi dan aktivasi Insert Headers and Footers plugin untuk WordPress. Plugin ini akan memungkinkan Anda untuk menambahkan script ke Header dan Footer di seluruh situs website, dengan hanya melakukan copy dan paste sekali saja.

 

Langkah 2: Membuat akun Google Analytics

Buatlah akun Google Analytics dengan signup melalui halaman Google Analytics.

Masukkan nama akun dan website, beserta URL situs Anda. Pastikan juga untuk memilih kategori industri dari website Anda, dan zona waktu yang Anda kehendaki

Setelah semua terisi, setujui Terms and Service agar selanjutnya memperoleh tracking ID.

Tracking ID merupakan serangkaian angka yang akan memberitahukan Google Analytics untuk mengirimkan data analitik kepada Anda. Format susunan angkanya adalah UA-000000-1. Rangkaian angka yang pertama (000000) adalah nomor akun personal Anda, dan angka yang ke dua (1) adalah property number yang berhubungan dengan akun Anda.

Karena sifatnya yang berhubungan langsung dengan data pribadi, jangan bagikan tracking ID ke siapapun. 

Langkah 3: Melakukan set up analytics tag dengan Google Tag Manager

Sekarang, Anda akan belajar bagaimana untuk mengatur tracking tags Google Analytics yang spesifik pada website Anda. Buka dashboard Google Tag Manager Anda, dan klik tombol “Add a new tag.”

Selanjutnya Anda akan dibawa ke sebuah halaman di mana Anda bisa membuat website tag Anda yang baru. Di halaman ini, Anda pun bisa melakukan kustomisasi pada dua aspek di tag yang Anda buat:

  • Configuration: Kemana data yang dikumpulkan oleh tag akan dikumpulkan
  • Triggering: Data macam apa yang ingin Anda dapatkan

Klik tombol “Tag Configuration” untuk memilih tipe tag yang ingin Anda buat. Jangan lupa untuk memilih opsi “Universal Analytics” agar bisa membuat tag untuk Google Analytics.

Sekarang Anda bisa memilih tipe data yang ingin Anda lacak. Buka “Google Analytics Setting” dan pilih “New Variable…” dari menu dropdown.

Selanjutnya, Anda akan dibawa ke window baru di mana Anda bisa memasukkan tracking ID Google Analytics Anda. Dengan ini, maka data-data dari website Anda akan dikirimkan langsung ke Google Analytics, yang nantinya akan bisa Anda lihat hasilnya.

Setelah langkah ini selesai dilakukan, selanjutnya cari bagian “Triggering” untuk memilih data yang hendak Anda kirimkan ke Google Analytics. Sama halnya dengan “Configuration,” klik tombol “Triggering” agar Anda diarahkan ke halaman “choose a trigger.” Dari sini, klik “all pages,” maka semua data dari halaman situs Anda pun akan terkirim.

Saat semua langkah sudah dilakukan, tag set up Anda yang baru akan terlihat seperti ini:

Tinggal klik “Save” maka Anda sudah memiliki Google Tag tracking yang baru dan semua data dari website Anda pun terkirim ke akun Google Analytics.

 

Langkah 4: Menyusun target Google Analytics

Sebagai pengelola, tentu Anda tahu key performance indicator untuk website dan bisnis Anda. Di tahap ini, yang Anda lakukan pada dasarnya adalah memberitahu Google Analytics apa saja indikator kesuksesan bagi website Anda. Caranya, adalah dengan mengatur goals di dashboard Google Analytics.

Mulailah dengan klik tombol “Admin” di sudut kiri bawah.

Dari sini, selanjutnya Anda akan dibawa menuju window lain di mana Anda bisa menemukan tombol “Goals.”

Klik tombol tersebut dan Anda akan masuk ke dashboard “Goals” di mana Anda bisa membuat goal baru.

Dari halaman ini, Anda bisa melihat-lihat goal templates yang tersedia dan memilih yang paling sesuai dengan yang Anda harapkan. Anda juga diharuskan untuk memilih tipe goal yang Anda inginkan, termasuk:

  • Destination: apabila goal Anda adalah agar user mengakses web page tertentu
  • Duration: apabila goal Anda adalah agar user menghabiskan waktu dalam total durasi tertentu di situs Anda
  • Pages/Screens per session: apabila goal Anda adalah agar user mengunjungi sejumlah page tertentu dalam sekali kunjungan
  • Event: apabila goal Anda adalah agar user menonton video atau klik link tertentu

Dari sini, bahkan Anda bisa lebih spesifik lagi dalam menentukan indikasi kesuksesan. Contohnya, Anda bisa menyetel secara spesifik berapa lama user harus menghabiskan waktunya di situs Anda agar bisa dianggap sebagai kesuksesan. Setelah selesai melakukan pengaturan, lalu klik “Save” dan Google Analytics akan mulai melacaknya untuk Anda.

 

Langkah 5: Tautkan ke Google Search Console

Google Search Console adalah sebuah tool yang berguna bagi pemilik bisnis untuk memperoleh search metrics dan data yang penting. Dengan menggunakan tool ini, Anda bisa melakukan hal-hal di bawah ini:

  • Mengecek search crawl rate
  • Mengetahui saat Google menganalisa website Anda
  • Mengetahui page internal dan eksternal apa saja yang link ke website Anda

Untuk melakukan pengaturannya, klik pada simbol gear di sudut kiri bawah dashboard utama.

Lalu klik “Property Setting” di kolom tengah.

Scroll down dan klik pada “Adjust search console”

Di halaman ini Anda bisa mulai proses menambahkan website Anda ke Google Search Console.

Klik pada tombol “Add” dan Anda akan diarahkan ke page ini. Di bagian bawah, klik pada “Add a site to Search Console”

Di sini, Anda sudah bisa menambahkan website Anda ke Google Search Console. Inputkan nama website Anda dan klik “Add.”

Ikuti arahan untuk menambahkan kode HTML ke situs Anda. Setelah Anda selesai melakukannya, klik “Save” dan Anda akan dibawa kembali ke Google Analytics. Data Anda tidak akan langsung muncul, jadi pastikan untuk mengeceknya beberapa waktu kemudian untuk melihat data Google Search Console Anda.

 

Berikan Komentar

Bermanfaatkah Artikel Ini?

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 0 / 5. Vote count: 0

Belum ada vote hingga saat ini!

Kami mohon maaf artikel ini kurang berguna untuk Anda!

Mari kita perbaiki artikel ini!

Beri tahu kami bagaimana kami dapat meningkatkan artikel ini?

Catra Wardhana